Kenalkan Lima Kunci Keamanan Pangan, Dinkes Kota Kediri Bentuk Kader Kesehatan Cilik

Jurnalis: Angga Prasetya
Editor: Rahmat Rifadin

28 Nov 2025 16:01

Thumbnail Kenalkan Lima Kunci Keamanan Pangan, Dinkes Kota Kediri Bentuk Kader Kesehatan Cilik
Kegiatan edukasi kesehatan di Taman Memorial Park Kota Kediri, 28 November 2025. (Foto: Angga/Ketik.com)

KETIK, KEDIRI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri memperkenalkan lima kunci keamanan pangan kepada ratusan peserta sekolah dasar di Kota Kediri.

Edukasi sejak dini itu sekaligus menjadi upaya Dinkes membentuk kader kesehatan cilik di sekolah.

Plt Kepala Dinkes Kota Kediri, dr. Fahmi melalui Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dwi Sunaryati menjelaskan, edukasi keamanan pangan sejak dini itu perlu diberikan agar anak-anak mampu memilih makanan yang aman dan sehat dikonsumsi.

Dwi menyebut ada lima kunci keamanan pangan yang perlu diketahui sejak dini. Yaitu kenali pangan aman, harus bebas dari cemaran fisik, kimia, dan biologis.

Baca Juga:
Kota Kediri Perkuat Transformasi Digital Adminduk, Pastikan Layanan Inklusif Bagi Kelompok Rentan

Kemudian membeli pangan di tempat yang bersih, penjual sehat, memakai masker dan sarung tangan, makanan tertutup, serta menggunakan penjepit.

Selain itu periksa kemasan, jangan membeli jika rusak, penyok, atau berubah warna. Cek label dengan teliti meliputi komposisi, kedaluwarsa, berat bersih, produsen, serta legalitas izin edar seperti PIRT, MD, dan ML.

Kemudian jaga kebersihan sebelum makan dengan mencuci tangan memakai sabun di air mengalir serta catat temuan makanan rusak atau basi untuk dilaporkan ke guru dan diteruskan ke Dinas Kesehatan.

"Dengan kampanye yang dilakukan diharapkan semua orang bisa mengetahui lima kunci keamanan pangan," kata Dwi, Jumat, 28 November.

Baca Juga:
Mbak Wali Lantik Pj Sekda Kota Kediri, Tekankan Integritas dan Optimalisasi Pelayanan Publik

Edukasi lima kunci keamanan pangan, lanjut Dwi, penting dilakukan mengingat masih banyak siswa sekolah dasar yang belum memahami cara memilih makanan sehat. Termasuk mengenali tanda-tanda makanan tidak layak konsumsi.

"Dengan adanya kegiatan edukasi ini, anak-anak bisa lebih tahu dan diharapkan bisa menjadi kader kesehatan cilik di lingkungan sekolah," imbuhnya.

Dia juga mengingatkan agar anak lebih berhati terhadap makanan yang tidak menyertakan label kedaluwarsanya. Seperti makanan-makanan berwarna mencolok yang berpotensi mengandung bahan kimia berbahaya.

"Anak usia sekolah dasar biasanya lebih patuh jika diberi tahu. Jika menemukan makanan tanpa tanda kedaluwarsa jangan dimakan atau dibeli," jelasnya.

Dengan adanya edukasi itu, Dwi berharap dapat membuat anak mampu memilih makanan sehat dan menghindari makanan yang tidak layak konsumsi. Ia pun mengingatkan pernah terjadi kasus gagal ginjal pada anak akibat terlalu sering mengonsumsi minuman instan.

"Karena itu, pemahaman tentang pangan sehat harus diajarkan sejak kecil," tegasnya.

Dwi menegaskan bahwa edukasi ini selaras dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dengan edukasi itu, anak-anak diharapkan mampu melakukan pengecekan sederhana terhadap makanan yang diterima, mulai dari cemaran fisik seperti kerikil, perubahan rasa akibat cemaran kimia, hingga tanda-tanda biologis seperti bau asam atau basi.

"Kalau ada MBG dibawa pagi dan baru dimakan siang hari lalu sudah basi, jangan dipaksa dimakan,” pesannya.

Untuk diketahui, edukasi kesehatan itu diikuti 200 siswa dasar kelas 3-6. Kegiatan yang berlangsung di Taman Memorial Park, Rabu, 26 November itu dalam rangkaian memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61.

Dalam kegiatan itu Dinkes Kota Kediri juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis melalui Aplikasi Satu Sehat bagi para wali murid. Aplikasi tersebut menyediakan layanan screening kesehatan yang terhubung dengan pemeriksaan gratis di fasilitas kesehatan.

"Dengan screening mandiri, ketika berobat di Puskesmas, datanya sudah masuk. Penyakit bisa terdeteksi lebih awal sehingga memudahkan tindakan selanjutnya," kata dia.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari siswa maupun orang tua. Dinkes Kota Kediri berencana melanjutkan sosialisasi keamanan pangan dan penggunaan Satu Sehat ke berbagai sekolah lainnya di Kota Kediri.

"Mudah-mudahan generasi yang akan datang semuanya sehat," pungkas Dwi. (*)

Baca Sebelumnya

Aksi Heroik Prajurit TNI di Banjir Bandang Nagan Raya Tuai Haru dan Apresiasi Korban

Baca Selanjutnya

Rebutan Gunungan Meriahkan Hari Jadi ke-1265 Kabupaten Malang

Tags:

Lima Kunci Keamanan Pangan Dinas Kesehatan Kota Kediri Humas Pemkot Kediri Pemerintah Kota Kediri wali kota Kediri Vinanda Prameswati Mbak Wali #mapan Edukasi kesehatan

Berita lainnya oleh Angga Prasetya

Meniti Jembatan Asa Kampung Onggoboyo di Kaki Gunung Kelud yang Terisolir Deru Kemajuan Zaman

12 April 2026 14:37

Meniti Jembatan Asa Kampung Onggoboyo di Kaki Gunung Kelud yang Terisolir Deru Kemajuan Zaman

159 Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Kediri Diusulkan Masuk Program BSPS 2026

10 April 2026 17:03

159 Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Kediri Diusulkan Masuk Program BSPS 2026

Nyawa Terselamatkan, Masinis dan Petugas KAI Gagalkan Upaya Bunuh Diri di Jalur KA Kertosono

9 April 2026 18:36

Nyawa Terselamatkan, Masinis dan Petugas KAI Gagalkan Upaya Bunuh Diri di Jalur KA Kertosono

Pengurus IKPI Kediri Resmi Dilantik, Solusi Perpajakan Kian Lebih Dekat

9 April 2026 17:40

Pengurus IKPI Kediri Resmi Dilantik, Solusi Perpajakan Kian Lebih Dekat

Satlantas Polres Kediri Kota Uangkap Pelaku Tabrak Lari, Ditangkap di Ngawi dalam Kurun Waktu 7 Jam

9 April 2026 15:32

Satlantas Polres Kediri Kota Uangkap Pelaku Tabrak Lari, Ditangkap di Ngawi dalam Kurun Waktu 7 Jam

Ketua Fraksi Golkar Soroti Banyaknya Pimpinan OPD di Pemkab Kediri yang Dijabat Plt

9 April 2026 13:02

Ketua Fraksi Golkar Soroti Banyaknya Pimpinan OPD di Pemkab Kediri yang Dijabat Plt

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar