Komisi B DPRD Jember Soroti Penyebab Kenaikan Harga Beras

Jurnalis: Fenna Nurul
Editor: Mustopa

18 Mar 2024 09:21

Thumbnail Komisi B DPRD Jember Soroti Penyebab Kenaikan Harga Beras
Ketua Komisi B DPRD Jember Siswono (Foto: Fenna/Ketik.co.id)

KETIK, JEMBER – Fenomena kenaikan harga beras menjadi sorotan berbagai pihak. Pasalnya beras merupakan kebutuhan pangan paling besar yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.

Khususnya di Kabupaten Jember yang disebut-sebut sebagai lumbung pangan, kenaikan harga beras tidak terkendali. Harga di pasar tradisional, untuk beras premium menyentuh Rp 16.000 sedangkan beras medium kisaran Rp 10.900 per kilogram.

Ketua Komisi B DPRD Jember, Siswono menyebut kenaikan harga beras mendekati masa panen raya perlu dipertanyakan. Justru seharusnya harga stabil cenderung turun.

Persoalan tersebut disampaikan dalam forum rapat dengar pendapat antara Komisi B dengan para stakeholder pada Senin (18/3/2024) siang. Termasuk Dinas Industri dan Perdagangan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Perkebunan, Perum Bulog, dan Bagian Perekonomian & SDA.

Baca Juga:
Target Nol Kemiskinan Ekstrem 2029, Bupati Jember Dorong Optimalisasi Hutan Sosial

“Memang mahalnya harga beras ini rutinitas tahunan, tahun 2024 awal ini justru harga beras melambung di luar kontrol kendali pemerintah,” ujar Siswono usai rapat dengar pendapat.

Beberapa asumsi mahalnya harga beras karena kelangkaan akibat persoalan lahan pertanian yang semakin menyempit. Alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan disebut memungkinkan mengurangi hasil produktivitas.

Namun, di samping itu Bulog turut mengantisipasi harga beras mahal dengan menggelontorkan beras SPHP dalam operasi pasar yang digelar di sejumlah titik pasar tradisional yang tersebar di Jember.

Bahkan untuk mengamankan kebutuhan stok pangan di Jember selama bulan Ramadan, Bulog Jember juga terus mengajukan penambahan kuota stok beras impor. Per hari ini, ada sekitar 3.900 ton yang tersedia di gudang Bulog.

Baca Juga:
Viral Kasus Bullying Siswa di Jember, Akademisi Soroti Bahaya Normalisasi Kekerasan Remaja

“Tahap satu penambahan 8.000 ton sudah selesai. Tinggal pengiriman tahap dua kuota yang dikasih ke kita 5.000 ton, baru dikirim sebanyak 1.500 ton yang sudah masuk gudang Bulog,” ujar Kepala Bulog Jember Muhammad Ade Saputra.

Menurut Ade, untuk kekuatan stok beras di Jember aman selama bulan Ramadan dan Idul Fitri, atau aman sampai awal bulan Mei.

“Itu kalau untuk stok saat ini ya, ketika dilakukan penambahan naik lagi tahanannya,” ujar pria berkacamata itu.

Sebab itu, Siswono kembali mengatakan ada hal yang tidak berimbang selama panen raya ini. “Tidak serta-merta bisa jadi sebuah permainan antara bagian dari pedagang atau tengkulak dengan produsen,” lanjutnya.

Ia meminta kepada seluruh satgas pangan terjun langsung di pasaran untuk mengontrol dan mencegah kemungkinan permainan dan penimbunan beras.

“Secara logis kalau bahan baku gabah dan menyeret kepada hasil produk beras ini semakin berkurang. Dalam hukum dagang ketika barang langka diikuti harga menjadi melembung,” urai Siswono.

Sementara, Sekretaris Disperindag Jember, Gaguk Budi Santoso, menyebutkan jika soal permainan harga tersebut berada di kewenangan antara Perum Bulog dengan DTPHP. 

“Kalau perdagangan ini hanya mekanisme pasar. Kalau harga beras kan sudah ada aturan dari pemerintah pusat,” jelasnya singkat.(*)

Baca Sebelumnya

Polemik Jabatan Direksi Perumda Tugu Tirta Kota Malang Belum Jelas

Baca Selanjutnya

Welika Maurenza Prista, Dara Riau 2023 Ungkap Pentingnya Pelestarian Budaya dan Pariwisata

Tags:

Harga beras mahal Komisi B DPRD Jember soroti penyebab kenaikan harga Beras Langka Bulog Jember Stok beras aman

Berita lainnya oleh Fenna Nurul

Polije Raih Tiga Penghargaan di Ajang Bergengsi Vokasi Berinovasi

17 Desember 2024 08:46

Polije Raih Tiga Penghargaan di Ajang Bergengsi Vokasi Berinovasi

Kembangkan Ekosistem Halal, KPwBI Jember dan Pemkab Luncurkan Zona KHAS di Unej

2 Desember 2024 15:34

Kembangkan Ekosistem Halal, KPwBI Jember dan Pemkab Luncurkan Zona KHAS di Unej

Polije Fokus Cetak Agripreneur Muda Melalui Project Based Learning Exhibition and Talkshow

13 November 2024 14:56

Polije Fokus Cetak Agripreneur Muda Melalui Project Based Learning Exhibition and Talkshow

Utus Rahayu Saraswati ke Jember, Prabowo Pastikan Dukung Gus Fawait-Djoko

10 November 2024 06:30

Utus Rahayu Saraswati ke Jember, Prabowo Pastikan Dukung Gus Fawait-Djoko

Ketum PP Tidar Rahayu Saraswati Tanam Pohon Bersama Arum Sabil di City Forest Jember

9 November 2024 18:04

Ketum PP Tidar Rahayu Saraswati Tanam Pohon Bersama Arum Sabil di City Forest Jember

Cabup Hendy Siap Tingkatkan Program Layak Anak dengan Bangun Fasilitas Ibu dan Anak di Pusat Perbelanjaan

30 Oktober 2024 08:02

Cabup Hendy Siap Tingkatkan Program Layak Anak dengan Bangun Fasilitas Ibu dan Anak di Pusat Perbelanjaan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar