Bentuk Rasa Syukur, Ini Ragam Larung Sesaji di Pantai Selatan Jatim

Jurnalis: Arief
Editor: M. Rifat

16 Jun 2023 21:30

Thumbnail Bentuk Rasa Syukur, Ini Ragam Larung Sesaji di Pantai Selatan Jatim
Larung sesaji di Pantai Tambakrejo Kabupaten Blitar sebagai wujud syukur atas hasil bumi dan tangkapan laut. (Foto: Pemkab Blitar)

KETIK, JAKARTA – Membahas keindahan panorama laut di pantai selatan Jawa Timur tidak ada habisnya. Padahal ombak di laut selatan sangat ekstrem dan kerap membawa korban. Namun beberapa kelompok masyarakat percaya korban dijemput Ratu Pantai Selatan atau Nyi Roro Kidul.

Di balik kepercayaan tersebut, laut masih memberi penghidupan bagi masyarakat. Itu sebabnya, warga pesisir laut selatan kerap menggelar larung sesaji, sebagai bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Berikut deretan pantai selatan yang kerap menggelar larung sesaji:

Pantai Tambakrejo

Baca Juga:
Kota Surabaya dan Malang Diprakirakan Cerah 14 April 2026, Cek Info Cuaca Jawa Timur

Pantai yang terletak Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar ini selalu ramai setiap 1 Suro (kalender Jawa) atau 1 Muharam (kalender Islam). Pada hari tersebut selalu digelar larung sesaji atau syukuran hasil bumi yang dilarung atau ditempatkan ke tengah laut.

Menurut laman Kementerian Pendidikan, larung sesaji pertama kali dilakukan Atmaja atau Atmo Wijoyo salah satu prajurit dari Mataram. Atmaja melarikan diri ke Pantai Tambakrejo dan melakukan tasyakuran atau yang kemudian dikenal Larung Sesaji.

Versi lain menyebut Mbok Ratu Mas yang tinggal di laut selatan yang bersinggungan dengan warga Desa Tambakrejo. Selanjutnya warga setempat menaruh hormat pada sosok yang memimpin keraton di alam gaib bawah laut. Mbok Ratu Mas dipercaya sebagai Kanjeng Ratu Kidul.

Foto Larung sesaji mengantar makanan ke tengah laut dan kerap dijadikan rebutan warga maupun pengunjung. (Foto: Disbudpar Jember).Larung sesaji mengantar makanan ke tengah laut dan kerap dijadikan rebutan warga maupun pengunjung. (Foto: Disbudpar Jember).

Baca Juga:
Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di Blitar

Pantai Puger

Tradisi di bulan Muharam atau Suro juga digelar di Pantai Puger, Jember. Prosesi larung sesaji dilakukan arak-arakan di Desa/Kecamatan Puger sebelum shingga di tepi laut.

Warga setempat menyebut sesaji dengan jolen terbuat dari hasil pertanian yang ditumpuk menyerupai gunung. Terdapat nasi kuning, sayur, buah, dan kepala kambing di atasnya. Seluruh hasil bumi itu dilarung ke laut sebagai rasa syukur atas hasil bumi dan tangkapan ika selama satu tahun terakhir.

Pantai Prigi

Berbeda dengan budaya di pantai selatan lainnya, Pantai Prigi, Trenggalek memiliki adat tersendiri. Kegiatan larung tidak dilakukan pada bulan Suro atau Muharam. Melainkan dilaksanakan pasaran Kliwon pada bulan Selo atau bulan ke-11 kalender Jawa.

Pada kegiatan itu masyarakat di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo menggelar Larung Sembonyo. Sembonyo adalah nama mempelai tiruan yang berupa boneka kecil terbuat dari beras ketan.

Boneka itu dibentuk layaknya sepasang mempelai yang sedang bersanding di atas perahu, lengkap dengan peralatan untuk menjalankan dan mengemudikan perahu.

Mengutip laman Kemendikbud, upacara ini bermula dari kisah Raden Tumenggung Yudha Negara, yang membuka kawasan Prigi. Dalam perjalanannya, ia bersedia menikah dengan Puteri Gambar Inten dari anak seorang Adipati yang bernama Andong Biru.

Ngliyep

Cara larung sesaji di Pantai Ngliyep, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang sedikit agak berbeda. Warga setempat melempar kepala kambing dan sapi dari atas gunung kombang ke Pantai Ngliyep yang memiliki ombak ekstrim.

Selain kepala ternak yang sudah dipotong, terdapat pula aneka sesaji yang meliputi tumpeng, ubo rampe, ucok bakal, dan beragam bunga. Tak ketinggalan kelapa, pisang, dan jenang suro turut dilarung.

Dalam larung sesaji ini kerap dibarengi dengan kirap pusaka dan gunungan, tak ketinggalan pagelaran Ringgit Purwa. (*)

Baca Sebelumnya

Band asal Belanda dan Yogyakarta Menangkan The Papandayan International Online Jazz Competition 2023

Baca Selanjutnya

Keren! Unusa Loloskan 33 PKM, Terbanyak di Jawa Timur

Tags:

larung sesaji pantai selatan Jawa timur Blitar malang Jember ngliyep pantai prigi

Berita lainnya oleh Arief

5 Kuliner Legendaris Kota Surabaya yang Wajib Dicoba!

1 Juli 2023 00:07

5 Kuliner Legendaris Kota Surabaya yang Wajib Dicoba!

Bukan Sekadar Pantai, Malang Selatan Punya 5 Air Terjun Eksotis

30 Juni 2023 04:05

Bukan Sekadar Pantai, Malang Selatan Punya 5 Air Terjun Eksotis

Apakah Kopi Dicampur Soda Aman? Ini Penjelasannya

29 Juni 2023 19:05

Apakah Kopi Dicampur Soda Aman? Ini Penjelasannya

Durian Lokal Paling Banyak Diburu, Waspada No 5!

29 Juni 2023 18:10

Durian Lokal Paling Banyak Diburu, Waspada No 5!

Ngopi sambil Merendam Kaki hanya di Sini Tempatnya

27 Juni 2023 18:11

Ngopi sambil Merendam Kaki hanya di Sini Tempatnya

Konsumsi Obat Berbarengan dengan Kopi, Ga Bahaya Ta?

27 Juni 2023 17:05

Konsumsi Obat Berbarengan dengan Kopi, Ga Bahaya Ta?

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar