Jambore Puisi Diksasindo UB Jadi Media Olah Rasa dan Kehalusan Budi Mahasiswa

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Mustopa

13 Des 2025 15:57

Thumbnail Jambore Puisi Diksasindo UB Jadi Media Olah Rasa dan Kehalusan Budi Mahasiswa
Salah satu penampilan mahasiswa Diksasindo UB pada Jambore Puisi. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Program Studi (Prodi) Pendidikan dan Sastra Indonesia (Diksasindo) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) menggelar Jambore Puisi. Karya-karya dari maestro sastra berhasip diubah menjadi sebuah pertunjukan yang memukau. 

Dosen Pelaksana, Tengsoe Tjahjono menjelaskan melalui Jambore Puisi, mahasiswa diajak untuk mengolah rasa dan melatih kehalusan budi sebagai manusia. Karya yang sudah indah, ditampilkan dalam bentuk teatrikal dan musikalisasi, menambah daya magis dari puisi tersebut. 

"Ini untuk mata kuliah Apresiasi Puisi, merupakan penghargaan pada puisi. Penghargaan itu berupa aktivitas, bukan teori lagi," ujarnya, Sabtu 13 Desember 2025.

Puisi bukan sekadar medium esterika bahasa namun juga sarana melatih kepekaan dan kesadaran sosial. Melalui puisi, mahasiswa diajak peka dalam menangkap beragam peristiwa dan persoalan sosial. Mulai dari ketidakadilan, kemiskinan, bencana alam, sehingga muncul kegelisahan dan empati terhadap realitas.

Baca Juga:
Kisah Inspiratif Zachcaria, Siswa SMKN 4 Malang Juara LKS Jatim dan Lolos UB

"Puisi itu berdetak tentang kehalusan rasa, kehalusan budi. Jadi, orang tidak cukup hanya bisa berpikir cerdas atau logis. Tapi bagaimanakah emosinya, rasanya itu juga terguna. Jadi, nanti ada kesatuan antara pikir dan rasa," ungkap Sastrawan Indonesia itu.

Implementasi apresiasi puisi ditunjukkan dalam 4 tahap. Mulai dari resepsi atau memahami makna puisi, produksi dengan menciptakan puisi sendiri, performansi untuk menyajikan dan menampilkan puisi, dan dokumentasi. 

"Performasi itu menampilkan, menyajikan, mempertontonkan puisi, sebagai karya pertunjukan. Bisa teatrikalisasi, bisa musikalisasi. Lalu dokumentasi, mahasiswa harus mempunyai buku-buku, artikel puisi yang disimpan sebagai pustaka mereka," lanjutnya. 

Selama pertunjukkan, banyak mahasiswa menampilkan karya-karya dari Sapardi Djoko Damono, Widji Thukul, Kahlil Gibran, dan lainnya. Mahasiswa diberikan kebebasan dalam memilih dan menafsirkan puisi yang ditampilkan. 

Baca Juga:
Semarak HUT ke-34, Kombel SMAGONTA Ceria Gelar Workshop AI Generatif untuk Transformasi Pembelajaran

"Jadi seluruh materi yang saya berikan itu akumulasinya pada pertunjukan itu. Mereka memilih puisi, menafsirkan, lalu menampilkan. Saya menilai kreativitas, kompetensi, teknik mereka di dalam tampil. Lalu bagaimanakah mereka menafsirkan puisi," sebutnya. 

Cara menafsirkan dan kreativitas dalam membawakan puisi menjadi kunci dari hidup dan tersampaikannya pesan puisi kepada penonton. Saat tampil, mahasiswa menjadi wakil dari penyair. 

"Dia harus bisa menyampaikan dan menafsirkan dengan benar. Lalu kalau penampilan harus memilih teknik yang betul. Apakah perangkat-perangkat teatrikalisasi, musikalisasi tadi mendukung atau tidak puisi yang disajikan itu," tandasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Calon Advokat Lintas Wilayah Mengikuti UPA Peradi 2025 DPC Bantul di FH UGM Yogyakarta

Baca Selanjutnya

Perwali Hiburan Malam dan Bahaya Regulasi yang Kabur

Tags:

Diksasindo FIB UB Jambore Puisi Universitas Brawijaya Tampilan Puisi Puisi

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Pasar Sawojajar Bakal Disulap Jadi Pusat Kuliner, Lantai 2 Siap Tampung 30 UMKM

16 April 2026 15:35

Pasar Sawojajar Bakal Disulap Jadi Pusat Kuliner, Lantai 2 Siap Tampung 30 UMKM

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

15 April 2026 19:41

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

15 April 2026 17:57

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

15 April 2026 16:31

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

15 April 2026 14:28

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

15 April 2026 13:54

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H