Kenalkan Istilah “Jas Hijau”, Prabowo: Jangan Sekali-kali Lupakan Jasa Ulama

27 Agustus 2026 23:13 27 Agt 2026 23:13

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Kenalkan Istilah “Jas Hijau”, Prabowo: Jangan Sekali-kali Lupakan Jasa Ulama

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan saat menghadiri sekaligus meresmikan pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis, 27 Agustus 2026. (Foto: Tangkap Layar)

KETIK, JOMBANG – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan penghormatan mendalam kepada para kiai dan ulama atas jasa serta peran besar mereka dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Penghormatan tersebut disampaikan saat Presiden menghadiri sekaligus meresmikan pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Lapangan Untung Surapati, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis, 27 Agustus 2026.

Dalam sambutannya, Presiden mengingatkan kembali peran penting ulama, kiai, dan pesantren dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, meski kemerdekaan diproklamasikan di Jakarta, salah satu ujian terbesar dalam mempertahankan kemerdekaan terjadi dalam pertempuran Surabaya pada Oktober dan November 1945.

"Saya ingin menyampaikan penghormatan saya kepada para Kiai dan Ulama. Karena kemerdekaan bangsa Indonesia memang diproklamasikan di Jakarta. Tapi kemerdekaan bangsa Indonesia diuji di Surabaya. Dan dalam pertempuran Surabaya, Oktober, November 1945, peran dari Ulama, peran dari Kiai-Kiai, peran daripada pesantren sangat besar," ujar Presiden.

Dari sejarah perjuangan tersebut, Prabowo kemudian memperkenalkan istilah "Jas Hijau". Istilah itu disampaikan sebagai pengingat agar bangsa Indonesia tidak melupakan jasa para ulama.

Ungkapan tersebut merujuk pada istilah "Jas Merah" yang dikenal sebagai pesan Presiden pertama RI Soekarno agar bangsa Indonesia tidak pernah melupakan sejarah.

"Karena itu, saya ingin kalau pernah, kalau tidak salah Bung Karno ya, mengatakan Jas Merah. Jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Saya ingin menyampaikan Jas Hijau. Jangan sekali-sekali melupakan jasa ulama," tegasnya.

Penghormatan Presiden tidak hanya ditujukan kepada ulama dan kiai yang dikenal luas. Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada para kiai di berbagai pelosok Tanah Air yang selama ini mengabdikan diri kepada masyarakat tanpa banyak mendapat sorotan.

"Terima kasih kepada semua ulama. Yang terkenal maupun Kiai-Kiai kampung, yang mungkin namanya tidak pernah masuk televisi. Tapi setiap hari menjaga akhlak anak-anak kita," ucapnya.

Menurut Presiden, para ulama dan kiai memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan masyarakat, mulai dari membina akhlak generasi muda, menjaga kerukunan umat, hingga merawat kedamaian di lingkungan masing-masing.

"Menjaga kerukunan umat dan kerukunan antarumat. Menjaga kedamaian di desa. Dan mendoakan bangsa tanpa meminta apa pun kepada negara. Terima kasih. Hormat saya kepada para Ulama semuanya," lanjut Presiden.

Di hadapan peserta Muktamar ke-35 NU, Prabowo juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama, mulai dari para kiai, nyai, hingga santri dan santriwati.

Presiden menekankan bahwa kekuatan dan kerukunan NU memiliki arti penting bagi kekuatan dan persatuan bangsa Indonesia.

"Terima kasih Nahdlatul Ulama, terima kasih para kiai, terima kasih para ibu-ibu nyai, terima kasih para santri-santriwati. NU kuat artinya Indonesia kuat. Kalau NU rukun, Indonesia rukun. NU berhikmat, Indonesia bermartabat," tutur Presiden.

Muktamar ke-35 NU menjadi forum penting bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama untuk membahas arah organisasi ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo sekaligus menegaskan penghormatan negara terhadap peran ulama, kiai, pesantren, serta warga NU yang dinilainya memiliki kontribusi besar dalam menjaga kemerdekaan, persatuan, dan kehidupan masyarakat Indonesia.(*)

Tombol Google News

Tags:

Prabowo Subianto Muktamar NU Muktamar Ke-35 Nu nahdlatul ulama Jas Hijau Jasa Ulama Kiai Indonesia Pesantren jombang berita jombang info jombang