Orangutan Jantan Dibikin Pingsan Gegara Terpapar Asap Karhutla di Ketapang Kalbar

31 Agustus 2026 22:23 31 Agt 2026 22:23

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Orangutan Jantan Dibikin Pingsan Gegara Terpapar Asap Karhutla di Ketapang Kalbar

Tim Wildlife Rescue Unit BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI mengevakuasi orangutan jantan dewasa bernama Sampurna yang ditemukan lemas di kawasan perkebunan sawit masyarakat terdampak karhutla di Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Minggu, 30 Agustus 2026. (Foto: Dok. YIARI)

KETIK, KETAPANG – Seekor orangutan jantan dewasa bernama Sampurna ditemukan dalam kondisi lemas hingga tidak sadarkan diri di kawasan perkebunan sawit masyarakat di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Sampurna ditemukan warga sekitar pukul 06.00 WIB, Minggu, 30 Agustus 2026, di kawasan Dusun 1 Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara.

Saat ditemukan, kondisi orangutan tersebut sudah sangat lemah karena terpapar asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Seksi Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) kemudian melakukan penyelamatan setelah menerima laporan dari masyarakat.

Staf SKW I Ketapang BKSDA Kalbar, Sarbandi, mengatakan tim mendapati Sampurna dalam kondisi lemas dan tidak sadarkan diri saat tiba di lokasi.

“Pagi tadi kami menerima informasi dari masyarakat mengenai keberadaan orang utan di sekitar perkebunan. Kami langsung melakukan pengecekan ke lapangan dan menemukan orang utan tersebut dalam kondisi lemas,” kata Sarbandi, dikutip Ketik.com, Senin, 31 Agustus 2026.

Berdasarkan pemantauan tim, Sampurna sebenarnya telah terdeteksi berada di sekitar lokasi sejak 16 Agustus 2026.

Ketika itu, tim Orangutan Protection Unit (OPU) YIARI masih melihat Sampurna berpindah-pindah secara aktif.

Namun, ketika kembali ditemukan pada Minggu pagi, kondisi orangutan tersebut telah melemah di kawasan perkebunan sawit masyarakat.

Terpapar Asap dan Kekurangan Cairan

Kepala BKSDA Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane mengatakan kebakaran di sekitar habitat dan ruang jelajah satwa dapat memberikan tekanan terhadap pergerakan maupun kondisi satwa liar.

“Kebakaran tidak hanya berdampak terhadap tutupan lahan, tetapi juga berpotensi memberikan tekanan terhadap satwa liar yang berada di sekitarnya. Karena itu, pemantauan terhadap pergerakan satwa di wilayah terdampak juga penting dilakukan,” kata Murlan.

Saat proses penyelamatan berlangsung, kawasan berhutan di sekitar perkebunan sawit diketahui sedang terbakar dan menimbulkan asap.

Tim juga tidak menemukan sumber air di sekitar lokasi ditemukannya Sampurna.

Kondisi lemah yang dialami orangutan tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap serta kekurangan cairan.

Meski demikian, penyebab pasti dan tingkat dampaknya masih membutuhkan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Dokter hewan YIARI, Komara, sebelumnya menjelaskan bahwa paparan asap karhutla dapat mengganggu sistem pernapasan orangutan, terutama apabila asap dalam kondisi pekat dan berlangsung selama beberapa hari.

Dievakuasi Setelah Mendapat Penanganan Medis

Untuk memastikan pemeriksaan dan evakuasi berjalan aman, tim melakukan pembiusan secara terukur sekitar pukul 09.13 WIB.

Dokter hewan YIARI kemudian melakukan pemeriksaan dan memberikan penanganan awal berupa oksigen serta cairan melalui infus.

Tim medis juga mengambil sejumlah sampel, di antaranya darah, feses dan rambut untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sampurna sekaligus dipasangi microchip sebagai bagian dari sistem identifikasi dan pemantauan satwa.

Dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan luka terbuka maupun luka bakar pada tubuh Sampurna.

Setelah efek pembiusan berangsur hilang dan kondisi Sampurna dinilai memungkinkan untuk dipindahkan, tim mengevakuasinya ke Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI di Sungai Awan Kiri.

Sampurna selanjutnya akan menjalani observasi dan pemeriksaan kesehatan secara lebih menyeluruh. Pemeriksaan tersebut termasuk untuk mengetahui kemungkinan gangguan pada paru-paru maupun organ lainnya akibat paparan asap.

Murlan mengapresiasi laporan masyarakat serta kerja sama berbagai pihak yang memungkinkan Sampurna segera mendapatkan pertolongan.

“Kami mengapresiasi laporan masyarakat dan kerja sama seluruh pihak sehingga orang utan ini dapat segera mendapatkan pertolongan,” ujarnya.

Penyelamatan Sampurna menjadi perhatian di tengah ancaman karhutla terhadap habitat dan ruang jelajah satwa liar di Kalimantan Barat.

Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat yang menemukan orangutan maupun satwa liar lainnya di sekitar permukiman, perkebunan atau wilayah terdampak kebakaran agar tidak melakukan penanganan sendiri.

Masyarakat diminta menjaga jarak, tidak mengganggu maupun memberikan makanan kepada satwa, serta segera melaporkan keberadaannya kepada BKSDA atau petugas kehutanan setempat.(*)

Tombol Google News

Tags:

Sampurna Orangutan Bksda Kalbar Yiari Ketapang Karhutla Ketapang Orangutan Ketapang Kuala Satong Matan Hilir Utara Satwa liar Kebakaran hutan Habitat Orangutan Evakuasi Orangutan kalimantan barat Berita Ketapang Info Ketapang