Syafril Sjofyan Sebut KKN Jadi Salah Satu Alasan Pemakzulan Jokowi dan People Power

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Moana

2 Jul 2023 06:50

Thumbnail Syafril Sjofyan Sebut KKN Jadi Salah Satu Alasan Pemakzulan Jokowi dan People Power
Pengamat Kebijakan Publik, Syafril Sjofyan.(Dok.Pribadi)

KETIK, JAKARTA – Dalam bulan Juni ini viral pernyataan tentang people power dan permintaan pemakzulan Presiden Jokowi di tengah masyarakat. 

Awal bulan Juni beberapa tokoh nasional, ulama, purnawirawan dan para aktivis berkumpul dalam helat "26 Tahun Mega Bintang".

Agenda tersebut diadakan oleh tokoh tua yang dikenal sejak lama, Mudrick Sangidu. Ia merupakan tokoh senior termasuk orang yang juga pernah dekat dengan Megawati. 

Pemerhati Kebijakan Publik Syafril Sjofyan mengungkap kupasan fakta oleh para nara sumber pada pertemuan itu. 

Baca Juga:
Catatan Mahasiswa KKM 101 UIN Malang di Reruntuhan Candi Srigading

Antara lain tentang kegagalan dan pelanggaran konstitusi serta penyimpangan ideologi dari rezim Jokowi.

Mereka menilai kegagalan demi kegagalan sudah sangat banyak terjadi sehingga gerakan rakyat yang dikenal dengan istilah people power sebagai saluran non linear menjadi pilihan. 

"Sementara MPR, DPR dan MK 'dikuasai' sepenuhnya oleh oligarki politik dan ekonomi sehingga saluran secara linear sudah terlanjur tidak bisa diharapkan," kata Syafril merangkum pembahasan dalam pertemuan tersebut, Minggu (2/7/2023). 

Aktivis Pergerakan 77-78 sekaligus Sekjen FKP2B ini tidak mengupas tentang banyaknya aspek yang telah dilanggar. Karena menurut Syafril, sudah banyak tulisan dan podcast secara rinci yang mengabarkannya. Poin yang dipilih adalah tentang Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dari Presiden Jokowi dan keluarganya. 

Baca Juga:
Pengamat Kebijakan Publik Sebut Bahlil Sukses Menjaga Stabilitas di Persimpangan Politik dan Kebijakan Energi

Syafril mengatakan, data dan fakta tentang hal tersebut sebenarnya sudah pernah diungkapkan oleh seorang dosen yang juga aktivis 98, Dr. Ubaidillah Badrun (Ubed). 

"Pada tahun yang lalu telah disampaikan 'pelaporan' kepada KPK. Belum ada kelanjutan prosesnya oleh KPK. Sepertinya 'diendapkan' setelah presiden berganti," sebut Syafril memberikan tanda kutip dalam beberapa pernyataan. 

Ia mencontohkan, hanya dalam waktu sekitar tujuh tahun jadi presiden, anak-mantu Presiden Jokowi langsung menguasai bisnis dan politik. 

"Enak hidup sebagai anak presiden, tidak perlu meniti dari bawah. Langsung loncat pada undakan tinggi," ujarnya. 

Syafril menyebut anak presiden, Gibran, jadi Wali Kota Solo. Sedangkan Bobby, sang menantu, jadi Wali Kota Medan. 

Belakangan muncul pula wacana memproyeksikan Gibran jadi Gubernur Jakarta atau Gubernur Jawa Tengah. Bahkan konon Prabowo 'ingin menyunting' Gibran menjadi Cawapresnya. 

Sedangkan Kaesang, lanjut Syafril, sangat berambisi menjadi Wali Kota Depok, Jawa Barat.

"Katanya sudah direstui keluarga (Jokowi) untuk menempati posisi tersebut. Enak tenan anak presiden," ujar Syafril. 

Demikian pula dalam bisnis. Ia mengatakan, nilai aset bisnis kedua putra lelaki Jokowi ini mencapai ratusan miliar dan langsung meroket. 

"Capaian ratusan miliar tidak perlu susah-susah. Kekayaan mereka tajir melintir, demikian istilah gen Z," tandasnya. 

CNBC Indonesia online, menyebut bisnis tersebut bergerak di sektor makanan dan minuman hingga fashion

"Tidak jelas benar apakah produk-produk ini laku dan disukai oleh masyarakat. Namun, supply dana ratusan miliar dengan mudah mereka dapatkan dari 'patner' oligarki," duganya.

"Kasus ini salah satu sangkaan terjadinya money laundering yang disampaikan oleh Ubed ke KPK," ujar Syafril. 

Sementara itu, dalam tulisannya Arief Gunawan, seorang pemerhati sejarah, wartawan senior menyebut bahwa pada esensinya praktik KKN dinasti Jokowi ternyata lebih ganas dan merusak dibandingkan dengan dinasti Soeharto. 

"Ini 'merupakan salah satu' alasan kenapa Jokowi harus cawe-cawe supaya selamat sekeluarga. Jika demikian sebenarnya bukan demi menyelamatkan bangsa. Tapi kepanikan," ucapnya. 

Bagi Syafril, Presiden Jokowi lupa dengan petitih jawa kuno "yen urip mung isine isih nuruti nepsu, sing jenenge mulya mesti soyo angel ketemu". Jika hidup masih dipenuhi dengan nafsu, kemuliaan hidup akan semakin sulit ditemukan.

Namun, lanjutnya, tentu sudah terlambat karena petitih berikutnya “becik ketitik, ala ketara.” Perbuatan baik akan selalu dikenali, dan perbuatan buruk nantinya juga akan diketahui juga.

"Ambisi pribadi Jokowi memanfaatkan jabatan sebagai presiden cawe-cawe pada Pemilu dan Pilpres memenangkan pilihannya agar Jokowi dan keluarganya selamat harus mendapatkan perlawanan yang luas dari masyarakat. Saluran non linear berupa people power sangat mungkin terjadi. Ingat sejarah Soeharto? Jatuhnya karena KKN anak-anaknya," ucap Syafril Sjofyan.(*)

Baca Sebelumnya

Jaring Pesepakbola Usia Dini, Gus Ipul Buka Wali Kota Cup Pasuruan 2023

Baca Selanjutnya

Prancis Rusuh, KBRI Imbau WNI Waspada

Tags:

Syafril Sjofyan KKN Presiden Jokowi People Power Pengamat Kebijakan Publik

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar