Belum Ada Pengolahan Sampah APK Secara Berkelanjutan di Jember

Jurnalis: Fenna Nurul
Editor: Muhammad Faizin

24 Feb 2024 07:00

Thumbnail Belum Ada Pengolahan Sampah APK Secara Berkelanjutan di Jember
Alat peraga kampanye (APK) di Jember dibersihkan usai masa kampanye (Foto: Fenna/Ketik.co.id)

KETIK, JEMBER – Perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) selalu tidak lepas dengan kampanye yang digunakan sebagai media pengenalan diri seorang capres/wapres maupun caleg kepada khalayak umum. 

Banyak cara dilakukan salah satunya dengan menyebarkan alat peraga kampanye (APK) di seluruh penjuru wilayah terutama di jalanan yang sering dilewati banyak orang.

Namun siapa sangka, perhelatan pesta demokrasi lima tahunan ini menimbulkan masalah baru, yaitu sampah APK usai masa kampanye berakhir. Sampah APK yang tidak diolah dengan baik, hanya akan ditumpuk begitu saja apalagi bahan pembuatan spanduk sangat sulit diurai.

Di sejumlah daerah, sampah APK didaur ulang menjadi barang kerajinan maupun bahan bakar alternatif. Namun, Kabupaten Jember sendiri, belum menerapkan pengolahan sampah APK.

Baca Juga:
Target Nol Kemiskinan Ekstrem 2029, Bupati Jember Dorong Optimalisasi Hutan Sosial

Koordinator TPA Pakusari Jember, RM Masbut menyampaikan setidaknya ada 732 caleg DPRD kota/kabupaten. Ditambah para caleg DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPD serta tiga pasangan capres-cawapres yang memasang APK di kabupaten setempat. 

“Berarti sampah dari APK itu bisa mencapai 2 ton lebih dan sulit diurai. Entah kemana larinya APK itu kita tidak tahu, tapi yang jelas itu akan tetap menjadi sampah dan PR kita bersama,” urai pria yang akrab disapa Masbut itu.

Ia mengakui sampai saat ini belum ada sampah APK yang berakhir di TPA Pakusari. Menurutnya, spanduk-spanduk tersebut biasanya dimanfaatkan para masyarakat untuk alas atau penutup pengganti terpal.

Kendati demikian, bukan berarti persoalan sampah-sampah tersebut selesai disitu. Karena ancaman pencemaran lingkungan masih menghantui.

Baca Juga:
Viral Kasus Bullying Siswa di Jember, Akademisi Soroti Bahaya Normalisasi Kekerasan Remaja

“Spanduk yang besar betul bisa dimanfaatkan lagi, tapi yang kecil-kecil itu tidak bisa dan tetap akan jadi sampah. Belum ada koordinasi dari KPU maupun Bawaslu akan dikemanakan (sampah APK) itu. Ya mudah-mudahan tidak dibuang ke sungai,” ujarnya.

Spanduk yang terbuat dari PVC, kertas, dan plastik itu dapat dimanfaatkan kembali dengan cara Refuse Derived Fuel (RDF) atau sumber energi alternatif pengganti batu bara untuk pembangkit tenaga listrik. “Tapi hal itu belum bisa dilaksanakan di Jember,” urainya. 

Sebenarnya TPA Pakusari memiliki alat untuk membuat RDF, namun belum ada koordinasi dari instansi terkait soal upaya pemusnahan APK secara berkelanjutan.

“Juga masih belum ada kerjasama dengan pihak ketiga yang mau menerima hasil RDF yang kami produksi di sini. Sayang sekali sebenarnya APK memiliki kalori tinggi untuk pembakaran,” imbuh Masbut.

Disamping itu, ia juga menyayangkan para calon wakil rakyat yang tidak bertanggung jawab membersihkan APK yang sudah terpasang. “Ya para calon itu juga harus ramah lingkungan lah. APK yang selesai dipakai jangan ditinggalkan begitu saja,” tukasnya.(*)

Baca Sebelumnya

10 TPS di Surabaya Gelar PSU, KPU Surabaya: Antusiasme Masyarakat Ramai Pol

Baca Selanjutnya

Kreativitas Siswa Meriahkan Gebyar HUT Ke-21 SMP Islam Sabilillah Malang

Tags:

alat peraga kampanye usai masa kampanye Jember sampah APK tidak diproses Daur Ulang Recycle pemilu2024

Berita lainnya oleh Fenna Nurul

Polije Raih Tiga Penghargaan di Ajang Bergengsi Vokasi Berinovasi

17 Desember 2024 08:46

Polije Raih Tiga Penghargaan di Ajang Bergengsi Vokasi Berinovasi

Kembangkan Ekosistem Halal, KPwBI Jember dan Pemkab Luncurkan Zona KHAS di Unej

2 Desember 2024 15:34

Kembangkan Ekosistem Halal, KPwBI Jember dan Pemkab Luncurkan Zona KHAS di Unej

Polije Fokus Cetak Agripreneur Muda Melalui Project Based Learning Exhibition and Talkshow

13 November 2024 14:56

Polije Fokus Cetak Agripreneur Muda Melalui Project Based Learning Exhibition and Talkshow

Utus Rahayu Saraswati ke Jember, Prabowo Pastikan Dukung Gus Fawait-Djoko

10 November 2024 06:30

Utus Rahayu Saraswati ke Jember, Prabowo Pastikan Dukung Gus Fawait-Djoko

Ketum PP Tidar Rahayu Saraswati Tanam Pohon Bersama Arum Sabil di City Forest Jember

9 November 2024 18:04

Ketum PP Tidar Rahayu Saraswati Tanam Pohon Bersama Arum Sabil di City Forest Jember

Cabup Hendy Siap Tingkatkan Program Layak Anak dengan Bangun Fasilitas Ibu dan Anak di Pusat Perbelanjaan

30 Oktober 2024 08:02

Cabup Hendy Siap Tingkatkan Program Layak Anak dengan Bangun Fasilitas Ibu dan Anak di Pusat Perbelanjaan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H