Di Balik Jeruji, 8 Anak Tumbuh dalam Asuhan Lapas Perempuan Malang

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Dendy Ganda Kusumah

13 Jan 2026 19:39

Headline

Thumbnail Di Balik Jeruji, 8 Anak Tumbuh dalam Asuhan Lapas Perempuan Malang
Warga binaan dan bayi bawaan menjalani kehidupan dengan penuh dukungan dari Lapas Perempuan Malang . (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Lapas Perempuan Kelas IIA Malang memiliki kisah tentang delapan anak yang menjalani tumbuh kembang bersama ibu berstatus warga binaan. Mereka tumbuh di bawah pengasuhan negara melalui sistem pelayanan bagi kelompok rentan. 

Oleh sistem hukum yang ada, anak-anak yang hidup mengikuti ibunya ke jeruji besi, dikenal dengan sebutan anak bawaan. Yang termuda di antara delapan anak tersebut baru berusia dua bulan. Anak tersebut lahir dan dibesarkan di lapas. 

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 tahun 2022, warga binaan perempuan diperkenankam membawa anak dengan batas usia maksimal tiga tahun. Anak bawaan, mendapatkan fasilitas yang diberikan oleh negara. 

"Jadi namanya anak bawaan, berusia tiga tahun ke bawah itu boleh dibawa ke sini. Mereka kan masih dalam masa menyusui agar mereka tetap mendapat perhatian dan kasih sayang orang tuanya," ujar Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Malang, Endang Margiati, Selasa, 13 Januari 2026.

Baca Juga:
HBP Ke-62, Kalapas Batam Wujudkan Lapas Bersih dari Narkoba dan Halinar

Lapas Perempuan Malang turut memfasilitasi anak bawaan dengan makanan tambahan berupa susu, bubur, hingga nasi untuk usia setahun ke atas. Untuk layanan imunisasi, Lapas Perempuan Malang bekerja sama dengan Puskesmas Ciptomulyo. 

"Saat imunisasi yang dibawa anaknya saja, ibunya tidak ikut. Sama halnya saat ada anaknya sakit. Untuk pengamanan ibu, semua warga binaan kalau keluar lapas harus dikawal oleh polisi," jelas Endang. 

Perhatian khusus yang diberikan oleh Lapas Perempuan Malang juga diberikan dengan memisahkan ibu warga binaan bersama anak di blok khusus. Pemisahan tersebut untuk memastikan bahwa ibu hamil dan anak-anak terhindar dari potensi penularan penyakit. 

Suasana akrab, saling mengayomi, dan berbagi kasih pun tergambar jelas di Lapas Perempuan Malang. Di sana, banyak warga binaan, bahkan petugas yang turut serta untuk merawat anak bawaan. Anak-anak bawaan di sana tetap dapat hidup sehat, riang gembira bermain dengan warga binaan. 

Baca Juga:
Upaya Penyelundupan HP Di Lapas Kelas I Malang Digagalkan, Disembunyikan Dalam Bungkusan Nasi

Hanya saja, Endang mengaku masih mencari cara untuk menitipkan anak bawaan yang telah berusia lebih dari tiga tahun. Apabila anak tersebut diserahkan kepada Dinas Sosial, anak harus diserahkan secara utuh dan tak dapat diambil lagi. 

"Kami sekarang lagi mencari panti asuhan atau semacam pondok pesantren untuk menitipkan anak itu. Nanti, ketika orang tuanya pulang, mereka bisa diambil lagi. Usia tiga tahun ke atas berarti kan masih kecil, masih butuh ibunya, butuh bimbingan dan harus diawasi," tutupnya. (*)

Baca Sebelumnya

Forum Konsultasi Publik RKPD 2027! Ini 4 Fokus Utama Pemkab Lebak Bangun Daerah, Apa Saja?

Baca Selanjutnya

Belum Lengkap, Berkas TPPU Universitas Bina Darma Palembang Dikembalikan Jaksa ke Bareskrim

Tags:

Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Lapas Perempuan Kelas IIA Malang Warga Binaan Pemasyarakatan Bayi Bawaan Tinggal di Penjara

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

13 April 2026 17:43

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

13 April 2026 17:14

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

12 April 2026 19:13

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

12 April 2026 18:25

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar