Menanti Kepastian Hukum, Kasus Pemukulan Kepala Satpol PP di Alun-alun Jombang

Jurnalis: Syaiful Arif
Editor: Muhammad Faizin

31 Jan 2026 15:39

Thumbnail Menanti Kepastian Hukum, Kasus Pemukulan Kepala Satpol PP di Alun-alun Jombang
Ilustrasi pengeroyokan Kepala Satpol PP oleh PKL di Alun-alun Jombang. (Ilustrator: Asad Ulil Albab/Ketik.com)

KETIK, JOMBANG KETIK, JOMBANG – Kawasan Alun-alun Jombang kembali menjadi sorotan publik menyusul kasus dugaan pemukulan terhadap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jombang saat penertiban pedagang kaki lima (PKL). 

Peristiwa ini menegaskan kembali bahwa Alun-alun Jombang merupakan zona merah PKL yang seharusnya steril dari aktivitas jual beli, tanpa ruang pembiaran.

Ketua Serikat Pedagang Kaki Lima (Spekal) Jombang, Joko Fattah Rochim, menilai penegakan aturan di kawasan ruang terbuka publik tersebut tidak boleh setengah-setengah. 

Ia mendorong kepolisian agar segera menuntaskan proses hukum kasus pemukulan demi menghadirkan kepastian hukum dan efek jera.

Baca Juga:
Alsintan Combine Harvester Bantuan Hilang di Jombang, Disperta Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi

“Kasus ini harus dituntaskan. Jangan sampai ada kesan dibiarkan. Kepastian hukum penting, bukan hanya untuk Satpol PP, tetapi juga bagi PKL yang selama ini sudah patuh aturan,” ujar Fattah, Sabtu, 31 Januari 2026.

Menurutnya, Alun-alun Jombang sejak lama telah ditetapkan sebagai kawasan terlarang bagi PKL. Relokasi pedagang sudah dilakukan bertahap, mulai dari Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Diponegoro, hingga eks Stasiun Jombang ke Sentra Kuliner.

“Alun-alun itu zona merah. Sejak dulu sudah steril. Kalau kemudian muncul pedagang lagi, itu bukan soal penertiban semata, tapi soal pengawasan dan pembiaran,” katanya.

Fattah menilai, insiden kekerasan yang terjadi saat penertiban tidak bisa dilepaskan dari lemahnya pengendalian lintas organisasi perangkat daerah (OPD), terutama pengelola kawasan Alun-alun Jombang.

Baca Juga:
Pembangunan Tower Ilegal di Sumobito Jombang Dihentikan Petugas Satpol PP, Ini Penyebabnya

“Kalau sejak awal satu dua pedagang langsung ditertibkan, kericuhan tidak akan terjadi. Ini kawasan yang dilengkapi CCTV. Artinya, potensi pembiaran harus dievaluasi,” ujarnya.

Ia menegaskan, penegakan Perda harus dilakukan konsisten agar tidak memicu konflik horizontal, apalagi sampai berujung kekerasan terhadap aparat.

“Jangan sampai satu dua oknum mencoreng PKL lain yang sudah taat. Karena itu, proses hukum harus jalan sampai tuntas agar ada efek jera,” katanya.

Sementara itu, Satreskrim Polres Jombang memastikan penanganan kasus dugaan penganiayaan terhadap Kepala Satpol PP masih berlanjut. Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, membantah isu yang menyebut perkara tersebut telah selesai melalui kesepakatan damai.

“Proses hukum masih berjalan. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” ujar AKP Dimas.

Kasus dugaan pemukulan tersebut terjadi saat penertiban PKL di kawasan Alun-alun Jombang pada 19 Desember 2025 lalu. 

Publik kini menanti langkah tegas aparat penegak hukum agar penegakan aturan di zona merah Alun-alun Jombang tidak berhenti pada penertiban, tetapi juga menjamin keadilan dan kepastian hukum.

Baca Sebelumnya

Belum Ada Obatnya, Ini Cara Cegah Penularan Virus Nipah

Baca Selanjutnya

Misi Berhasil, Srikandi Mojopahit Libas Persegres 8-0 di Turnamen Sepak Bola Putri U-15

Tags:

pemukulan satpol pp alun-alun jombang polres jombang berita jombang PKL kekerasan jombang

Berita lainnya oleh Syaiful Arif

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

13 April 2026 13:31

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

MBG di Jombang Belum Merata, Zulhas Ungkap Baru 15 Persen Sekolah Berbasis Agama Terlayani

10 April 2026 14:25

MBG di Jombang Belum Merata, Zulhas Ungkap Baru 15 Persen Sekolah Berbasis Agama Terlayani

Kronologi Kecelakaan Truk Muat Paket Seruduk Truk Pasir di Tol Jombang, Dua Meninggal

10 April 2026 10:53

Kronologi Kecelakaan Truk Muat Paket Seruduk Truk Pasir di Tol Jombang, Dua Meninggal

Penghentian Pembangunan Pabrik Ayam di Jombang, DPRD Nilai Ketaatan Perizinan Perusahaan Lemah

9 April 2026 07:20

Penghentian Pembangunan Pabrik Ayam di Jombang, DPRD Nilai Ketaatan Perizinan Perusahaan Lemah

Izin Belum Lengkap, Pabrik Pemotongan Ayam di Jombang Disetop Satpol PP

6 April 2026 14:21

Izin Belum Lengkap, Pabrik Pemotongan Ayam di Jombang Disetop Satpol PP

7 Nama Muncul dalam Muscab PKB Jombang 2026, Uji Kompetensi Jadi Penentu Kepemimpinan Partai

5 April 2026 14:37

7 Nama Muncul dalam Muscab PKB Jombang 2026, Uji Kompetensi Jadi Penentu Kepemimpinan Partai

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H