Dilema Nasyanto Jadi Pendamping PKH, Pontang-Panting Sejahterakan Keluarga Sendiri

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Mustopa

27 Feb 2024 10:27

Thumbnail Dilema Nasyanto Jadi Pendamping PKH, Pontang-Panting Sejahterakan Keluarga Sendiri
Nasyanto, Koordinator Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Sukun. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Sebuah dilema dirasakan Nasyanto, Koordinator Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Sukun, Kota Malang. Selama ini ia aktif memfasilitasi keluarga penerima manfaat dari PKH, namun ia justru harus pontang-panting untuk mensejahterakan keluarganya sendiri.

Pasalnya dengan perekonomian yang pas-pasan, seorang Pendamping PKH tidak dapat mendaftarkan dirinya sebagai penerima manfaat. Pria yang akrab dipanggil Yanto itu merasa kesulitan membiayai pendidikan keempat anaknya.

Meskipun pemerintah telah memiliki program Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk mengurangi beban biaya pendidikan, namun program tersebut tak dapat diakses oleh Pendamping PKH.

"Pendamping PKH itu tenaga kontrak bukan PNS atau PPPK, kita bisa membantu kesejahteraan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tapi di satu sisi kami juga punya keluarga yang butuh disejahterakan," keluh Nasyanto pada Selasa (27/2/2024).

"Anak-anak butuh kuliah tapi terbatasnya honor kami, menjadi tidak sejahtera. Syarat mendapatkan KIP Kuliah itu harus masuk ke data DTKS, bagi kita tidak mungkin," sambungnya.

Sebagai Pendamping PKH, Yanto tidak dapat mendaftarkan dirinya ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Menurutnya hal tersebut disebabkan Pendamping PKH masih mendapatkan honor dari APBN.

Sayangnya honor yang ia peroleh setiap bulannya hanya berkisar di angka Rp 3 juta tanpa adanya tunjangan apapun. Sehingga ia merasa kesulitan untuk menghidupi keluarga dan biaya anaknya hingga ke jenjang perguruan tinggi.

Untuk itu Ia berharap Pemerintah Kota Malang dapat memberikan bantuan berupa keringanan maupun beasiswa bagi anak-anak Pendamping PKH. Hal tersebut guna meringankan beban para pendamping yang tak hentinya melakukan pendampingan serta aktif verifikasi data keluarga penerima PKH.

"Seringkali teman-teman Pendamping PKH tidak berani mengungkapkan ini. Kami meminta solusi dari Pemkot Malang atau pemerintah pusat karena kita tidak bisa mengajukan bantuan KIP. Di Pemkot kan ada bantuan dari KESRA yang harapannya Pendamping PKH yang sudah berkerja cukup lama anak-anaknya mendapat beasiswa," ujarnya.

Terdapat sekitar 40 Pendamping PKH yang tersebar di setiap kecamatan di Kota Malang. Untuk Kecamatan Sukun, Pendamping PKH diisi 11 orang yang juga berharap Pemkot Malang lebih memperhatikan kesejahteraan nasib mereka.

Menanggapi hal tersebut, Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menjelaskan akan menindaklanjuti keluhan Nasyanto khususnya terkait pemberian beasiswa kepada anak dari Pendamping PKH.

"Ini menjadi catatan tersendiri, apabila diperlukan untuk putra/putri Pendamping PKH akan jadi prioritas mendapatkan beasiswa. Permasalahan ini bisa jadi tidak hanya di Kota Malang tapi juga dirasakan secara nasional. Kalau ada kesempatan, saya akan sampaikan langsung ke Kementerian Sosial RI, mudah-mudahan ada solusinya," ujarnya.

Saat disinggung terkait penambahan honor maupun jumlah SDM Pendamping PKH, Wahyu tidak dapat membuat kebijakan secara langsung. Menurutnya masih diperlukan peninjauan dan mempelajari regulasi yang ada.

"Itu adalah salah satu alternatif. Kadang kala kita ada itikad baik tapi ternyata regulasi yang ada memang belum mendasari sehingga kita tidak berani. Tapi yang jelas kita ada solusi salah satunya memberikan beasiswa melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat," tutupnya.(*)

Baca Juga:
Baru Kredit Sebulan, Motor Pemuda di Kota Malang Ini Hilang Digasak Maling
Baca Juga:
Tongkat Komando Korem 083/Baladhika Jaya Resmi Berganti, Kini Dijabat Oleh Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus
Baca Sebelumnya

Warga Keluhkan Layanan RSUD dr. Darsono Pacitan, Antre Berjam-Jam hingga Aplikasi Bermasalah

Baca Selanjutnya

5 Ton Beras Digelontorkan untuk Operasi Pasar di Ngaglik Kota Batu

Tags:

Pendamping PKH Program Keluarga Harapan PKH Kota Malang Nasib Pendamping PKH Beasiswa Pendamping PKH Kesejahteraan Masyarakat Kesejahteraan Pendamping PKH Kota Malang

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

15 April 2026 19:41

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

15 April 2026 17:57

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

15 April 2026 16:31

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

15 April 2026 14:28

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

15 April 2026 13:54

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar