Angka Stunting Kota Malang Turun 0,7 Persen pada 2024

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Mustopa

15 Mei 2024 10:04

Thumbnail Angka Stunting Kota Malang Turun 0,7 Persen pada 2024
Penandatanganan pakta integritas untuk mengatasi stunting di Kota Malang. (Foto: Lutfia/Ketik)

KETIK, MALANG – Kasus stunting di Kota Malang pada tahun 2024 telah menginjak angka 17,3 persen. Angka tersebut telah mengalami penurunan 0,7 persen dibandingkan dengan tahun 2023. 

Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyebut penurunan angka stunting di Kota Malang masih berada jauh dari target nasional yakni 16 persen. Untuk itu, berbagai upaya dilakukan oleh Pemkot Malang agar dapat menekan kasus stunting. 

"Alhamdulillah kasus stunting kita sudah turun walaupun masih di bawah target. Tapi sudah terintegrasi dengan baik. Oleh karena itu kita akan optimalkan programnya agar target bisa tercapai," ujar Wahyu saat menghadiri Rembuk Stunting pada Rabu (15/5/2024). 

Ia menjelaskan, dalam Rembuk Stunting salah satu agendanya ialah mencari solusi dan kendala yang dihadapi setiap wilayah di Kota Malang. Saat ini kecamatan yang menduduki posisi tertinggi kasus stunting ialah Kecamatan Kedungkandang. 

Baca Juga:
PHRI Kota Malang Ungkap Kenaikan Harga Avtur Belum Berdampak Spesifik pada Hotel

"Tapi ada beberap kelurahan yang sudah menuju ke zero stunting. Saya harapkan kelurahan lainnya dapat belajar ke kelurahan yang sudah menuju zero stunting. Ini kita masih dalam evaluasi kira-kira kita lemahnya itu di bagian apa," lanjut Wahyu. 

Untuk menekan angka stunting, beberapa uapya seperti memberikan makanan tambahan kepada balita di posyandu tetap digalakkan. Terlebih setiap posyandu telah memetakan anak-anak yang berisiko stunting dan penanganannya. 

"Pemberian makanan tambahan seperti daging dan telur untuk balita juga terus berjalan. Kemarin pada saat saya melihat di salah satu posyandu, itu terus dilakukan karena sudah terpetakan mana saja (anak) yang berisiko stunting dan sudah ada penanganannya," paparnya. 

Selain itu Wahyu merencanakan untuk menggandeng perusahaan agar dapat menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yang berisiko maupun mengalami stunting. Hal tersebut sebagai implementasi kolaborasi pentahelix dan bergerak bersama dalam mengatasi stunting. 

Baca Juga:
Kedai Kopi Cahaya Baru, Ruang Singgah Anak Muda di Tengah Hiruk Pikuk Kota Malang

"Perusahaan itu kan ada pekerjanya, apabila ada anak stunting harapannya pekerja di tiap perusahaan bisa menjadi bapak asuh. Jadi perusahaan yang ada di masing-masing wilayah, kita minta untuk bisa memantau, memberikan perhatian kepada anak stunting di wilayah perusahaannya itu," kata Wahyu. 

Wahyu juga memberikan arahan dan strategi untuk percepatan penurunan stunting di Kota Malang dari hulu ke hilir. Meliputi, bimbingan perkawinan terintegrasi, pemeriksaan kesehatan dan pendampingan calon pengantin minimal tiga bulan pra nikah, pemberian tablet tambah darah pada rematri, calon pengantin dan ibu hamil. 

Selain itu juga meningkatkan cakupan ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan, pemberian makanan tambahan pada ibu hamil KEK dan balita kekurangan gizi, pendampingan keluarga risiko stunting, maupun peningkatan capaian keluarga berencana. 

Wahyu juga memberikan arahan supaya kelurahan menjadi garda terdepan dalam menangani stunting, memperkuat pemanfaatan satu data stunting, dam kolborasi dengan masyarakat, pengusaha maupun BUMS.(*)

Baca Sebelumnya

Tidak Ada yang Mendaftar, Pilgub Jatim Dipastikan Tanpa Calon Independen

Baca Selanjutnya

Gagal Maju Pilwali Surabaya, Asrilia Ditawari Mencalonkan Diri di Daerah Lain

Tags:

Stunting Kota Malang Menekan Stunting Kota Malang Target Penutunan Stunting

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

14 April 2026 15:34

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

14 April 2026 14:57

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar