Pria Temperamen Pembunuh Ayah Kandung dan Aniaya Istri Hamil, Tewas di Rumah Sakit Jember

Jurnalis: Muhammad Hatta
Editor: Muhammad Faizin

12 Jun 2025 19:11

Thumbnail Pria Temperamen Pembunuh Ayah Kandung dan Aniaya Istri Hamil, Tewas di Rumah Sakit Jember
Pria temperamen di Jember tewas dalam perawatan di rumah sakit, usai membunuh ayah kandung dan tetangga serta menganiaya istri hamil dan paman. (Dok Polsek Umbulsari)

KETIK, JEMBER –  

Kiki atau Imam Nurhakiki (sebelumnya ditulis inisial KK) akhirnya menghembuskan nafas setelah dirawat di RSD dr Soebandi Jember. Pria 27 tahun itu sebelumnya mengalami luka saat dilumpuhkan setelah membuat kehebohan di rumahnya yang ada di Dusun Sumberejo, Desa Umbulsari, Kecamatan Umbulsari, Jember.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa malam, 10 Juni 2025, sekitar pukul 19.30 WIB.

Tak main-main. Pelaku yang dikenal temperamen itu melakukan aksi pembantaian terhadap dua orang sekaligus. Yakni ayah kandungnya sendiri dan seorang tetangga yang dikenal sebagai tukang jagal sapi.

Baca Juga:
Sidang Pembunuhan di PN Palembang, Istri Korban Ungkap Detik-Detik Joko Samara Ditemukan Tak Bernyawa

Tak cukup di situ. Pelaku juga dilaporkan melakukan penganiayaan terhadap istrinya sendiri yang sedang hamil. Serta seorang pamannya.

 

Polisi yang mendapat laporan warga, langsung bergerak pada malam nahas itu.

Karena melawan, pelaku mendapat tembakan di bagian kaki dan pinggang.

Baca Juga:
Pelaku Mutilasi Ibu di Lahat Ditangkap, Habisi Demi Judi Online

"Karena melakukan perlawanan saat akan diamankan oleh polisi," ujar Kapolsek Umbulsari AKP Dian Eko Timoryono saat dikonfirmasi jurnalis Ketik pada Kamis, 12 Juni 2025, beberapa saat setelah pelaku dinyatakan meninggal. 

"Atas peristiwa kemarin itu, kami dapat kabar kalau pelaku meninggal dalam perawatan di rumah sakit," sambung Dian.

Hasil penyidikan sementara polisi, peristiwa bermula saat pelaku membacok tetangganya yang bernama Amanu (57) dan ayah kandungnya sendiri yang bernama Safa'i (65).

Pelaku kemudian menyerang serta melukai pamannya Senimen (65), juga istrinya yang masih hamil 8 bulan Farida (23). 

"Saat itu juga kami langsung akan menangkap pelaku di rumahnya. Nah tapi saat akan diamankan, pelaku ini melakukan perlawanan. Saat itu, pelaku masuk ke dalam rumahnya sambil ngomel-ngomel seperti kerasukan. Tiba-tiba keluar membawa parang dan akan menyerang saya dan anggota polisi lainnya," sambungnya menjelaskan.

Sempat terjadi perkelahian antara pelaku dengan polisi yang hendak menangkapnya. 

"Kita lakukan tembakan peringatan, tetapi pelaku malah semakin beringas. Sehingga kita lumpuhkan dengan tindakan tegas terukur," ungkap Dian. 

Selain mengamankan pelaku dan membantarkannya ke rumah sakit, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya senjata tajam yang digunakan untuk melawan polisi. 

"Senjata ini (yang digunakan untuk melawan polisi) berbeda dengan sajam berupa dua buah celurit yang digunakan untuk menghabisi Amanu dan bapak kandungnya," tutur Dian.

Penanganan kasus tersebut kemudian diambil alih oleh Satreskrim Polres Jember. "Lebih jelasnya bisa ditanyakan ke polres," pungkas Dian. 

"Benar, pelaku berinisial INH yang kemarin sempat kita lakukan tindakan tegas terukur karena melawan petugas, hari ini meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit. Meninggal sekitar pukul 22.00 WIB, Rabu malam kemarin. Saat antri untuk menjalani operasi pengambilan peluru dari dalam tubuhnya," tutur Kasat Reskrim Polres Jember AKP Angga Riatma, saat dikonfirmasi Ketik secara terpisah.

Menurut Angga, polisi saat itu sebenarnya sudah berupaya persuasif saat akan mengamankan pelaku. 

"Kita sempat berikan peringatan untuk keluar secara baik-baik, namun pelaku langsung menyerang petugas dan kami lakukan tindakan tegas itu," ujar Angga.

Setelah dilumpuhkan, pelaku langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

"Kami masih menunggu hasil diagnosa (penyebab kematian) dari dokter. Untuk jumlah tembakan ada dua peluru, di kaki dan juga di pinggang," ujarnya.

Dari kejadian itu, lebih lanjut kata Angga, proses penyidikan dan penyelidikan masih berlanjut.

"Kami tetap melaksanakan pemeriksaan saksi-saksi, siapa-siapa yang terlibat dan ataupun yang mengetahui terkait dengan peristiwa ini. Lalu kami akan melaksanakan gelar perkara dan kami update penyidikan selanjutnya," ujarnya.

Ditanya terkait persoalan biaya kurang lebih Rp50 juta, yang diduga menjadi penyebab lamanya penanganan operasi terhadap pelaku.

"Tetap dilaksanakan tindakan medis, untuk biaya jadi tanggung jawab desa dan keluarga. Tapi karena masih antri, akhirnya meninggal," tandasnya. 

Sebelumnya diberitakan, insiden pembantaian dalam waktu semalam terjadi di Dusun Sumberejo, Desa Umbulsari, Kecamatan Umbulsari, Jember, sekitar pukul 19.30 WIB, Selasa malam, 10 Juni 2025. 

Sejauh ini belum diketahui mofit tersangka melakukan tindakan brutal tersebut. Namun menurut informasi dari warga sekitar. Terduga pelaku sempat terlibat cekcok dengan para korban. (*)

Baca Sebelumnya

Ketua Komisi C DPRD Surabaya: Setoran Pajak Parkir Resmi Hanya Rp175–250 Ribu per Bulan

Baca Selanjutnya

Pemkot Surabaya Perangi Pernikahan Dini Libatkan Remaja dan Tokoh Agama

Tags:

Jember pembunuhan pria temperamen bantai ayah kandung Polsek Umbulsari

Berita lainnya oleh Muhammad Hatta

Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

5 April 2026 21:15

Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

Video Percikan Api Lokomotif Viral di TikTok, KAI Pastikan Bukan Kebakaran

4 April 2026 11:51

Video Percikan Api Lokomotif Viral di TikTok, KAI Pastikan Bukan Kebakaran

Diduga Terpeleset Saat Menimba Air, Perempuan di Puger Jember Tewas Tercebur Sumur

4 April 2026 11:25

Diduga Terpeleset Saat Menimba Air, Perempuan di Puger Jember Tewas Tercebur Sumur

Terungkap, Dugaan Bullying Siswa SMA di Jember Dipicu Voice Note dan Konflik Lama

4 April 2026 11:00

Terungkap, Dugaan Bullying Siswa SMA di Jember Dipicu Voice Note dan Konflik Lama

Korban Bullying di Jember Alami Trauma, Dinsos Libatkan Psikolog

4 April 2026 10:00

Korban Bullying di Jember Alami Trauma, Dinsos Libatkan Psikolog

Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

4 April 2026 09:05

Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar