Atasi Lonjakan Sampah Program MBG, DLH Kota Malang Gandeng Transporter Swasta

30 April 2026 18:24 30 Apr 2026 18:24

Lutfia Indah, Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Atasi Lonjakan Sampah Program MBG, DLH Kota Malang Gandeng Transporter Swasta

Ilustrasi DLH Kota Malang akan menggandeng transporter swasta untuk pengelolaan sampah di SPPG atau dapur MBG. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak signifikan terhadap lonjakan sampah di Kota Malang. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang akan menggandeng pihak swasta untuk menangani persoalan sampah tersebut.

Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, menjelaskan kerja sama dengan pihak swasta, khususnya melalui transporter, dapat diterapkan. Terlebih saat ini Kota Malang menghadapi ancaman overload di TPA Supit Urang akibat tingginya beban sampah yang masuk setiap hari.

"Sekarang bertambah dengan sampah dari MBG tentunya menambah volume sampah. Ke depan saya sudah menyampaikan untuk kerja sama dengan transporter," ujar Raymond, Kamis, 30 April 2026.

Foto Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran menjelaskan terkait lonjakan sampah akibat program MBG. (Foto: Lutfia/Ketik.com)Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, menjelaskan terkait lonjakan sampah akibat program MBG. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

Ia juga mengakui bahwa banyak penanganan sampah dari dapur SPPG yang belum terkelola secara maksimal. Raymond akan melakukan koordinasi dengan pengelola SPPG terkait rencana tersebut untuk membantu pengelolaan sampah di Kota Malang.

"Sementara mau saya koordinasikan sama seluruh MBG yang ada di Kota Malang untuk penanganan sampah, karena tidak semuanya sampah ini dikelola secara maksimal, jadi masih ada yang juga dibuang ke TPS," katanya.

Melalui skema transporter, sampah dari titik-titik MBG nantinya dapat langsung diangkut oleh pengelola sampah swasta. Dengan demikian, tidak seluruh SPPG bergantung pada sistem pengangkutan DLH Kota Malang. 

"Jadi ada pengelola sampah swasta sehingga tidak menambah beban kondisi yang ada di DLH Kota Malang. Sampah rumah tangga kita ini kan juga tiap hari sudah berjalan seperti itu. Untuk MBG, di beberapa lokasi kita sudah minta supaya sampahnya diambil oleh transporter dari pihak swasta," ungkapnya.

DLH Kota Malang juga berencana melakukan pendataan lebih lanjut sekaligus menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi bersama para pengelola SPPG. Selain itu, berbagai rencana seperti PSEL, LSDP, hingga inovasi pengelolaan sampah lainnya juga telah disiapkan untuk mendukung program zero waste.

"Dengan rencana LSDP, atau PSEL yang di Kabupaten Malang, serta inovasi lain oleh DLH Kota Malang, kita berharap bisa sesuai dengan harapan presiden untuk zero waste," pungkas Raymond.(*)

Tombol Google News

Tags:

DLH Kota Malang Kota Malang SPPG program MBG Transporter Swasta Gamaliel Raymond Hatigoran