KETIK, MALANG – Masyarakat yang terdampak ambrolnya Jembatan Lembah Dieng Kota Malang masih harus mencari cara untuk melanjutkan pembangunan. Jembatan yang roboh April 2022 itu telah dapat dilewati sepeda motor namun, pembangunan masih akan terus dilanjutkan.
Kasno, seorang warga Jalan Simpang Mega Mendung, Kelurahan Pisang Candi Kota Malang menjelaskan bahwa masyarakat masih terus membuka donasi untuk pembangunan lanjutan. Pasalnya jembatan tersebut mulai dibangun dengan dana swadaya sejak bulan Agustus 2023 lalu.
"Ini pengerjaannya sudah mulai bulan Agustus 2023, berarti sudah berjalan 4 bulan. Dananya masih cari lagi," ujarnya, Kamis (28/12/2023).
Jembatan tersebut merupakan akses penghubung antara Kelurahan Pisang Candi Kota Malang dengan Kalisongo Kabupaten Malang. Akibat jembatan yang lama tak diperbaiki, banyak masyarakat yang mengeluhkan kemacetan. Selain itu akses jalan yang harus ditempuh warga pun semakin jauh.
Masyarakat sendiri telah melakukan peresmian pada Selasa (26/12/2023) malam. Namun jembatan baru benar-benar dibuka dan dapat kembali diakses mulai Rabu (27/12/2023) lalu. Perbaikan tahap pertama tersebut memakan biaya hingga melebihi Rp 1 Miliar.
Sementara itu, total biaya yang dibutuhkan masyarakat mencapai Rp 2,2 Miliar. Saat ini masyarakat masih harus menggalang dana untuk menutupi kekurangan biaya mencapai Rp 1,2 Miliar.
Usai jeda pembangunan selama dua bulan, perbaikan akan dilanjutkan dengan pengecoran dan pengaspalan jalan, serta memberikan pagar pembatas di setiap sisi jembatan.
"Nanti berhenti 2 bulan, nanti dicopot lagi (paving) lalu pengecoran. Nanti akan ada pengecoran 30 cm tingginya, setalah itu diaspal, terus nanti dipagar juga. Tapi masih harus menunggu 2 bulan," tambah pria yang juga sebagai tukang dalam perbaikan jembatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut murni dihasilkan dari dana swadaya masyarakat dan beberapa pemilik usaha. Bahkan Pemerintah Malang tidak turut memberikan bantuan atas jembatan yang sudah lama dikeluhkan masyarakat tersebut.
"Ini semua dari masyarakat, bukan pemerintah. Mulai bawah (pembangunan pondasi) ya warganya, Wali Kota pun tidak bantu. Ini dari masyarakat wilayah Kalisongo dan Perumahan Lembah Dieng. Jadi ini bukan milik pemerintah dan anggarannya masih kurang," tegasnya. (*)
Jembatan Lembah Dieng Kota Malang Dibangun Swadaya, Warga Masih Cari Donatur
28 Desember 2023 11:35 28 Des 2023 11:35
Lutfia Indah, Gumilang
Redaksi Ketik.com
Terlihat banner perolehan bantuan dana perbaikan Jembatan Lembah Dieng. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)
Tags:
Jembatan Lembah Dieng Perbaikan Jembatan Lembah Dieng Swadaya Masyarakat swadaya perbaikan jembatan Jembatan Swadaya Kota MalangBaca Juga:
Asah Kreativitas Digital, DPM Unitri Fasilitasi Pelatihan Desain Grafis Mahasiswa MalangBaca Juga:
Dishub Kota Malang Bersih-Bersih Halte Tiap Senin, Minta Masyarakat Tak Lakukan VandalismeBaca Juga:
Sirkuit Legendaris Kertanegara Malang Kembali Menderu Besok!Baca Juga:
Kredit Konsumsi Meroket, Warga Malang Raya Ternyata Gemar Belanja dan Melek InvestasiBaca Juga:
Bupati Anom Resmikan Alun-alun Moga Pemalang, Dibangun dari Swadaya WargaBerita Lainnya oleh Lutfia Indah
30 Mei 2026 17:07
Dishub Kota Malang Bersih-Bersih Halte Tiap Senin, Minta Masyarakat Tak Lakukan Vandalisme
30 Mei 2026 14:23
Sirkuit Legendaris Kertanegara Malang Kembali Menderu Besok!
30 Mei 2026 13:25
Heboh di TikTok! Sego Tempong Pasar Klojen Kota Malang Jadi Buruan Wisatawan Kuliner dari Berbagai Daerah
30 Mei 2026 12:15
Tekan Kenaikan Harga Bahan Pokok, Pemkot Malang Hadirkan WTI di 2 Pasar
29 Mei 2026 15:50
Penambahan 3 Koridor Trans Jatim di Malang Masih Digodok, Gubernur Khofifah: Masih Hitung Anggaran
29 Mei 2026 15:40
Momen HLUN 2026, Pemprov Jatim Guyur Bantuan Jaminan Hidup hingga Rp108 Miliar untuk Lansia
Trending
Kepsek Wanita Lansia Menangis Usai Dimutasi, Ormas 234 SC Kritik Kebijakan Pemkab Pemalang
BGN Setop Operasional dan Penyaluran Dana 24 SPPG di Sampang, Ini Daftarnya
Alun-Alun Kepanjen Kabupaten Malang Dibangun di Kanjuruhan, PDI Perjuangan: Jadi Simbol Tinggalkan Pola Pikir Kolonial
Polemik Mutasi Kepala Sekolah, PGRI Pemalang Sebut SK Bupati Bersifat Final
