Aktivis JIAD: Reformasi Kepolisian Dinilai Lebih Penting dari Wacana Polri di Bawah Kemendagri

Jurnalis: Syaiful Arif
Editor: Muhammad Faizin

30 Jan 2026 09:20

Headline

Thumbnail Aktivis JIAD: Reformasi Kepolisian Dinilai Lebih Penting dari Wacana Polri di Bawah Kemendagri
Ilustrasi pengemudi ojol Affan Kurniawan yang dilindas secara sadis oleh kendaraan rantis Brimob, peristiwa yang menjadi salah satu pemantik desakan reformasi terhadap Polri. (Ilustrator: Rihad Kumala/Ketik)

KETIK, JOMBANG – Wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kembali mencuat ke ruang publik. Namun, sejumlah kalangan menilai isu tersebut bukanlah persoalan utama. Yang jauh lebih mendesak adalah pembenahan mendasar terhadap integritas, profesionalisme, dan konsistensi Polri dalam menjalankan mandat reformasi.

Aktivis Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD) Jawa Timur, Aan Anshori, menilai diskursus Polri di bawah Kemendagri sejatinya merupakan kritik terhadap dua persoalan besar. Pertama, kuatnya dugaan politisasi Polri dalam kontestasi politik nasional, terutama dalam tiga periode pemilihan presiden terakhir. Kedua, menurunnya kepercayaan publik akibat berbagai kasus yang menyeret institusi kepolisian dalam beberapa tahun terakhir.

“Netralitas Polri, khususnya menjelang periode kedua Presiden Joko Widodo, banyak dipertanyakan. Institusi ini dituding dimanfaatkan untuk kepentingan kekuasaan,” kata Aan dalam pernyataannya, Jumat, 30 Januari 2026.

Selain isu netralitas, sorotan publik juga tertuju pada kinerja dan etika aparat. Sejumlah kasus, mulai dari perkara Ferdy Sambo hingga penanganan perkara yang memicu empati publik, seperti kriminalisasi korban, dinilai memperparah krisis kepercayaan terhadap Polri.

Baca Juga:
Pemprov Sulsel Jadi Lokus PKDN Sespimti Polri 2026, Dorong Perumusan Kebijakan Strategis

Meski demikian, Aan menegaskan bahwa menempatkan Polri di bawah presiden atau Kemendagri bukanlah solusi otomatis. 

“Di bawah kendali siapa pun, jika anggota Polri tidak setia pada sumpah jabatannya, maka institusi ini akan rapuh dari dalam,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa Polri merupakan aparat sipil sebagaimana mandat reformasi 1998, bukan instrumen militer atau kuasi-militer. Oleh karena itu, tugas utama Polri adalah melayani dan melindungi masyarakat, bukan sebaliknya.

Aan menilai, format Polri di bawah presiden masih relevan, dengan catatan presiden mampu menahan diri untuk tidak mempolitisasi maupun memiliterisasi kepolisian. Ia mendorong pembentukan tim percepatan reformasi kepolisian yang melibatkan akademisi dan aktivis berintegritas.

Baca Juga:
Alsintan Combine Harvester Bantuan Hilang di Jombang, Disperta Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi

Bahkan, menurutnya, opsi mendatangkan perwira kepolisian berintegritas dari negara dengan sistem kepolisian terbaik dunia seperti Denmark, Finlandia, Norwegia, Singapura, dan Belanda layak dipertimbangkan untuk membangun sistem dan budaya kerja Polri yang profesional dan berorientasi pelayanan publik.

“Polri harus ditempatkan tepat di bawah sumpah jabatannya,” kata Aan memungkasi. (*)

Baca Sebelumnya

Antara Korban Jambret, Tembok Mutiara, dan Alun-Alun Jayandaru Sidoarjo

Baca Selanjutnya

BMKG: Cuaca Kota Jayapura 30 Januari 2026 Diprakirakan Cerah, Bogor Berawan

Tags:

jiad Aan Anshori berita jombang polres jombang Polri Reformasi Polri Polri Di Bawah Presiden Polri dan Kemendagri netralitas Polri kepercayaan publik terhadap Polri mandat reformasi

Berita lainnya oleh Syaiful Arif

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

13 April 2026 13:31

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

MBG di Jombang Belum Merata, Zulhas Ungkap Baru 15 Persen Sekolah Berbasis Agama Terlayani

10 April 2026 14:25

MBG di Jombang Belum Merata, Zulhas Ungkap Baru 15 Persen Sekolah Berbasis Agama Terlayani

Kronologi Kecelakaan Truk Muat Paket Seruduk Truk Pasir di Tol Jombang, Dua Meninggal

10 April 2026 10:53

Kronologi Kecelakaan Truk Muat Paket Seruduk Truk Pasir di Tol Jombang, Dua Meninggal

Penghentian Pembangunan Pabrik Ayam di Jombang, DPRD Nilai Ketaatan Perizinan Perusahaan Lemah

9 April 2026 07:20

Penghentian Pembangunan Pabrik Ayam di Jombang, DPRD Nilai Ketaatan Perizinan Perusahaan Lemah

Izin Belum Lengkap, Pabrik Pemotongan Ayam di Jombang Disetop Satpol PP

6 April 2026 14:21

Izin Belum Lengkap, Pabrik Pemotongan Ayam di Jombang Disetop Satpol PP

7 Nama Muncul dalam Muscab PKB Jombang 2026, Uji Kompetensi Jadi Penentu Kepemimpinan Partai

5 April 2026 14:37

7 Nama Muncul dalam Muscab PKB Jombang 2026, Uji Kompetensi Jadi Penentu Kepemimpinan Partai

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H