FAO Akui Pisang Mas Kirana Lumajang Salah Satu Varietas dengan Cita Rasa Terbaik di Dunia

Jurnalis: Syamsudin
Editor: Rahmat Rifadin

14 Mar 2026 21:31

Thumbnail FAO Akui Pisang Mas Kirana Lumajang Salah Satu Varietas dengan Cita Rasa Terbaik di Dunia
Pertemuan Bupati Lumajang Indah Amperawati dengan Food and Agriculture Organization (FAO) dan Universitas Jember melalui program One Country One Priority Product (OCOP), 14 Maret 2026. (Foto: Kominfo Pemkab Lumajang) ., FAO,

KETIK, LUMAJANG – Dengan menggandeng dukungan internasional dan akademisi, Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus memperkuat posisi Pisang Mas Kirana sebagai komoditas unggulan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kolaborasi bersama Food and Agriculture Organization (FAO) dan Universitas Jember melalui program One Country One Priority Product (OCOP).

Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas, produktivitas, sekaligus memperkuat daya saing Pisang Mas Kirana yang selama ini dikenal sebagai salah satu varietas pisang unggulan dari Kabupaten Lumajang.

Upaya pengembangan ini juga diharapkan mampu memperluas peluang pasar serta meningkatkan nilai ekonomi bagi para petani di daerah sentra produksi.

Baca Juga:
Amankan Distribusi LPG 3 KG, Bupati dan Ketua DPRD Lumajang Lakukan Pantauan Di Sejumlah Titik

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyampaikan, pengembangan komoditas Pisang Mas Kirana masih menghadapi sejumlah tantangan di tingkat lapangan. Salah satu persoalannya adalah tingginya tingkat buah yang terafkir karena kualitas yang belum memenuhi standar pasar.

Menurutnya, penguatan kualitas produk menjadi langkah penting agar Pisang Mas Kirana tetap mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

“Selama ini masih ada buah yang terafkir karena kualitasnya belum sesuai standar. Karena itu, peningkatan kualitas dan pemeliharaan tanaman menjadi hal yang sangat penting untuk terus diperkuat,” ujarnya, 14 Maret 2026.

Sementara itu, Assistant FAO Representative, Ageng Herianto, menjelaskan Indonesia memiliki keragaman varietas pisang yang sangat besar. Namun di antara berbagai jenis tersebut, pisang mas kirana dari Lumajang memiliki reputasi yang sangat baik di tingkat internasional.

Baca Juga:
Belanja Pegawai Dibawah 30 Persen, Lumajang Jamin Tak Ada PHK Tenaga P3K

Berdasarkan data FAO, Pisang Mas Kirana dinilai sebagai salah satu pisang dengan cita rasa terbaik di dunia. Hal inilah yang mendorong FAO untuk memberikan dukungan melalui program OCOP guna meningkatkan kualitas serta produktivitas komoditas tersebut.

“Program OCOP yang dijalankan FAO fokus pada peningkatan kualitas dan produktivitas Pisang Mas Kirana. Salah satu aspek penting yang menjadi perhatian adalah peningkatan pemeliharaan tanaman oleh para petani,” tandasnya.

Selain aspek budidaya, penguatan kapasitas petani juga menjadi bagian penting dari program tersebut. Melalui bimbingan teknis, para petani diharapkan mampu memahami teknik penanaman, perawatan, hingga pengelolaan hasil panen secara lebih optimal.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember, Yuli Witono menegaskan kesiapan pihaknya untuk mendukung pengembangan Pisang Mas Kirana melalui riset dan inovasi teknologi pertanian.

Ia menyampaikan, pelaksanaan bimbingan teknis bagi kelompok tani akan sangat membantu meningkatkan pemahaman petani terhadap teknik budidaya yang tepat. Dengan demikian, produktivitas serta kualitas buah yang dihasilkan dapat terus ditingkatkan.

Pengembangan laboratorium kultur jaringan juga menjadi salah satu opsi penting untuk mendukung ketersediaan bibit unggul yang berkualitas dan seragam.

“Kultur jaringan dapat membantu menghasilkan bibit berkualitas sehingga mutu pisang tetap terjaga. Hal ini juga penting untuk memperkuat kepercayaan pasar terhadap pisang mas kirana Lumajang,” tuturnya.

Universitas Jember menyatakan siap bersinergi dengan FAO dan Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam melakukan penelitian serta pengembangan produk turunan dari Pisang Mas Kirana.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya hilirisasi komoditas hortikultura agar tidak hanya berhenti pada produksi buah segar, tetapi juga mampu menghasilkan berbagai produk olahan bernilai tambah.

Dengan penguatan pada sisi budidaya, teknologi bibit, hingga pengolahan produk, pengembangan pisang mas kirana diharapkan mampu membuka peluang pasar yang lebih luas, termasuk akses ekspor ke pasar internasional.

Bunda Indah menyambut baik sinergi antara FAO, Universitas Jember, serta program OCOP yang diharapkan dapat memperkuat posisi Pisang Mas Kirana sebagai komoditas unggulan daerah.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, lembaga internasional, dan perguruan tinggi merupakan langkah penting untuk memastikan pengembangan komoditas unggulan berjalan secara berkelanjutan.

“Terima kasih atas dukungan FAO dan UNEJ. Semoga pengembangan ini mampu mempertahankan kualitas pisang mas kirana sekaligus meningkatkan pemahaman petani terhadap teknologi kultur jaringan,” ujarnya.

Melalui kolaborasi tersebut, Lumajang tidak hanya memperkuat identitasnya sebagai daerah penghasil pisang mas kirana, tetapi juga mendorong lahirnya sistem pertanian yang lebih modern, berkelanjutan, dan berdaya saing global. (*)

Baca Sebelumnya

Merakyat! Bupati Gatut Sunu Undang Warga Tulungagung Tanpa Terkecuali Open House di Rumah Pribadinya Saat Lebaran

Baca Selanjutnya

Tampil Beda! PKS Trenggalek Ajak Awak Media Diskusi Semarakkan Ramadan

Tags:

FAO bunda indah l Bupati Lumajang Pemkab Lumajang pisang mas kirana

Berita lainnya oleh Syamsudin

Lagi, Kelangkaan LPG 3 Kg di Lumajang Kembali Terjadi

5 April 2026 20:30

Lagi, Kelangkaan LPG 3 Kg di Lumajang Kembali Terjadi

FAO Akui Pisang Mas Kirana Lumajang Salah Satu Varietas dengan Cita Rasa Terbaik di Dunia

14 Maret 2026 21:31

FAO Akui Pisang Mas Kirana Lumajang Salah Satu Varietas dengan Cita Rasa Terbaik di Dunia

Sambut Lebaran Bupati Lumajang Izinkan ASN Pakai Mobil Dinas

13 Maret 2026 22:35

Sambut Lebaran Bupati Lumajang Izinkan ASN Pakai Mobil Dinas

Kisah Candra Hermawan, Rider Lumajang yang Menembus Panggung Balap Asia

11 Maret 2026 15:06

Kisah Candra Hermawan, Rider Lumajang yang Menembus Panggung Balap Asia

Kado Ramadan untuk Para Pengabdi Penjaga Kehidupan Sosial Lumajang

11 Maret 2026 06:31

Kado Ramadan untuk Para Pengabdi Penjaga Kehidupan Sosial Lumajang

Sempat Terjadi Antrean Panjang, Bupati Indah Pastikan Distribusi BBM dan LPG Lumajang Lancar

9 Maret 2026 16:39

Sempat Terjadi Antrean Panjang, Bupati Indah Pastikan Distribusi BBM dan LPG Lumajang Lancar

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar