Jejak Empat Kerajaan di Tanah Malang: Dari Dinoyo sampai Sengguruh

Jurnalis: Dendy Ganda Kusumah
Editor: Mustopa

14 Nov 2025 05:21

Thumbnail Jejak Empat Kerajaan di Tanah Malang: Dari Dinoyo sampai Sengguruh
Diorama di Museum Mpu Purwa yang menggambarkan pembukaan Kutha Raja sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Tumapel era Ken Angrok (Foto: Dendy Ganda Kusumah/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Malang Raya memiliki kisah panjang dalam peradaban Nusantara. Terletak di lembah subur, yang dikelilingi pegunungan vulkanik,juga dialiri sejumlah sungai membuat wilayah ini menjadi salah satu pusat peradaban Nusantara.

Tercatat, sejumlah kerajaan tumbuh dan bertempat di wilayah Malang Raya. Paling tidak, ada empat kerajaan berbeda masa yang sempat bertempat di wilayah ini.

Kerajaan-kerajaan mana sajakah yang sempat tumbuh dan bertempat di wilayah Malang Raya?  Simak artikel selengkapnya di bawah ini.:.

Kerajaan Kanjuruhan

Baca Juga:
Andalkan 'Anies Effect', Partai Gerakan Rakyat Perkuat Basis di Malang Raya

Kanjuruhan kerap disebut sebagai kerajaan tertua di wilayah Malang Raya. Konon, kerajaan ini terletak di lembah antara Sungai Brantas dan Sungai Metro. Saat ini, daerah tersebut kerap dikaitkan dengan wilayah Dinoyo, Merjosari, dan sekitarnya, di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.

Keberadaan Kerajaan Kanjuruhan sendiri dibuktikan dengan keberadaan Prasasti Dinoyo. Dalam prasasti yang ditemukan di wilayah Dinoyo tersebut, tercantum daftar raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Kanjuruhan.

Raja pertama yang tercatat dalam prasasti tersebut adalah Dewasimha. Raja ini memerintah Kanjuruhan mulai tahun 700 sampai 760 Masehi.

Raja yang paling terkenal dari kerajaan ini adalah Liswa, yang setelah dinobatkan menjadi raja bernama Gajayana.

Baca Juga:
PKS PSEL Diteken, Bupati Sanusi Siap Kolaborasi dengan Kepala Daerah Malang Raya Tuntaskan Masalah Sampah  ‎

Selain prasasti, peninggalan Kanjuruhan yang bisa dilihat sampai saat ini adalah Candi Badut dan Candi Karangbesuki.

Kerajaan Medang

Kerajaan Medang mulanya berdiri di Jawa Tengah. Namun, pada tahun 929 Masehi, kerajaan ini pindah ke Jawa Timur. Mpu Sindok adalah sosok yang memindah kerajaan ini.

Di Jawa Timur, sesuai Prasasti Turyan, Kerajaan Medang dipindahkan ke daerah Tamwlang. Banyak sejarawan yang menyebut bahwa Tamwlang berada di wilayah Jombang Jawa Timur. Namun, sejarawan Malang, Muzakir Dwi Cahyono, yakin bahwa Tamwlang berada di Malang.

Tamwlang di Malang, yang dimaksud Dwi Cahyono, kini bernama Tembalangan, wilayah di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Lokasi ini tak jauh dari lokasi Dinoyo, yang disebut sebagai pusat Kerajaan Kanjuruhan.

Tak hanya kesamaan nama, menurut Dwi Cahyono, ada alasan lain yang membuatnya yakin bahwa Tamwlang berada di Malang, bukan di Jombang. Waktu itu, menurut dosen Universitas Negeri Malang tersebut, kondisi sosial di Malang sudah terbentuk dan stabil untuk dijadikan pusat pemerintahan.

Selain itu, Malang Raya merupakan daerah dengan tinggalan prasasti dari era Mpu Sindok terbanyak di Jawa Timur.
 
Kerajaan Tumapel

Kerajaan Tumapel, juga kerap disebut sebagai Kerajaan Singhasari, merupakan kerajaan yang didirikan oleh Ken Angrok. Kerajaan ini berdiri usai Angrok mengalahkan Raja Kertajaya dari Kadiri dalam Pertempuran Ganter.

Ibu kota Tumapel bermula di Kutha Raja, yang saat ini terletak di Kuto Bedah, Kota Malang. Benteng alam berupa Sungai Brantas, Sungai Bango, dan Sungai Amprong disebut merupakan alasan pemilihan tempat ini sebagai ibu kota. 

Namun, pada masa pemerintahan Wisnuwardhana, ibu kota dipindah ke Singhasari. Hal ini, menurut Dwi Cahyono, tak lepas dari visi sang raja yang lebih terbuka.

Tumapel sendiri merupakan kerajaan dengan peninggalan paling banyak di Malang Raya. Yang paling terkenal di antara peninggalan Tumapel ini adalah Candi Singosari, salah satu pendarmaan Raja Kertanegara, raja terakhir Tumapel.

Kerajaan Sengguruh

Dibanding nama-nama lainnya, Kerajaan Sengguruh bisa jadi kurang dikenal. Namun, soal sejarah, kerajaan ini tak kalah penting dibanding para pendahulunya.

Kerajaan Sengguruh disebut sebagai Kerajaan Hindu Buddha terakhir di Jawa. Kerajaan yang terletak di sekitar Kepanjen, Kabupaten Malang ini berdiri ketika Kerajaan Majapahit sudah memasuki masa keruntuhannya.

Tak banyak peninggalan tersisa dari kerajaan ini. Hanya ada beberapa umpak, yang disebut sebagai pelandas tiang pendopo. 

Sejumlah peninggalan kerajaan ini masih bisa dilacak di kompleks pemakaman umum di Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen.(*)

Baca Sebelumnya

Presiden Prabowo Rehabilitasi Dua ASN Lutra, Gubernur Sulsel: Keadilan Telah Ditegakkan

Baca Selanjutnya

[FOTO] Mengenal Desa Wisata Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu

Tags:

sejarah malang raya Malang Raya ken angrok kerajaan singhasari kerajaan tumapel kerajaan medang kerajaan sengguruh

Berita lainnya oleh Dendy Ganda Kusumah

Arema FC Resmi Jalin Kerja Sama dengan RS Hermina Tangkubanprahu Malang

14 April 2026 06:49

Arema FC Resmi Jalin Kerja Sama dengan RS Hermina Tangkubanprahu Malang

Melampaui Kebaya: R.A. Kartini dan Relevansi Kesetaraan Gender Ditinjau dari Stereotype Content Model

14 April 2026 06:29

Melampaui Kebaya: R.A. Kartini dan Relevansi Kesetaraan Gender Ditinjau dari Stereotype Content Model

Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar Kunjungi Graha Ketik, Tekankan Peran Media Kawal Pembangunan

13 April 2026 13:26

Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar Kunjungi Graha Ketik, Tekankan Peran Media Kawal Pembangunan

Mindful Living Tanpa Plastik

11 April 2026 20:13

Mindful Living Tanpa Plastik

Hujan Deras Disertai Es Turun di Sawojajar Kota Malang

9 April 2026 13:12

Hujan Deras Disertai Es Turun di Sawojajar Kota Malang

Timnas Futsal Indonesia Bungkam Australia 3-2, Segel Juara Grup ASEAN Futsal Championship 2026

8 April 2026 15:14

Timnas Futsal Indonesia Bungkam Australia 3-2, Segel Juara Grup ASEAN Futsal Championship 2026

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar