Hasil Crawling, Isu Perpanjangan Jabatan Kades Kedok Wacana Tunda Pemilu

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Moana

12 Feb 2023 03:31

Thumbnail Hasil Crawling, Isu Perpanjangan Jabatan Kades Kedok Wacana Tunda Pemilu
Data Pusat Studi Media dan Demokrasi LP3ES dari Big Data Center. (Foto: Istimewa)

KETIK, JAKARTA – Agenda tersembunyi atau hidden agenda penundaan Pemilu 2024 tengah bergerilya lewat isu masa perpanjangan jabatan kepala desa (Kades). Pusat Studi Media dan Demokrasi LP3ES dari Big Data Center mengemukakan hasil teknik pengumpulan data crawling pada 5 Februari 2023.

Isu perpanjangan masa jabatan Kades menjadi topik paling dominan dengan poin 35,8 persen. Namun demikian, publik menilai bahwa isu perpanjangan masa jabatan Kades adalah kedok bagi wacana penundaan Pemilu.

Sedangkan tokoh paling banyak disebut dalam isu penundaan Pemilu adalah Jokowi (92,13%), Muhaimin Iskandar (3,62%), Zulkifli Hasan (3,53%) dan Mahfud MD (0,72%).

Wacana perpanjangan masa jabatan kepala desa dan lain-lain tersebut juga direspon negatif oleh publik sebesar 95,7% yang didominasi oleh penolakan dan kritik masyarakat.

Baca Juga:
Sidoarjo Tidak Gelar Pilkades Serentak, Tunggu Revisi UU Desa dan Peraturan Pemerintah

Mereka juga sangsi dengan prestasi kepala desa. Berdasarkan crawling, perbincangan publik terkait isu ini mengarah pada kedok 3 periode (38,8%) dan apa prestasi kades (24,3%).

Direktur Pusat Studi Media dan Demokrasi LP3ES-Dewan Pakar Continuum Dr Wijayanto menegaskan bahwa perpanjangan masa jabatan lurah dapat menyebabkan rusaknya demokrasi.

"Dinamika politik menuju 2024 bahkan akan lebih terjal karena demokrasi terancam masuk jurang karena lima masalah politik krusial," ucapnya, Minggu (12/2/2023).

Lima masalah krusial tersebut merebak di media sosial. Yaitu isu perpanjangan masa jabatan kepala desa menjadi pusat pembicaraan di medsos (42,581 percakapan), Ide penundaan Pemilu (1.951), kredibilitas KPU (1,938), kemunduran demokrasi (1,440), dan politik dinasti yang bercampur dengan oligarki sebanyak 775 perbincangan.

Diskusi publik Continuum Bigdata Center bertajuk Dinamika Politik Menuju 2024, Apa Kata Big Data? pada 5 Februari 2023 lalu menyoroti masalah politik dinasti dengan temuan perbincangan teratas di media sosial.

Sosok yang paling sering dikaitkan dengan politik dinasti adalah Jokowi (2,70%), Kaesang (1,35%) dan Gibran (1,34%).

Hasil crawling juga menunjukkan beberapa poin. Antara lain dulu menolak sekarang menyambut (44,9%), politik dinasti membahayakan demokrasi (4,5%) dan muncul karena Kaesang terjun ke politik (3,8%).(*)

Baca Sebelumnya

Tak Terbendung! Real Madrid Juara Piala Dunia Antarklub Kali Kelima

Baca Selanjutnya

Andre Rosiade Tegaskan IPO Pertamina Bukan Privatisasi 

Tags:

Pusat Studi Media dan Demokrasi LP3ES Big Data Center Masa Jabatan Kades Perpanjangan Jabatan Kades

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar