Gerakan Peduli Muria Tanam Ratusan Pohon, Pulihkan Fungsi Hutan Puncak Savana Tunggangan

Jurnalis: Malik Naharul
Editor: Rahmat Rifadin

21 Des 2025 22:15

Thumbnail Gerakan Peduli Muria Tanam Ratusan Pohon, Pulihkan Fungsi Hutan Puncak Savana Tunggangan
Puluhan relawan dari berbagai komunitas pecinta alam se-Karesidenan Pati berfoto bersama saat melakukan penanaman ratusan pohon di Bukit Savana Puncak Tunggangan, Pegunungan Muria, Minggu (21/12/2025). Aksi reboisasi ini diinisiasi Gerakan Peduli Muria bersama Kampoeng Kopi Tempur sebagai upaya memulihkan fungsi hutan dan menjaga keberlanjutan sumber mata air di kawasan Muria (Foto: Malik Naharul/Ketik.com)

KETIK, JEPARA – Upaya pemulihan ekosistem Pegunungan Muria kembali dilakukan melalui kegiatan penanaman pohon di Bukit Savana Puncak Tunggangan, Minggu, 21 Desember 2025.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Gerakan Peduli Muria bersama Kampoeng Kopi Tempur, dengan melibatkan puluhan relawan dari berbagai komunitas se-Karesidenan Pati.

Penggagas kegiatan, Mahfudz Aly, mengatakan bahwa penanaman ini merupakan bentuk keprihatinan atas semakin rusaknya kawasan hutan Muria dan berkurangnya sumber mata air.

“Kegiatan penanaman di Bukit Savana Puncak Tunggangan ini memang kita inisiasi mewakili Gerakan Peduli Muria. Kita mengajak teman-teman komunitas dari Pati, Jepara, dan Kudus. Relawan yang ikut sekitar 40 sampai 50 orang, mewakili berbagai organisasi dan komunitas pecinta alam,” ujar Mahfudz.

Baca Juga:
Akar Dijamin Aman, DLH Kota Malang Pastikan Penanaman Tabebuya di Suhat Tak Rusak Drainase

Foto Dua relawan menunjukkan salah satu pohon yang telah ditanam di kawasan Bukit Savana Puncak Tunggangan, Pegunungan Muria. Penanaman ini merupakan bagian dari aksi reboisasi Gerakan Peduli Muria untuk memulihkan fungsi hutan dan menjaga keberlanjutan sumber mata air di kawasan pegunungan, Minggu (21/12/2025) (Foto: Malik Naharul/Ketik.com).Dua relawan menunjukkan salah satu pohon yang telah ditanam di kawasan Bukit Savana Puncak Tunggangan, Pegunungan Muria. Penanaman ini merupakan bagian dari aksi reboisasi Gerakan Peduli Muria untuk memulihkan fungsi hutan dan menjaga keberlanjutan sumber mata air di kawasan pegunungan, Minggu (21/12/2025) (Foto: Malik Naharul/Ketik.com).

Sejumlah komunitas yang terlibat di antaranya Relawan Donking Jepara, Relawan Praduli Langgat Adhirajasa Pati, Gemati Vicus Jepara, Pring Kuning, TRC Adventure, Ansor Bagana Tempur, Pokja Destana Tempur Jepara, serta relawan independen dari Jepara, Pati, dan Kudus.

Dalam kegiatan tersebut, para relawan menanam sekitar 200–250 pohon di kawasan puncak Tunggangan, tepatnya di Pos 2 jalur pendakian Rahtawu, Kudus. Jenis pohon yang ditanam merupakan tanaman keras dan tanaman penyangga ekosistem.

“Jenis pohon yang kita tanam di antaranya pohon karet, ringin, pule, bergat, kepelung, dan jenis lainnya. Ini kita pilih untuk memperkuat kawasan dan membantu pemulihan lingkungan,” jelasnya.

Baca Juga:
Peringati HUT ke-79 Megawati, PAC PDI Perjuangan Bangorejo Banyuwangi Gelar Aksi Penanaman Ratusan Bibit Pohon

Mahfudz menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah mengembalikan fungsi hutan yang rusak akibat kebakaran hebat tahun 1998, yang berdampak besar terhadap ekosistem Muria.

“Kebakaran hutan tahun ’98 itu dampaknya luar biasa. Dulu sekitar 25 tahun lalu ada ribuan sumber mata air, sekarang tinggal ratusan. Penanaman ini memang tidak seberapa, tapi ini ikhtiar kita untuk mengembalikan fungsi hutan dan sumber air,” katanya.

Sementara lahan yang digunakan untuk penanaman merupakan lahan pribadi yang telah dikelola secara khusus untuk konservasi, bukan untuk perkebunan.

“Lahan di Bukit Savana Tunggangan ini kita kelola pribadi, tapi khusus untuk konservasi. Tidak untuk kopi atau tanaman komersial. Kita buka untuk relawan yang ingin menanam, bahkan bisa satu lingkaran atau lebih,” tambah Mahfudz.

Ia juga mengingatkan dampak nyata kerusakan hutan yang pernah dirasakan warga Desa Tempur dan sekitarnya.

“Banjir bandang pernah terjadi di Desa Tempur sekitar Maret 2006. Itu delapan tahun setelah kebakaran hutan ’98. Akibatnya tiga rumah rusak, dua mobil hanyut, dan hampir seluruh jembatan di Desa Tempur putus. Itu menurut kami dampak langsung dari kebakaran dan pembabatan hutan,” ungkapnya.

Setelah kejadian tersebut, masyarakat sepakat menghentikan penanaman jagung di kawasan bekas kebakaran dan beralih ke tanaman keras dan kopi. Namun, menurut Mahfudz, muncul persoalan baru berupa menurunnya debit sumber mata air akibat minimnya pohon besar.

“Sekarang tanah memang kuat karena akar kopi saling mengikat, tapi masalah baru muncul, sumber air semakin berkurang karena pohon besar sudah sedikit. Maka sekarang kita menanam pohon untuk masa depan. Kita tanam hari ini, insyaallah 20–25 tahun ke depan pohon ini bisa mengembalikan sumber mata air untuk anak cucu kita,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, para relawan berharap Bukit Savana Puncak Tunggangan kembali berfungsi sebagai kawasan resapan air dan penyangga ekosistem Pegunungan Muria, sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga hutan demi keberlanjutan lingkungan. (*)

Baca Sebelumnya

Peringati Hari Ibu, Tim Penggerak PKK Karangkemiri Cilacap Gelar Lomba Senam Kreasi

Baca Selanjutnya

Surat Persetujuan Konfercab NU Banyuwangi Saling Dianulir Dua Kubu PBNU

Tags:

Jepara Relawan Jepara Penanaman Pohon pelestarian lingkungan gerakan peduli muria bukit savana tunggangan pegunungan muria konservasi hutan Sumber mata air pati Kudus kampoeng kopi tempur

Berita lainnya oleh Malik Naharul

PCNU Jepara Salurkan 1.391 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Banjir Bandang dan Longsor di Desa Tempur

29 Januari 2026 21:06

PCNU Jepara Salurkan 1.391 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Banjir Bandang dan Longsor di Desa Tempur

Heboh Jelang Tahun Baru! Polres Jepara Gagalkan Edaran Sabu Nyaris 1 Kg

31 Desember 2025 15:45

Heboh Jelang Tahun Baru! Polres Jepara Gagalkan Edaran Sabu Nyaris 1 Kg

Gerakan Peduli Muria Tanam Ratusan Pohon, Pulihkan Fungsi Hutan Puncak Savana Tunggangan

21 Desember 2025 22:15

Gerakan Peduli Muria Tanam Ratusan Pohon, Pulihkan Fungsi Hutan Puncak Savana Tunggangan

Hasil Lab Tegaskan Menu MBG di Jepara Aman, Bukan Penyebab Keracunan Siswa

30 September 2025 14:58

Hasil Lab Tegaskan Menu MBG di Jepara Aman, Bukan Penyebab Keracunan Siswa

Awalnya Coba-Coba, ASN Ini Malah Jadi Pengedar Narkoba di Karimunjawa

11 September 2025 14:07

Awalnya Coba-Coba, ASN Ini Malah Jadi Pengedar Narkoba di Karimunjawa

Ambyar! Konser Denny Caknan Bertajuk Warisan Rasa Sukses Guncang Alun-Alun Jepara

16 Juli 2025 06:09

Ambyar! Konser Denny Caknan Bertajuk Warisan Rasa Sukses Guncang Alun-Alun Jepara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend