Ramai Rumor Beri Upeti ke APH, Penambang Pasir Tradisional di Kediri Merasa Dirugikan

Jurnalis: Anis Firmansyah
Editor: Muhammad Faizin

21 Jan 2025 19:02

Thumbnail Ramai Rumor Beri Upeti ke APH, Penambang Pasir Tradisional di Kediri Merasa Dirugikan
Sejumlah penambang pasir tradisional di Jalan Mayor Bismo, tepatnya di belakang Masjid Baiturahman, Kelurahan Semampir, Kecamatan/Kota Kediri. (Foto : Anis/Ketik.co.id).

KETIK, KEDIRI – Sejumlah penambang pasir tradisional di Jalan Mayor Bismo, tepatnya di belakang Masjid Baiturahman, Kelurahan Semampir, Kecamatan/Kota Kediri, terpaksa menghentikan aktivitasnya untuk sementara waktu.

Hal ini terjadi setelah muncul pemberitaan yang menuding mereka memberikan upeti kepada Aparat Penegak Hukum (APH) sebesar Rp 2,5 juta per titik.

Marlan (52), salah satu penambang pasir tradisional, membantah tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa aktivitas penambangan yang dilakukan warga sudah berlangsung turun-temurun tanpa adanya praktik suap kepada aparat.

"Kami penambang tradisional sudah lama, bukan pakai cara mekanik. Ini sudah turun-temurun sejak kakek ke anak dan cucu cari nafkahnya di sini,” katanya, Selasa, 21 Januari 2025.

Baca Juga:
Perluas Gerakan, IKAPMII Kediri Raya Kukuhkan 29 PAC di Seluruh Wilayah

Marlan mengklaim, keberadaan penambang pasir tradisional di Sungai Brantas justru membawa manfaat bagi lingkungan. Ia menyebut bahwa para penambang juga turut membantu membersihkan sungai dari sampah, seperti plastik dan popok bayi.

"Kalau kami tidak menyelam, sampah-sampah itu makin menumpuk. Jadi sebenarnya keberadaan kami juga bermanfaat," tambahnya.  

Akibat pemberitaan yang dianggap menyudutkan, para penambang sudah tidak bekerja selama satu minggu. Hal ini berdampak langsung pada kondisi ekonomi mereka.

"Sehari para pekerja di sini dapat upah Rp 50 ribu. Kalau libur seperti ini otomatis kita ya tidak dapat apa-apa," ucap Marlan dengan nada kecewa.  

Baca Juga:
KONI Kediri Bidik Lima Besar Porprov Jatim 2027, Siapkan Strategi Pembinaan hingga Regulasi Atlet

Selain berdampak pada pekerja tambang, penghentian aktivitas ini juga merugikan pedagang di sekitar lokasi. Warung-warung yang biasanya ramai oleh para penambang kini sepi pelanggan.

Zaenal Arifin (56), salah satu warga setempat, mengatakan bahwa keberadaan penambang pasir tradisional sangat membantu perekonomian warga.  

"Tidak ada resah sama sekali. Ini yang bekerja di sini semuanya warga asli sini (Kelurahan Semampir). Dengan adanya aktivitas penambangan, banyak pedagang yang berjualan dan dagangannya laku," jelas Zaenal.

Sebelumnya tersebar rumor para penambang pasir di kawasan Semampir memberikan upeti ke APH untuk dapat menambang. Selain itu muncul keresahan warga sekitar terkait kegiatan penambangan, padahal setelah dikonfirmasi pada warga sekitar sekaligus penambang rumor tersebut tidak benar.

Para penambang yang berasal dari warga sekitar adalah penambang pasir tradisional yang menyelam, bukan menggunakan alat tertentu seperti yang dilarang. (*) 

Baca Sebelumnya

Program Konversi Motor Listrik 2025: ESDM Lanjutkan Insentif untuk Kurangi Emisi

Baca Selanjutnya

Fantastis, Dishub Halmahera Selatan Bakal Datangkan Kapal Feri dari DAK Rp 23 Miliar

Tags:

Penambang pasir tradisional kediri upeti APH

Berita lainnya oleh Anis Firmansyah

Produsen Mie Sedaap Buka Suara Soal Isu PHK di Gresik

24 Februari 2026 12:49

Produsen Mie Sedaap Buka Suara Soal Isu PHK di Gresik

PDAM Gresik Babak Belur, DPRD Soroti Kerugian dan Utang Membengkak Rp190 Miliar

24 Januari 2026 08:20

PDAM Gresik Babak Belur, DPRD Soroti Kerugian dan Utang Membengkak Rp190 Miliar

Pelayanan Buruk PDAM Gresik Dikeluhkan Warga

15 Januari 2026 17:15

Pelayanan Buruk PDAM Gresik Dikeluhkan Warga

Soal Banjir di Gresik, Dinas PUTR Akui Normalisasi Irigasi Belum Merata

5 Desember 2025 20:48

Soal Banjir di Gresik, Dinas PUTR Akui Normalisasi Irigasi Belum Merata

Aliran Sungai Kalilamong Meluap, Ratusan Rumah Warga di Gresik Terendam

19 November 2025 20:53

Aliran Sungai Kalilamong Meluap, Ratusan Rumah Warga di Gresik Terendam

Didorong Proyek Infrastruktur, Buas Property Hadirkan Solusi Hunian Mudah dan Terjangkau di Kediri

15 April 2025 07:27

Didorong Proyek Infrastruktur, Buas Property Hadirkan Solusi Hunian Mudah dan Terjangkau di Kediri

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar