Komisi B DPRD Jember Terima Keluhan Petani, Gabah Tidak Diserap Sesuai HPP

Jurnalis: Muhammad Hatta
Editor: Muhammad Faizin

14 Apr 2025 19:10

Thumbnail Komisi B DPRD Jember Terima Keluhan Petani, Gabah Tidak Diserap Sesuai HPP
Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto. (Atta/ Ketik.co.id)

KETIK, JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto meminta agar Bulog bisa melakukan tugas menyerap hasil panen petani sesuai dengan Harga Pokok Penjualan (HPP). Ia mengaku menerima  keluhan dari petani terkait gabah yang diserap tidak sesuai dengan HPP di semua kecamatan.

Terkait kondisi ini, kata Candra, diketahui media April 2025 petani di Jember sedang mengalami panen raya dengan luasan lahan kurang lebih 39 ribu hektare. Dengan hasil panen gabah targetnya kurang lebih 59 ribu ton.

Komisi B sebenarnya sudah meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) mengantisipasi serapan panen raya pertama. “Namun kondisinya hari ini masih banyak gabah yang diserap di bawah HPP (Harga Pembelian Pemerintah) Rp 6.500 per kilogram,” kata Candra saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di Jember, Senin (14/4/2025).

Candra mencontohkan harga gabah yang berkisar hanya Rp4.500 per kilogram di Kecamatan Ledokombo dan Rp5.000 per kilo di Kalisat. 

Baca Juga:
Target Nol Kemiskinan Ekstrem 2029, Bupati Jember Dorong Optimalisasi Hutan Sosial

“Petani terpaksa menjual dengan harga di bawah HPP karena tidak memiliki lahan untuk penjemuran dan mereka khawatir mutu gabah turun (kalau terlalu lama disimpan),” katanya.

Situasi ini, menurut legislator dari PDI Perjuangan ini, jauh dari Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2025. “Inpres itu mengatur pengadaan dan pengolahan gabah atau beras dalam negeri, untuk meningkatkan cadangan beras dan ketahanan pangan nasional, dan swasembada yang ujungnya meningkatkan pendapatan petani,” katanya.

Candra mengingatkan tugas Bulog untuk menjaga stabilitas harga dan menyerap gabah. “Saat ini peluang Bulog sebanyak-banyaknya menyerap gabah untuk ketahanan pangan dan swasembada pangan,” katanya.

"Nah namun memang ada beberapa kendala yang terjadi di lapangan dari hasil rapat dengar pendapat (beberapa waktu lalu). Bulog menyampaikan bahwa mereka hari ini kesulitan dalam bermitra dengan penggilingan-penggilingan terkait dengan dryer.  Karena memang apa yang dimiliki bulog masih kurang, dan ini juga tidak terlepas dari keberatan para penggilingan tentang rafaksi gabah," sambungnya menjelaskan.

Baca Juga:
Viral Kasus Bullying Siswa di Jember, Akademisi Soroti Bahaya Normalisasi Kekerasan Remaja

Dengan kondisi ini, Candra menambahkan, pihaknya menemukan persoalan tambahan. Yakni petani yang tidak memiliki lahan untuk penjemuran dan mereka khawatir bahwa nanti gabahnya itu akan tidak baik lagi. 

"Maka kami minta kepada bulog untuk segera mengambil langkah-langkah yang optimal agar serap gabah ini itu bisa diserap dengan baik dan petani itu tidak mengalami kendala dalam proses penjualan gabahnya," ujarnya.

Sebagai solusi lain, Candra juga berharap gudang SRG di Jember dengan kapasitas dua ribu ton segera bisa dimanfaatkan untuk membantu Bulog dan petani dalam menyimpan gabah. Sebagai bentuk sistem resi gudang.

“Apalagi sistem resi gudang (SRG), bukan sekadar menampung hasil panen dan disimpan di gudang. Tapi ada sistem jaminan harga. SRG ini membantu petani memperkuat posisi tawar petani dan membantu tujuan pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional," tandasnya.

Baca Sebelumnya

Cara Cek Kelulusan Rekrutmen BUMN 2025, Ada Nama Kamu?

Baca Selanjutnya

Penumpang Naik 10,5 Persen pada Angkutan Lebaran 2025, ASDP Catat 21.973 Trip

Tags:

Jember Bulog Harga Pokok Harga Pokok Penjualan HPP Gabah DPRD Jember Candra Ary Fianto PDIP Komisi B

Berita lainnya oleh Muhammad Hatta

Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

5 April 2026 21:15

Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

Video Percikan Api Lokomotif Viral di TikTok, KAI Pastikan Bukan Kebakaran

4 April 2026 11:51

Video Percikan Api Lokomotif Viral di TikTok, KAI Pastikan Bukan Kebakaran

Diduga Terpeleset Saat Menimba Air, Perempuan di Puger Jember Tewas Tercebur Sumur

4 April 2026 11:25

Diduga Terpeleset Saat Menimba Air, Perempuan di Puger Jember Tewas Tercebur Sumur

Terungkap, Dugaan Bullying Siswa SMA di Jember Dipicu Voice Note dan Konflik Lama

4 April 2026 11:00

Terungkap, Dugaan Bullying Siswa SMA di Jember Dipicu Voice Note dan Konflik Lama

Korban Bullying di Jember Alami Trauma, Dinsos Libatkan Psikolog

4 April 2026 10:00

Korban Bullying di Jember Alami Trauma, Dinsos Libatkan Psikolog

Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

4 April 2026 09:05

Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar