Kader Lingkungan Kota Malang Sulap Limbah Popok Jadi Kerajinan Tangan

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Marno

20 Jun 2023 08:07

Thumbnail Kader Lingkungan Kota Malang Sulap Limbah Popok Jadi Kerajinan Tangan
Yunita memamerkan produk olahan popok (Foto: Lutfia/ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Kader Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, berhasil menyulap limbah popok bayi menjadi kerajinan tangan bernilai guna. Mendaur ulang limbah popok bayi dianggap lebih ramah lingkungan dibandingkan membakar maupun menimbun.

Hal tersebut disampaikan oleh Yuni Lestari Ningsih, salah satu Kader Lingkungan dari DLH Kota Malang. "Kalau membakar 1 kg popok sama dengan membakar 200 kg sampah rumah tangga. Jadi di samping penghematan energi untuk membakar, juga tidak menghasilkan gas dioksin. Kalau ditimbun juga akan merusak mutu baku air," ungkap Yunita, Selasa (20/6/2023).

Produk yang dihasilkan pun beragam, mulai dari tali sandal, tas, dompet, name tag, dan sebagainya. 

Ia menjelaskan kegiatan tersebut dimulai pada tahun 2018 ketika ia melahirkan. Saat itu ia menjadi ketua Kader Lingkungan dan merasa segan jika membuang popok di sungai. Ia melihat banyak limbah popok yang mengotori sungai dan memutuskan membawa limbah popok tersebut dan dicuci.

Baca Juga:
Tak Hanya Blangkon Beji, Klinting Ngawen Godean Ikut Dipromosikan sebagai Wisata Edukasi Penggerak UMKM Sleman

Hingga akhirnya ia bersama kader lainnya berhasil mendaur seluruh bahan dari popok bayi, mulai dari bungkus hingga gel pada popok tersebut.

"Untuk dapat popok bayi bekas ini, kita bekerja sama dengan Rumah Diaper di Kecamatan Lowokwaru dan Kecamatan Blimbing," lanjutnya.

Pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dengan masuk ke tiap Posyandu. Di sana diajarkan cara mencuci secara higienis dan syari, termasuk melakukan edukasi bahwa membuang popok di sungai bukanlah perilaku sehat.

"Di Kota Malang juga ada banyak bank popok. Ada beberapa di Kecamatan Lowokwaru. Termasuk Kecamatan Blimbing, itu yang membidangi dari Puskesmas Polowijen. Ketika ibu-ibu mencuci dan menabung popok, satu tahun bisa sampai Rp 1.250.000. Itu melebihi ketika menjadi nasabah Bank Sampah," tambahnya.

Baca Juga:
Intip Hasil Karya Napiter di Lapas Kediri, Ada Gelang Bertuliskan "Love Indonesia"

Yunita mengaku telah menghubungi beberapa perguruan tinggi untuk kerja sama. Mengingat hingga tujuh tahun lamanya, pihaknya belum mampu membuat mesin pencuci popok bayi.

"Sampai tujuh tahun terakhir ini masih belum ada yang mampu membuat mesin pencuci popok bayi. Padahal prinsipnya itu hanya seperti mesin pencuci piring. Jadi kalau kita sudah ada mesin pencuci piring, nanti kita bisa memisahkan antara jeli dan bungkus," ungkap Yunita.(*)

Baca Sebelumnya

Suka Cita Pasangan dari Klojen, Nikah Gratis di MPP Merdeka

Baca Selanjutnya

Dokumen Kependudukan Bermasalah, Tiga WNA Diamankan Imigrasi

Tags:

Limbah popok kerajinan tangan daur ulang popok

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

15 April 2026 19:41

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

15 April 2026 17:57

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

15 April 2026 16:31

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

15 April 2026 14:28

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

15 April 2026 13:54

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar