Pegawai Honorer Depresi Tiga Bulan Tak Dapat Gaji, Dijenguk Wakil Bupati Jember

Jurnalis: Muhammad Hatta
Editor: Muhammad Faizin

21 Mar 2025 16:15

Thumbnail Pegawai Honorer Depresi Tiga Bulan Tak Dapat Gaji, Dijenguk Wakil Bupati Jember
Wabup Jember, Djoko Susanto saat menjenguk F, honorer Pemkab Jember yang depresi karena tidak digaji tiga bulan. (Istimewa)

KETIK, JEMBER – Pria berinisial F asal Kecamatan Kaliwates, Jember. Mengalami depresi akibat gajinya belum terbayar selama tiga bulan, sebagai pegawai honorer. Pria berinisial F itu menjalani perawatan intensif di ruang perawatan RSD dr. Soebandi Jember.

Dari kondisi tersebut, diketahui Wakil Bupati Jember, Djoko Susanto mendengar tentang kondisi yang dialami pegawai Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jember itu.

Wabup Djoko pun diketahui menjenguk ke rumah sakit, Kamis malam (20/3/2025) kemarin. Saat dikonfirmasi terpisah, Djoko membenarkan tentang dirinya yang menjenguk pria berinisial F itu.

"Saya sedih melihatnya sampai sulit ngomong. Semoga Fahri cepat diberi kesembuhan. Karena dedikasinya bekerja, sampai larut (kepikiran, red). Saya berharap bagi yang lain tetap jaga kesehatan," kata Djoko saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di Kantor Pemkab Jember, Jumat (21/3/2025).

Baca Juga:
Viral Kasus Bullying Siswa di Jember, Akademisi Soroti Bahaya Normalisasi Kekerasan Remaja

"Kita dari pemerintah daerah segera merealisasikan apa yang menjadi hak pegawai tadi. Sehingga beban pegawai ini tidak bertumpuk-tumpuk. Sudah kena beban pekerjaan, yo ora duwe duit (tidak punya uang). Juga bertanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga," sambungnya.

Dari kejadian ini, menurut Djoko, menjadi koreksi dirinya dan Pemkab Jember. Kondisi yang dialami F, adalah contoh nyata beban psikologis akibat terkatung-katungnya pencairan gaji pegawai honorer. 

"Kejadian serupa jangan terulang lagi, semoga diberikan sembuh dan dapat beraktifitas kembali," ucap Djoko.

Diketahui pria berinisial F itu mengalami sakit depresi dan kabar itupun sampai ke Wabup Djoko. Berawal dari kegiatan audiensi tentang nasib tenaga honorer. 

Baca Juga:
DPRD Jember Siapkan Dana Darurat, Warga Mumbulsari Keluhkan Banjir yang Terus Berulang

Saat dikonfirmasi, teman pria berinisial F yang minta namanya tidak disebut itu. Berharap agar Pemkab Jember segera memberikan perhatian.

"Dia beneran depresi. Ngomong ngalor ngidul (melantur), nggak nyambung. Dia sebenarnya sudah lolos tes sebagai P3K. Tinggal menunggu pengangkatan. Tapi pengangkatannya kan ditunda tanpa ada kejelasan status dan juga gaji. Gaji yang harusnya diterima sudah tiga bulan ini tidak diterima," ujarnya saat dikonfirmasi di Kantor Pemkab Jember.

Terkait honor yang tidak diterima tersebut, perlu diketahui merupakan dampak dari penghapusan honorer tersebut, sejak Januari 2025 lalu.

Solusi saat ini, Pemkab Jember hanya memberi kelonggaran sebagian honorer itu untuk tidak bekerja sepenuhnya tapi dengan tetap mengisi absensi kerja. 

"Padahal dia tulang punggung keluarga. Masih muda, usia 28 tahun mungkin. Karena beban mental dianggap sebagai pengangguran. Jadi itu (depresi, red)," ungkapnya. 

"Di WAG (aplikasi Whatsapp) kantor, dia keluar masuk. Diajak ngobrol, malah seperti ceramah agama," sambungnya. 

Diketahui, Kabupaten Jember memiliki sekitar 13 ribu pegawai non ASN yang gajinya belum cair. Jenjang karir mereka juga belum jelas semenjak awal Januari 2025 lalu.

Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri melalui surat nomor: 900.1.1/664/Keuda tanggal 14 Februari 2025. Sebenarnya telah mengizinkan pembayaran gaji pegawai non ASN dari belanja jasa pemerintah daerah. 

Terkait kondisi ini, DPRD Jember membuat panitia khusus (Pansus) dengan dalih untuk menelusuri dugaan penyimpangan rekrutmen non ASN. Begitu juga dengan Bupati Jember Muhammad Fawait yang juga membuat satuan tugas (Satgas) non ASN untuk mencermati kembali data kepegawaian. 

Pembayaran gaji non ASN pun menunggu hasil akhir dari Pansus DPRD maupun Satgas Pemkab. Hingga kini kedua belah pihak belum kunjung membuat keputusan. 

Wabup Djoko diketahui, mengambil langkah untuk mendorong agar hambatan pencairan gaji non ASN cepat terurai. Harapannya, belasan ribu orang pegawai tersebut segera memperoleh hak-haknya. 

"Saya segera membuat nota dinas dan mengkoordinasikan kepada pihak-pihak berwenang untuk memperlancar proses pencairan hak-hak pekerja honorer," tandasnya. (*) 

Baca Sebelumnya

Simak! Ini Tata Tertib UTBK SNBT Unair 2025

Baca Selanjutnya

DPRD Pacitan Resmi Sahkan Perda Kabupaten Layak Anak

Tags:

Wakil Bupati Jember Djoko Susanto Depresi p3k honorer Jember Pemkab Jember Gus Fawait

Berita lainnya oleh Muhammad Hatta

Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

5 April 2026 21:15

Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

Video Percikan Api Lokomotif Viral di TikTok, KAI Pastikan Bukan Kebakaran

4 April 2026 11:51

Video Percikan Api Lokomotif Viral di TikTok, KAI Pastikan Bukan Kebakaran

Diduga Terpeleset Saat Menimba Air, Perempuan di Puger Jember Tewas Tercebur Sumur

4 April 2026 11:25

Diduga Terpeleset Saat Menimba Air, Perempuan di Puger Jember Tewas Tercebur Sumur

Terungkap, Dugaan Bullying Siswa SMA di Jember Dipicu Voice Note dan Konflik Lama

4 April 2026 11:00

Terungkap, Dugaan Bullying Siswa SMA di Jember Dipicu Voice Note dan Konflik Lama

Korban Bullying di Jember Alami Trauma, Dinsos Libatkan Psikolog

4 April 2026 10:00

Korban Bullying di Jember Alami Trauma, Dinsos Libatkan Psikolog

Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

4 April 2026 09:05

Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar