KETIK, MADIUN – Pelaku pembunuhan sadis yang menewaskan seorang wanita asal Bogor, Jawa Barat, DH (30), dan anaknya AG (4) di Kota Madiun, yaitu Dwi Bagus Martono alias Kaji Tono, sempat bertanya di sebuah grup WhatsApp tentang alat mesin penggiling daging.
Diduga kuat pelaku mencari alat tersebut yang akan digunakan untuk menggiling korban. Dalam tangkapan layar percakapan di dalam grup, Kaji Tono menanyakan di mana yang menjual mesin penggiling daging.
"Info yang jual mesin giling daging?," tanyanya dalam sebuah grup tersebut.
Unggahan Kaji Tono di grup tersebut tertanggal 22 September 2026 pada pukul 14.00 WIB. Diduga pelaku mencari alat tersebut setelah membunuh korban.
Namun, sumber internal mengatakan bahwa hal tersebut tidak diketahui admin grup karena kasus pembunuhan sadis tersebut belum terungkap.
Diberitakan sebelumnya, DH (30) wanita asal Bogor, Jawa Barat beserta anaknya AG (4) dinyatakan hilang. Laporan orang hilang tersebut dilaporkan oleh adiknya bernama Khanza pada 5 Oktober 2026 di Polres Madiun Kota.
Namun, laporan orang hilang tersebut berubah menjadi dugaan tindak pidana pembunuhan. Polisi mencurigai pelaku adalah orang dekat korban.
Lalu akhirnya pada Senin, 26 Oktober 2026 peristiwa ini terungkap. Jatanras Polda Jatim dan Sat Reskrim Polres Madiun Kota lalu melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan suami siri korban yaitu Dwi Bagus Martono alias Kaji Tono di wilayah Jombang, Jawa Timur, yang diduga kuat sebagai dalang di balik kasus ini.
Setelah dilakukan pengembangan, Dwi Bagus mengakui perbuatannya. Berdasarkan pengakuan awal terduga pelaku, ia melakukan perbuatan kejinya itu karena adanya perselisihan dengan korban.
Pada 27 Oktober 2026, Polda Jatim menetapkan Dwi Bagus Martono alias Kaji Tono sebagai tersangka dalam kasus tersebut. (*)
