Kasus Bunuh Diri di Malang Kembali Marak, Psikolog Beber Faktor Internal dan Eksternal

Jurnalis: Kukuh Kurniawan
Editor: Dendy Ganda Kusumah

25 Mar 2026 18:47

Thumbnail Kasus Bunuh Diri di Malang Kembali Marak, Psikolog Beber Faktor Internal dan Eksternal
Jenazah korban CLS (20), mahasiswa semester dua di salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Kota Malang sebelum dievakuasi dari lokasi kejadian, Rabu, 25 Maret 2026 dini hari. (Foto : Polsek Lowokwaru)

KETIK, MALANG – Kasus bunuh diri kembali marak terjadi di Kota Malang. Berdasarkan catatan Polsek Lowokwaru sepanjang tahun 2024 hingga 2025, sudah ada empat kali kejadian bunuh diri dari Jembatan Soekarno-Hatta (Soehat).

Memasuki tahun 2026 atau tepatnya pada Senin, 19 Januari 2026, dini hari, terjadi satu kali upaya percobaan bunuh diri dari Jembatan Soehat.

Kemudian pada Rabu, 25 Maret 2026 ini, seorang mahasiswa semester dua di salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) di Kota Malang berinisial CLS (20), asal Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, ditemukan meninggal di lantai dasar Apartemen Soehat. Diketahui, korban diduga menjatuhkan diri dari kamar nomor 51 lantai 11 apartemen tersebut.

Dari berbagai kejadian tersebut, semua korban merupakan mahasiswa dengan rentang usia rata-rata 19 hingga 25 tahun.

Baca Juga:
Dokumen Rumah Tak Sesuai Spek di De Cassablanca Malang, DPUPRPKP: Itu Tanggung Jawab Developer!

Psikolog Universitas Merdeka Malang (Unmer), Al Thuba Septa Priyanggasari, menuturkan ada dua faktor yang memengaruhi seseorang untuk melakukan bunuh diri.

Yang pertama adalah faktor internal, di mana faktor ini berkaitan dengan kondisi biologis seseorang. Bahkan ada juga yang memang rentan mengalami depresi.

"Semua orang memiliki stres. Namun ada beberapa orang tertentu yang ketika hormonalnya terkena stres sedikit langsung depresi. Kemudian orang yang memiliki sifat introvert atau yang cenderung memiliki ketahanan psikis yang rendah," jelasnya, Rabu, 25 Maret 2026.

Sedangkan faktor kedua, yaitu faktor eksternal seperti kondisi lingkungan sekitar. Pola asuh dan kebiasaan lingkungan yang buruk dapat membuat seseorang stres dan ingin mengakhiri hidupnya.

Baca Juga:
Apresiasi Prestasi LKS Jatim 2026! Kadisdik Aries Beri Penghargaan Peraih Medali dari Malang dan Kota Batu

"Seperti di rumah sering tertekan melihat orang tua bertengkar atau mengalami kondisi perpisahan orang tua, bisa membuat seseorang menjadi trauma. Lalu lingkungan pergaulan juga dapat menjadi faktor eksternal, seperti soal perundungan," ungkapnya.

Dirinya mengungkapkan bahwa masalah ekonomi juga bisa menjadi penyebab seseorang mudah berpikir untuk mengakhiri hidup. Apalagi saat ini, banyak orang yang ingin dianggap selevel dengan lingkungan yang memiliki kondisi ekonomi lebih dari cukup.

"Terkadang, kita terjebak di kondisi ekonomi yang tidak sehat. Bukan karena kebutuhan mendesak, melainkan hanya ingin sekadar bergaya," tambahnya.

Sementara itu, Psikolog Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Anindita Aghniacakti, menyampaikan ada tiga ciri krusial seseorang memiliki niatan untuk bunuh diri.

Yang pertama, memberikan pernyataan secara lugas maupun verbal, seperti pernyataan "mending aku mati saja" atau "mati adalah cara paling tepat".

Kedua, melalui tanda-tanda yang tidak diungkapkan secara langsung, misalnya mendadak mengurung diri atau menghindari kontak dari lingkungan sosial.

"Lalu yang ketiga, yakni melukai dirinya sendiri secara sadar, seperti sengaja melukai tangan atau membakar bagian tubuh. Mungkin banyak yang menganggap ini bentuk pelampiasan, padahal ini tidak wajar dan menjadi suatu peringatan," bebernya.

Ia pun menambahkan bahwa seseorang yang memiliki masalah psikologis dan mempunyai niatan untuk bunuh diri sebenarnya membutuhkan teman untuk berbicara.

"Yang perlu dipahami saat menjadi teman bicara, jangan sampai kita menghakimi atau menyalahkan mereka. Orang yang memiliki pikiran bunuh diri cenderung ingin didengarkan, dikuatkan, dimengerti, dan dipahami," imbuhnya.

Oleh karena itu, ia menyarankan masyarakat untuk berhati-hati dalam membantu seseorang yang tengah mengalami depresi dan berpotensi melakukan bunuh diri.

"Kita harus hati-hati melakukan pendekatan. Jadi orang terdekat atau sahabat harus waspada terhadap lingkungan sekitar. Misalnya, ada perubahan secara mendadak dari orang sekitar, coba didekati dan didengarkan," tandasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Pemkab Bojonegoro Ajak Maksimalkan Jembatan TBT di Perbatasan Tuban, Pasang PJU dan Taman

Baca Selanjutnya

Bupati Tegal Imbau ASN Tingkatkan Pelayanan Pasca Lebaran, Survei Kepuasan dan Beasiswa Siap Dilaksanakan

Tags:

bunuh diri akhiri hidup mahasiswa Kota Malang Jembatan Soehat Apartemen Soehat

Berita lainnya oleh Kukuh Kurniawan

Sosok Vulla Hendrata, Builder Kota Malang yang Mendunia lewat Karya Kustom Motor Matik Arjuno

16 April 2026 19:00

Sosok Vulla Hendrata, Builder Kota Malang yang Mendunia lewat Karya Kustom Motor Matik Arjuno

Maling Spesialis Sepeda Mahal Diringkus, Ternyata Sudah 8 Kali Beraksi di Malang Raya!

16 April 2026 16:39

Maling Spesialis Sepeda Mahal Diringkus, Ternyata Sudah 8 Kali Beraksi di Malang Raya!

Saluran Gas Elpiji Bocor, Warung Makan Tegal di Kota Malang Ludes Terbakar

16 April 2026 15:20

Saluran Gas Elpiji Bocor, Warung Makan Tegal di Kota Malang Ludes Terbakar

Baru Kredit Sebulan, Motor Pemuda di Kota Malang Ini Hilang Digasak Maling

15 April 2026 18:10

Baru Kredit Sebulan, Motor Pemuda di Kota Malang Ini Hilang Digasak Maling

Diduga Ada Upaya Damai dan Iming-iming Uang, Keluarga Intan Tegas Pilih Jalur Hukum

15 April 2026 15:45

Diduga Ada Upaya Damai dan Iming-iming Uang, Keluarga Intan Tegas Pilih Jalur Hukum

Bawa Bukti Baru, Intan Laporkan Balik Rey ke Polresta Malang Kota Atas Dugaan Fitnah

15 April 2026 14:21

Bawa Bukti Baru, Intan Laporkan Balik Rey ke Polresta Malang Kota Atas Dugaan Fitnah

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H