Sikapi Isu Perpecahan, DPRD Jember dan Partai Pengusung Sarankan Bupati-Wabup Duduk Bersama

Jurnalis: Muhammad Hatta
Editor: Muhammad Faizin

13 Mar 2025 20:02

Thumbnail Sikapi Isu Perpecahan, DPRD Jember dan Partai Pengusung Sarankan Bupati-Wabup Duduk Bersama
Unggahan Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait menanggapi isu perpecahan dirinya dengan sang wakil, Djoko Susanto, di media sosial. (Tangkapan layar/ Atta)

KETIK, JEMBER – Santer isu perpecahan antara Bupati Jember Muhammad Fawait dengan Wakil Bupati Jember Djoko Susanto. Munculnya isu soal perpecahan itu, berawal dari beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Bupati Fawait. Tidak tampak Wakil Bupati Djoko mendampingi.

Diantaranya saat Apel Perdana di depan Kantor Pemkab Jember, Pawai Budaya saat Bupati Fawait akan masuk ke Pendapa Wahyawibawagraha, dan juga kegiatan apel pengecekan armada kendaraan di lingkungan Pemkab Jember, beberapa waktu lalu.

Dari santernya isu perpecahan ini, memunculkan tanggapan dari DPRD Jember sebagai bagian dari Pemerintah Kabupaten Jember.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan dan Anggota Komisi C DPRD Jember Edi Cahyo Purnomo, juga memberikan tanggapan dan masukan saran. Menyikapi isu perpecahan tersebut.

Baca Juga:
Target Nol Kemiskinan Ekstrem 2029, Bupati Jember Dorong Optimalisasi Hutan Sosial

"Saya melihat di beberapa media, baik statement Bupati maupun wakilnya. Ini menurut kami isi yang dirangkai, juga untuk kepentingan masyarakat. Tapi saya memahami, keduanya memiliki tujuan baik untuk kepentingan masyarakat," kata pria yang juga akrab disapa Ipung itu, Kamis, 13 Maret 2025

Ipung sepakat dengan istilah, bupati dan wakil bupati adalah layaknya bentuk rumah tangga, yakni pasangan suami istri maupun manten.

"Kalau sama-sama berpikir untuk kepentingan rakyat, harus punya satu pandangan dan tujuan sama. Ya harus duduk bareng, ya berdiskusi untuk berpikir kepentingan masyarakat. Nah kemudian, munculnya persoalan (disebut isu perpecahan). Maka perlu duduk bersama, untuk membahas pemerintahan itu," ujarnya.

Dari bentuk harmonisasi dalam memimpin Jember. Legislator PDI Perjuangan ini juga mencontohkannya saat pemerintahan Kabupaten Jember era Bupati MZA Djalal dan Wakilnya Kusen Andalas.

Baca Juga:
Viral Kasus Bullying Siswa di Jember, Akademisi Soroti Bahaya Normalisasi Kekerasan Remaja

"Dulu PDI Perjuangan (pemerintahan sebelumnya), punya wakil bupati. Maka dalam hal ini (Tupoksi Wakil Bupati), tentu ya membantu. Apa yang menjadi arah dan tujuan bupati. Itu yang dulu dilakukan oleh Wakil Bupati (Kader PDI Perjuangan), ya saat itu Bapak Kusen Andalas," ungkapnya.

Dalam memimpin Jember, lanjutnya, memiliki kewenangan masing-masing. 

"Tapi memang hari ini (karena bukan kader PDI Perjuangan), kami tidak tahu. Kenapa? Ya karena kami tidak masuk di dalamnya. Kami (PDI Perjuangan), tidak pernah duduk maupun berkomunikasi secara langsung," jelentrehnya.

"Dengan kondisi saat ini terus menerus terjadi, maka hal ini menjadi kurang baik. Apalagi beberapa hal jika membahas soal kebijakan. Situasi inipun dari kacamata masyarakat kurang baik. Dampaknya situasi Jember maka juga akan berdampak, dan kurang baik. Sehingga harapan kami, duduk bersama adalah solusi," imbuhnya.

Sementara itu menurut Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaedi, sebagai partai pengusung dan pendukung saat Pilkada 2024 lalu, mengingatkan tentang tupoksi dalam bekerja, sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Pasal 66.

"Wakil bupati itu membantu, intinya begitu. Dia punya kewenangan besar, apabila memang diberikan kewenangan tersebut oleh bupati dengan keputusan peraturan bupati," tegasnya. 

"Kalau sesuai dengan undang-undang ya sebatas membantu jalannya pemerintahan. Jadi pimpinannya satu, yaitu bupati. Kalau istilahnya filosofi ban serep, kita punya mobil dan kapan digunakan," sambungnya. 

Ayub juga sepakat dengan istilah pasangan suami istri dalam bentuk rumah tangga.

"Sama halnya keluarga, bupati dan wakil bupati itu seperti suami istri. Jadi kalau ada masalah, jangan diumbar ke tetangganya," ulasnya. 

"Cukup bagaimana komunikasi, kan sudah sama besar atau sama-sama dewasa pemikirannya. Bagaimana program 100 hari berjalan. Pemerintahan juga berjalan baik," imbuhnya. 

Menyikapi soal isu perpecahan antara Bupati-Wakil Bupati. Diketahui melalui medsosnya di Thread, Bupati Fawait menegaskan bahwa hubungannya dengan Wakil Bupati Jember Djoko Susanto baik-baik saja.

"Saya tegaskan, tidak ada upaya mematikan peran Wakil Bupati. Pemerintahan berjalan sesuai aturan, dan setiap tugas harus dijalankan sesuai porsinya. Pihak kami selalu melibatkan siapapun untuk berkontribusi dalam membangun Kota Jember," tulis akun Bupati Fawait melalui medsos Thread.

"Tidak ada intervensi tim sukses dalam birokrasi. Kami fokus pada pembangunan Jember, dan yang dibutuhkan saat ini adalah sinergi, bukan polemik," imbuhnya.

Sementara terkait isu perpecahan tersebut, Wakil Bupati Djoko Susanto juga mengungkapkanya dalam kegiatan Pemkab Jember melalui acara Forum Antar OPD Beberapa waktu lalu.

"Alhamdulillah, saya juga belum dilibatkan dalam hal penataan kelembagaan. Saya belum pernah diajak berbicara oleh siapapun. Termasuk kemarin, ada pengisian pos-pos jabatan kosong Plt, belasan Plt. Atau mungkin Mas Dima (Sekretaris Tim Pemenangan Pilkada 2024) lebih paham dari saya," kata Djoko saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Lebih lanjut Wabup Djoko juga mempertanyakan, soal pelibatan pihak-pihak lain dalam penataan birokrasi di lingkungan Pemkab Jember.

"Makanya, kemarin saya bikin nota dinas pada inspektorat untuk melakukan audit kepatuhan atas proses penerbitan SK (pengisian jabatan Plt.) itu. Kita tunggu hasilnya. Prinsipnya, apapun yang harus kita lakukan, kita harus melalui mekanisme kepegawaian," ujarnya. (*) 

Baca Sebelumnya

Di FKPRA - RKPD 2026 Halsel, Wabup Helmi Umar Muchsin Dorong Semua Pihak Berikan Masukan Konstruktif

Baca Selanjutnya

Terkait Pencairan Anggaran PPKBD Kabupaten Madiun, LSM Garis Pakem Mandiri Siap Melapor ke APH

Tags:

Jember Bupati Jember Wabup Jember Muhammad Fawait Gus Fawait Djoko Susanto DPRD Jember

Berita lainnya oleh Muhammad Hatta

Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

5 April 2026 21:15

Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

Video Percikan Api Lokomotif Viral di TikTok, KAI Pastikan Bukan Kebakaran

4 April 2026 11:51

Video Percikan Api Lokomotif Viral di TikTok, KAI Pastikan Bukan Kebakaran

Diduga Terpeleset Saat Menimba Air, Perempuan di Puger Jember Tewas Tercebur Sumur

4 April 2026 11:25

Diduga Terpeleset Saat Menimba Air, Perempuan di Puger Jember Tewas Tercebur Sumur

Terungkap, Dugaan Bullying Siswa SMA di Jember Dipicu Voice Note dan Konflik Lama

4 April 2026 11:00

Terungkap, Dugaan Bullying Siswa SMA di Jember Dipicu Voice Note dan Konflik Lama

Korban Bullying di Jember Alami Trauma, Dinsos Libatkan Psikolog

4 April 2026 10:00

Korban Bullying di Jember Alami Trauma, Dinsos Libatkan Psikolog

Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

4 April 2026 09:05

Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda