Program Seragam Sekolah Gratis Jombang Tuai Sorotan! Ada Apa?

Jurnalis: Syaiful Arif
Editor: Fiqih Arfani

7 Jul 2025 11:12

Thumbnail Program Seragam Sekolah Gratis Jombang Tuai Sorotan! Ada Apa?
Ilustrasi peralatan sekolah. (Foto: Rihand/Ketik)

KETIK, JOMBANG – Program kain seragam sekolah gratis milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang kembali memicu keluhan. Para penjahit lokal mengaku ongkos jahit yang diterima sangat minim, sementara DPRD Jombang menyoroti adanya dugaan intervensi oknum LSM dalam proses survei harga.

Wakil Ketua DPRD Jombang Syarif Hidayatullah atau Gus Sentot menegaskan perlunya langkah tegas agar program ini tidak dijadikan ajang mencari keuntungan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab.

"Setiap tahun selalu ada keluhan soal program kain seragam sekolah gratis ini. Dulu soal keterlambatan, sekarang soal teknis dan ongkos jahit yang minim," kata Gus Sentot di Kantor DPC Demokrat Jombang, Senin 7 Juli 2025.

Menurutnya, tujuan awal program ini sebenarnya baik karena melibatkan UMKM penjahit desa. Namun, pelaksanaannya justru menimbulkan masalah baru.

Baca Juga:
[FOTO] FRMJ Demo Pemkab dan DPRD Jombang: Masyarakat Disuruh Irit BBM, Pejabat Foya-Foya!

"Banyak penjahit desa yang tidak paham sistem e-katalog. Mereka tidak tergabung dalam paguyuban sehingga tidak semua kebagian proyek. Pemerintah harus hati-hati agar niat baik ini tidak dimanfaatkan oknum," ujarnya.

Gus Sentot mengungkapkan informasi yang diterimanya, bahwa ada oknum-oknum LSM yang ikut memengaruhi survei harga ongkos jahit. Dugaan ini, katanya, berdampak langsung pada besaran upah penjahit.

"Saya mendengar ada oknum yang bermain di proses survei. Mereka memengaruhi sistem, ongkos jahit jadi turun, penjahit lokal yang dirugikan," tuturnya.

Dari laporan para penjahit, harga ongkos jahit dalam sistem e-katalog jauh lebih tinggi dibanding realisasi pembayaran di lapangan.

Baca Juga:
DPRD Jombang Cium Dugaan Kegagalan Proyek Pasar Ploso, Konsultan Perencana Merangkap sebagai Pengawas

Di e-katalog, ongkos jahit seragam SD tercatat Rp100 ribu per siswa. Namun penjahit hanya dibayar Rp85 ribu, sudah termasuk potongan pajak dan biaya lain. Untuk seragam SMP, pagu harga tercatat Rp112 ribu, tetapi para penjahit mengaku hanya mendapat Rp90 ribu per set.

"Kalau dipotong pajak, ongkos ngukur, dan biaya lainnya, sisa cuma Rp50 ribu. Untungnya tipis sekali," ujar F, salah satu koordinator penjahit di wilayah utara Brantas.

Gus Sentot pun meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang serta Komisi D DPRD untuk segera turun tangan dan menelusuri dugaan permainan harga tersebut.

"Saya minta Disdikbud dan Komisi D bersih-bersih dari praktik semacam ini. Ini proyek untuk rakyat, bukan untuk dipotong oknum. Harus ada ketegasan supaya program bantuan kain seragam sekolah gratis ini tidak dicoreng KKN," tegasnya.

Program kain seragam sekolah gratis merupakan salah satu bentuk bantuan pendidikan Pemkab Jombang untuk meringankan beban wali murid. Namun rendahnya ongkos jahit dan potensi campur tangan pihak luar kini dinilai mencoreng tujuan baik program tersebut. (*)

Baca Sebelumnya

Lantik Anggota KPID Jatim, Gubernur Khofifah Ajak Wujudkan Ruang Digital Sehat

Baca Selanjutnya

Kereta Kelinci Dilarang Angkut Rombongan Jarak Jauh, Satlantas Blitar Kota Prioritaskan Keselamatan Anak

Tags:

DPRD Jombang seragam sekolah Disdikbud Jombang

Berita lainnya oleh Syaiful Arif

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

13 April 2026 13:31

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

MBG di Jombang Belum Merata, Zulhas Ungkap Baru 15 Persen Sekolah Berbasis Agama Terlayani

10 April 2026 14:25

MBG di Jombang Belum Merata, Zulhas Ungkap Baru 15 Persen Sekolah Berbasis Agama Terlayani

Kronologi Kecelakaan Truk Muat Paket Seruduk Truk Pasir di Tol Jombang, Dua Meninggal

10 April 2026 10:53

Kronologi Kecelakaan Truk Muat Paket Seruduk Truk Pasir di Tol Jombang, Dua Meninggal

Penghentian Pembangunan Pabrik Ayam di Jombang, DPRD Nilai Ketaatan Perizinan Perusahaan Lemah

9 April 2026 07:20

Penghentian Pembangunan Pabrik Ayam di Jombang, DPRD Nilai Ketaatan Perizinan Perusahaan Lemah

Izin Belum Lengkap, Pabrik Pemotongan Ayam di Jombang Disetop Satpol PP

6 April 2026 14:21

Izin Belum Lengkap, Pabrik Pemotongan Ayam di Jombang Disetop Satpol PP

7 Nama Muncul dalam Muscab PKB Jombang 2026, Uji Kompetensi Jadi Penentu Kepemimpinan Partai

5 April 2026 14:37

7 Nama Muncul dalam Muscab PKB Jombang 2026, Uji Kompetensi Jadi Penentu Kepemimpinan Partai

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar