Beribu Manfaat, Bapanas RI Jelaskan Pentingnya Konsumsi Pangan Lokal

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Muhammad Faizin

26 Okt 2024 15:45

Thumbnail Beribu Manfaat, Bapanas RI Jelaskan Pentingnya Konsumsi Pangan Lokal
Rinna (tengah) memegang salah satu produk pangan lokal yakni umbi-umbian. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI mendorong masyarakat untuk mengkonsumsi produk-produk pangan lokal. Terlebih Indonesia memiliki keanekaragaman pangan yang memberikan banyak manfaat. 

Direktur Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan Bapanas RI, Rinna Syawal menjelaskan salah satu manfaat yang diperoleh dengan mengkonsumsi pangan lokal ialah ketahanan pangan. 

Indonesia sendiri memiliki 77 sumber karbohidrat, 85 sumber protein, dan lebih dari 280 sayur tersebar di tiap daerah. Menurutnya cukup disayangkan apabila masyarakat hanya mengkonsumsi beberapa jenis sumber makanan seperti padi sebagai sumber karbohidrat. 

"Salah satu sumber karbohidrat adalah umbi-umbian. Ada 13 jenis umbi-umbian di Indonesia. Ketika kita bergantung pada pangan tertentu, jika ada gejolak terkait harga atau ketersediaannya, kita akan terpengaruh," ujarnya, Sabtu 26 Oktober 2024. 

Baca Juga:
Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Dengan memanfaatkan pangan lokal, masyarakat dapat memastikan keamanan produk yang dikonsumsi. Mulai dari kesegaran, jaminan kebersihan, hingga sumber gizi. 

"Kita tahu apa yang kita makan dan diproduksi di mana. Akan lebih segar karena baru dipanen beberapa hari yang lalu, dan pada musimnya," lanjutnya. 

Mengkonsumsi pangan lokal khususnya yang ditanam dengan memanfaatkan pekarangan rumah juga berdampak pada perekonomian masyarakat. Harganya pun lebih terjangkau. 

"Tentu juga berdampak pada sosial budaya karena makanan lokal jika tidak dilestarikan maka bisa hilang," ucapnya. 

Baca Juga:
Menko Zulkifli Hasan Kunjungi Ponpes Al-Rosyid Bojonegoro, Bahas Ketahanan Pangan dan MBG

Rinna juga menyebut bahwa pangan lokal lebih ramah lingkungan. Dengan demikian masyarakat dapat mengurangi jejak karbon sebab komoditas diperoleh dari lokasi yang mudah dijangkau. 

"Pemerintah harus memetakan potensi pangannya sehingga bisa beragam dan dasar melaksanakan kebijakan program sesuai potensi yang dimiliki. Kalau di Papua punya sagu maka arah kebijakannya harus sesuai," paparnya. 

Baca Sebelumnya

Gebyar Sumpah Pemuda di Labuhanbatu, Peran Pemuda Dinilai 'Dikucilkan'

Baca Selanjutnya

Israel Serang Iran, Ancam Akan Tambah Target Jika Berani Membalas

Tags:

Pangan Lokal ketahanan pangan Bapanas RI

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

14 April 2026 15:34

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

14 April 2026 14:57

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar