Mbah Nyoto yang Tinggal di 'Goa Kecil' dan hanya Mau Interaksi dengan Juru Kunci Makam

Jurnalis: Kurniawan
Editor: M. Rifat

23 Jun 2024 23:30

Thumbnail Mbah Nyoto yang Tinggal di 'Goa Kecil' dan hanya Mau Interaksi dengan Juru Kunci Makam
Mbah Nyoto saat dievakuasi oleh Dinsos Kabupaten Madiun (21/6/2024) (Foto: Kurniawan/Ketik.co.id)

KETIK, MADIUN – Mbah Nyoto atau Suyoto, pria lansia yang sudah 7 tahun tinggal di 'Goa' alias lubang kerukannya sendiri dekat pemakaman umum Desa Sidomulyo, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun kini telah tinggal di Pondok Lansia Kabupaten Blitar.

Dia juga mulai mau berinteraksi dengan warga Pondok Lansia lainnya. Mbah Nyoto, sebelumnya tidak mau berinteraksi dengan siapapun kecuali juru kunci makam yang merupakan temannya sejak kecil.

Jumat lalu (21/6)2024), tim gabungan Dinsos Kabupaten Madiun berhasil membujuknya untuk keluar dari 'Goa' buatannya sendiri itu secara perlahan, dia lantas dievakuasi ke Pondok Lansia.

Kini mbah Nyoto mulai menjalani kehidupan baru dengan lebih baik. Lelaki 80 tahun itu juga mulai dikenalkan kepada sesama penghuni Pondok. Dia tampak mulai bisa beradaptasi menjalankan aktivitasnya yang baru.

Baca Juga:
Kota Surabaya dan Madiun Diprediksi Cerah Hari Ini, Cek Daerahmu Sekarang

Petugas fasilitator Dinas Sosial di Kecamatan Sawahan Kabupaten Madiun Farhatul Hasanah menceritakan, mbah Nyoto berasal dari Desa Rejosari, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun. Dia dulunya memiliki keluarga kecil yakni seorang istri dan anak.

Namun, karena terjadi permasalahan keluarga, akhirnya membuat Suyoto pergi dari rumah dan menghilang tanpa kabar.

“Sempat berpindah-pindah dari gubuk satu ke gubuk lain. Saat menghilang kondisinya linglung,” jelas Farhatul.

Terungkap, istri Mbah Nyoto sudah meninggal, ditambah anaknya saat ini sedang mengalami sakit kejiwaan, bisa dikatakan Mbah Suyoto kini hidup sebatang kara.

Baca Juga:
Lansia Pacitan Ditemukan Tewas di Rumah Sendiri, Awalnya Warga Endus Bau Menyengat

“Sekitar tujuh tahun silam, warga setempat Sri Mulyani, mengetahui Suyoto tinggal sendirian di lubang tanah tersebut,” ungkapnya.

“Saat itu bu Sri tidak mengetahui harus melapor ke mana, karena Suyoto tanpa identitas dan masuk penduduk mana,” imbuhnya.

Foto Petugas Dinsos kabupaten Madiun membujuk saat membujuk mbah Nyoto keluar dari lubang tempat tinggalnya (Foto : istimewa)Petugas Dinsos kabupaten Madiun saat membujuk mbah Nyoto keluar dari lubang tempat tinggalnya (21/6/2024) (Foto: Dinsos Kab. Madiun)

Setelah itu, lanjut dia, Sri Mulyani memutuskan menghubungi saudara Suyoto di Sidoarjo. “Akhirnya saudaranya itu yang mengirimkan uang ke bu Sri untuk biaya makan Mbah Suyoto,” terangnya.

Farhatul mengaku pihaknya tidak mengetahui pasti kesehatan mental dan kejiwaan Suyoto. Hanya saja, ia menyimpulkan secara medis ada indikasi sikap katatonik atau tidak ingin berkomunikasi dengan siapapun.

Suyoto hanya mau berkomunikasi dengan juru kunci makam yang kebetulan temannya sejak kecil.

“Cenderung bersembunyi di lubang ketika ada orang. Kalau tidak ada orang, baru keluar untuk buang air dan mandi. Lubang tersebut dibuat sendiri oleh Suyoto dengan mengeruk perlahan demi perlahan,” bebernya.

Meski demikian, Suyoto pernah mengikuti perekaman E KTP dan terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

“April lalu, tim fasilitator Dinas Sosial setempat mendapatkan informasi dan melaksanakan upaya tersebut,” paparnya.

“Sebenarnya ada saudara kandung di Rejosari, namun karena keadaan ekonominya menengah ke bawah sehingga mereka membuat pernyataan tidak mampu merawat Suyoto,” sambungnya.

Di sisi lain, bantuan yang diterima sementara adalah BPJS Kesehatan. Nantinya akan diusulkan untuk bantuan langsung tunai dana desa dan lain sebagainya. (*)

Baca Sebelumnya

CEO Nutrifood Mardi Wu Beber Rahasia Kepemimpinan di Balik Kesuksesan Brand-Brand Raksasa Perusahaannya

Baca Selanjutnya

Kembangkan Kompetensi, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UTU Gelar Workshop Medsos

Tags:

madiun lansia Sawahan Kampung Pesilat dinsos Kemensos

Berita lainnya oleh Kurniawan

SMPN 1 Kare Madiun Terpilih Jadi Tuan Rumah Program Kemenkeu Mengajar

8 Oktober 2024 09:34

SMPN 1 Kare Madiun Terpilih Jadi Tuan Rumah Program Kemenkeu Mengajar

Awali Kampanye, Cawali Madiun Maidi Jenguk Pasien di RS

8 Oktober 2024 09:17

Awali Kampanye, Cawali Madiun Maidi Jenguk Pasien di RS

Jumlah RTLH di Kabupaten Madiun Berkurang, Ini Penjelasannya

7 Oktober 2024 20:55

Jumlah RTLH di Kabupaten Madiun Berkurang, Ini Penjelasannya

KAI Daop 7 Madiun Dapat Penghargaan Atas Kontribusi Sosial di Madiun

4 Oktober 2024 17:11

KAI Daop 7 Madiun Dapat Penghargaan Atas Kontribusi Sosial di Madiun

Beri Pengalaman Menyenangkan bagi Tamu, Aston Madiun Gelar Perayaan Hari Batik

4 Oktober 2024 16:00

Beri Pengalaman Menyenangkan bagi Tamu, Aston Madiun Gelar Perayaan Hari Batik

DLH Kota Madiun Uji Emisi Kendaraan Secara  Door to  Door

3 Oktober 2024 21:39

DLH Kota Madiun Uji Emisi Kendaraan Secara Door to Door

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar