Garudeya di Candi Kidal: Monumen Bakti Anak kepada Sang Ibu

Editor: Dendy Ganda Kusumah

22 Des 2025 06:35

Thumbnail Garudeya di Candi Kidal: Monumen Bakti Anak kepada Sang Ibu
Relief di Candi Kidal,Tumpang, yang menggambarkan Garudeya tengah menggendong Dewi Winata, setelah berhasil membebaskan ibunya tersebut dari perbudakan para ular. (Foto: Dendy Ganda/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Tanggal 22 Desember rutin diperingati sebagai Hari Ibu di Indonesia. Kendati sedikit melenceng dari konteks kesejarahan, tiap tanggal tersebut banyak bermunculan ungkapan-ungkapan cinta dari seorang anak kepada ibunya.

Pada hari ini, ibu biasanya dibebaskan dari tugas domestiknya seperti menyapu, mengepel, dan menyiapkan makanan bagi keluarga. Sebagai gantinya, sang anak atau suamilah yang melakukan tugas-tugas tersebut. Hal ini sebagai bentuk ungkapan kasih sayang terhadap sosok ibu.

Kisah kasih sayang seorang anak kepada ibunya juga terpahat di Candi Kidal, yang terletak di Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Candi yang dibangun sekitar 1258 Masehi tersebut merupakan tempat pendarmaan Anusapati, raja kedua Tumapel. Ia adalah putra tiri Ken Arok. Anusapati merupakan putra Ken Dedes dan Tunggul Ametung.

Di candi tersebut, terukir tiga fragmen kisah Garudeya. Dalam cerita tersebut diceritakan bagaimana Sang Garuda berusaha membebaskan ibunya, Dewi Winata, dari perbudakan Dewi Kadru dan para Naga. Garuda berusaha mendapatkan air suci Tirta Amerta demi menebus Sang Ibu. Akhirnya, Garuda mendapat air suci tersebut dan mampu membebaskan Dewi Winata. Sebagai ganti air suci tersebut, Garuda menjadi kendaraan tunggangan Dewa Wisnu, dewa penjaga Tirta Amerta.

Baca Juga:
Peringati Hari Ibu dan Bela Negara, Bupati Bojonegoro Ajak Perkuat Ketahanan Keluarga

"Ini merupakan wujud bakti seorang anak terhadap ibunya," ucap sejarawan, M. Dwi Cahyono.

Tentu ada alasan di balik diukirkannya kisah Garudeya di kaki Candi Kidal. Apalagi, kisah Garudeya ini merupakan kisah ruwatan.

Penulis sejarah, Asisi Suhariyanto, menyebut bahwa Garuda dan Naga melambangkan dua dunia. Garuda melambangkan dunia atas, sedangkan Naga menggambarkan dunia bawah. 

"Artinya, kisah ini membebaskan dari dosa atau mala, agar menjadi suci kembali," kata Asisi.

Baca Juga:
Upacara Hari Ibu ke-97 Lapas Batam, Teguhkan Peran Strategis Perempuan

Kisah Garudeya merupakan perlambang bakti Anusapati kepada Ken Dedes. Ia ingin membebaskan Sang Ibu, dari penderitaan dan kemalangan yang diderita perempuan asal Desa Panawijen tersebut. 

Sebagian penafsir melihat bahwa keputusan Anusapati membunuh Ken Arok, bukan hanya membalaskan dendam kematian sang ayah atau sekadar demi kekuasaan. Bisa jadi, ini merupakan upaya ‘membebaskan’ Sang Ibu dari sosok Ranggah Rajasa, nama lain Arok.

Banyak yang menghubungkan kisah Garuda di Candi Kidal sebagai bentuk pengorbanan para patriot bangsa untuk memerdekakan Ibu Pertiwi. Namun, jangan lupakan, candi ini merupakan monumen cinta kepada Sang Ibu, kendati harus ditebus nyawa Anusapati sendiri.

Baca Sebelumnya

Hanik Dwi Martya, Kades Perempuan Pertama yang Sukses Majukan Desa Tunjungtirto Kabupaten Malang

Baca Selanjutnya

Pemkab Pemalang Salurkan Santunan dan Trauma Healing bagi 7 Warga Korban Bencana Aceh Tamiang

Tags:

Hari Ibu candi kidal Garuda Garudeya Dewi Winata Kisah Hari Ibu Tumpang

Berita lainnya oleh Dendy Ganda Kusumah

Gabriel Silva Cetak Brace, Arema FC Kalahkan Persis Solo 2-0

18 April 2026 17:25

Gabriel Silva Cetak Brace, Arema FC Kalahkan Persis Solo 2-0

Jamu Persis Solo, Arema FC Andalkan Joel Vinicius Sebagai Ujung Tombak

18 April 2026 14:38

Jamu Persis Solo, Arema FC Andalkan Joel Vinicius Sebagai Ujung Tombak

Profil Kolese Kanisius: Jelang Seabad Almamater Tokoh Besar Indonesia

18 April 2026 12:50

Profil Kolese Kanisius: Jelang Seabad Almamater Tokoh Besar Indonesia

5 Fakta Menarik Tentang Brawl Stars Gems

17 April 2026 20:15

5 Fakta Menarik Tentang Brawl Stars Gems

Terancam Tak Bisa Jamu Persebaya di Kanjuruhan, Arema FC Lirik Bali

17 April 2026 08:47

Terancam Tak Bisa Jamu Persebaya di Kanjuruhan, Arema FC Lirik Bali

BNI Bantu Pasar Sawojajar Kota Malang Naik Kelas Jadi Pasar Modern Berbasis Digital

16 April 2026 13:45

BNI Bantu Pasar Sawojajar Kota Malang Naik Kelas Jadi Pasar Modern Berbasis Digital

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda