KETIK, KEDIRI – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kediri mendorong Kediri Student Athletics Competition (KSAC) menjadi salah satu wadah pembinaan atletik usia muda secara berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Ketua KONI Kabupaten Kediri Hakim Rahmadsyah Parnata saat menghadiri KSAC 2026 yang digelar di Stadion Canda Bhirawa, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Senin 24 Agustus 2026 pagi.
Kompetisi atletik yang digelar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Kediri tersebut diikuti sebanyak 550 pelajar dari jenjang SD, SMP hingga SMA. Mereka mulai memadati Stadion Canda Bhirawa.
Hakim menilai tingginya jumlah peserta menunjukkan potensi atletik di Kabupaten Kediri cukup besar. Menurutnya, potensi tersebut harus diikuti dengan pembinaan yang konsisten agar para atlet muda dapat berkembang dan memiliki prestasi di tingkat yang lebih tinggi.
"Kegiatan hari ini diikuti 550 peserta, antusiasnya juga luar biasa. Semoga dengan adanya kegiatan ini benar-benar bisa melahirkan atlet-atlet yang berpotensi dan berbakat untuk cabang olahraga atletik di Kabupaten Kediri," kata Hakim.
Menurut Hakim, KSAC tidak semata-mata menjadi ajang perlombaan. Kompetisi tersebut juga dapat menjadi sarana untuk melihat kemampuan atlet sejak usia dini, sekaligus menjadi bagian dari proses pencarian bibit atlet yang nantinya dapat dibina untuk memperkuat kontingen Kabupaten Kediri.
Apalagi, atletik merupakan salah satu cabang olahraga yang memiliki ukuran capaian cukup jelas, baik melalui catatan waktu maupun jarak. Karena itu, perkembangan atlet dapat dipantau secara bertahap melalui hasil pertandingan dan proses latihan.
"Kita lihat potensinya cukup bagus. Ini membutuhkan pembinaan jangka panjang karena atletik merupakan olahraga terukur, sehingga tidak bisa instan," jelasnya.
Hakim menyebut sejumlah hasil yang ditorehkan peserta KSAC tahun ini juga cukup menjanjikan. Salah satunya terlihat dari nomor lempar yang mampu mencatat hasil lebih dari tujuh meter.
Menurut dia, catatan tersebut masih dapat dikembangkan apabila atlet mendapatkan program latihan dan pendampingan yang tepat secara berkelanjutan.
Namun, pembinaan atletik di Kabupaten Kediri juga masih menghadapi tantangan dari sisi fasilitas. KONI Kabupaten Kediri telah berkomunikasi dengan pemerintah daerah terkait pengembangan sarana olahraga, termasuk rencana renovasi lintasan atletik di Stadion Canda Bhirawa.
"Fasilitas memang masih perlu kita tingkatkan. Kami sudah berkomunikasi dengan pemerintah daerah terkait pengembangan fasilitas olahraga, termasuk lintasan atletik di Stadion Canda Bhirawa," ujarnya.
Sementara itu, Ketua PASI Kabupaten Kediri Erfin Fatoni mengatakan KSAC 2026 merupakan pelaksanaan kedua.
Tahun ini jumlah peserta mengalami peningkatan signifikan dengan total 550 pelajar.
Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, PASI tahun ini menerapkan pembagian peserta berdasarkan kelompok umur.
Sistem tersebut dinilai lebih efektif untuk melakukan pemantauan dan pembinaan atlet sesuai kategori usia.
"Alhamdulillah tahun ini peminatnya naik signifikan. Ada 550 pelajar SD, SMP dan SMA di wilayah Kabupaten Kediri," kata Erfin.
Dalam KSAC 2026, peserta bertanding pada tiga kelompok utama dalam atletik, yakni nomor lari, lompat dan lempar.
Sejumlah nomor lari yang dipertandingkan antara lain 60 meter, 80 meter, 100 meter, 400 meter hingga 5.000 meter.
Erfin menjelaskan, hasil KSAC juga menjadi salah satu bahan PASI untuk melakukan pemetaan atlet potensial yang dapat dipersiapkan menghadapi kompetisi olahraga pelajar maupun ajang tingkat daerah lainnya.
Atlet dengan hasil terbaik nantinya akan kembali dipantau catatan waktunya. Jika memenuhi limit yang ditentukan, mereka berpeluang masuk dalam program pembinaan dan dipersiapkan membawa nama Kabupaten Kediri.
"Ini sebagai salah satu sarana untuk seleksi PORDA yang akan dilaksanakan akhir tahun ini, bulan November di Kabupaten Ngawi," ujarnya.
PASI Kabupaten Kediri juga menargetkan KSAC tidak berhenti sebagai kompetisi tahunan.
Data peserta dan hasil pertandingan diharapkan dapat menjadi database atletik Kabupaten Kediri sehingga proses pencarian serta pembinaan atlet dapat dilakukan lebih terarah.
Hakim menambahkan, kesinambungan kompetisi dan pembinaan menjadi kunci untuk melahirkan atlet berprestasi.
KONI berharap KSAC dapat terus digelar setiap tahun dan menjadi wadah bagi atlet muda untuk mengasah kemampuan sekaligus menunjukkan perkembangan prestasinya.
"Harapannya kegiatan ini tidak hanya tahun ini saja, tetapi bisa menjadi kegiatan tahunan sehingga ada pembinaan yang berkelanjutan dan ada wadah untuk atlet, terutama atletik," pungkasnya.(*)
.png)