Direktur Populi Center Ingatkan Konsekuensi Pilkada Lewat DPRD, Legitimasi Jadi Taruhan

Editor: Mustopa

8 Jan 2026 21:06

Thumbnail Direktur Populi Center Ingatkan Konsekuensi Pilkada Lewat DPRD, Legitimasi Jadi Taruhan
Direktur Populi Center, Afrimadona saat berbicara dalam Forum Populi (Foto: Dok. Populi Center)

KETIK, JAKARTA – Lembaga survei Populi Center mengingatkan konsekuensi terkait wacana mengembalikan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ke DPRD. Terutama terkait risiko terhadap kualitas demokrasi dan legitimasi kekuasaan daerah.

Direktur Utama Populi Center, Afrimadona mengatakan bahwa gagasan Pilkada lewat DPRD harus dibahas secara hati-hati, terbuka dan berbasis kepentingan publik. Menurutnya, isu ini tidak bisa hanya dipandang dari sisi efisiensi dan stabilitas.

“Perubahan mekanisme tersebut tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa atau sekadar didorong oleh pertimbangan efisiensi,” ungkap Afrimadona dalam rilis yang diterima Ketik.com, Kamis, 8 Januari 2026.

”Pilkada melalui DPRD justru menuntut standar demokrasi yang lebih ketat, baik dari sisi kelembagaan partai politik, perilaku aktor politik, maupun jaminan perlindungan terhadap hak-hak politik warga,” tegasnya.

Baca Juga:
DPRD Surabaya Tekankan Keterlibatan Koperasi di Pasar Murah

Artinya, kata Afrimadona, tanpa pemenuhan prasyarat tersebut, perubahan mekanisme Pilkada berpotensi menimbulkan persoalan legitimasi dan melemahkan kualitas demokrasi lokal.

“Dalam konteks ini, penerimaan masyarakat menjadi faktor penting agar Pilkada melalui DPRD tidak dipersepsikan sebagai kebijakan elitis yang menjauhkan rakyat dari proses pengambilan keputusan politik,” tegas alumnus Northern Illinois University tersebut.

Terkait penerimaan masyarakat, Afrimadona mengingatkan hasil survei Populi Center yang dilakukan pada bulan Oktober dan dirilis 30 November 2025. Ia menyebut preferensi publik terhadap pemilihan kepala daerah secara langsung masih sangat kuat. 

“Sebanyak 89,6 persen responden menginginkan Gubernur dipilih secara langsung, sementara 94,3 persen responden menginginkan mekanisme serupa untuk pemilihan Bupati dan Wali Kota,” bebernya.

Baca Juga:
Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Ekonomi Jatim Terancam Melambat: DPRD Desak Mitigasi

Ia juga meminta agar partai-partai yang mengusulkan Pilkada lewat DPRD untuk mempertimbangkan keinginan pemilih masing-masing terkait preferensi cara memilih dalam Pilkada. 

“Masyarakat yang menyatakan akan memilih Partai Gerindra misalnya, hampir seluruhnya menginginkan memilih secara langsung Bupati/Wali Kota (96 persen) dan Gubernurnya (91,3 persen),” jelas Afrimadona.

“Begitu juga dengan pemilih Partai Golkar, PKB, Nasdem, PAN, dan Demokrat, yang sebagian besar menginginkan kepala daerah dipilih secara langsung,” tegas Dosen UPN Veteran Jakarta tersebut.

Dengan kecenderungan tersebut, Afrimadona mengatakan bahwa, partai-partai yang mengusulkan Pilkada lewat DPRD memiliki tugas yang cukup berat, yaitu melakukan proses sosialisasi yang luas, terbuka, dan berkelanjutan.

Sosialisasi, kata dia, tidak cukup dilakukan secara formal atau prosedural, melainkan harus menjelaskan secara jujur dan utuh bahwa mekanisme Pilkada melalui DPRD dirancang agar tetap demokratis dan akuntabel, sekaligus implikasinya terhadap efektivitas dan stabilitas pemerintahan lokal. 

“Tanpa proses ini, perubahan mekanisme Pilkada berisiko kehilangan legitimasi sosial,” terang pria yang juga alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut.

Lebih jauh, Afrimadona mengatakan bahwa pemilihan kepala daerah melalui DPRD hanya dapat diterima secara demokratis apabila memenuhi standar legitimasi yang jauh lebih tinggi dibanding sekadar efisiensi anggaran. 

Mekanisme ini, jelasnya, mensyaratkan kesiapan kelembagaan partai politik, integritas DPRD sebagai wakil rakyat, serta proses pemilihan yang terbuka.

Selama prasyarat berat tersebut belum terpenuhi secara meyakinkan, preferensi publik terhadap Pilkada langsung tidak boleh diabaikan. 

“Mengabaikan fakta ini bukan hanya berisiko secara politik, tetapi juga berpotensi melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi itu sendiri,” tandasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Tips Menjadi Petani Muda, Peluang Besar di 2026!

Baca Selanjutnya

WhatsApp Umumkan Tiga Fitur Baru di Obrolan Grup, Yuk Langsung Gunakan!

Tags:

Populi Center Afrimadona pilkada DPRD

Berita lainnya oleh Mustopa

Jaksa Agung Rotasi 14 Kajati, Termasuk Jawa Timur

13 April 2026 21:26

Jaksa Agung Rotasi 14 Kajati, Termasuk Jawa Timur

Satpam di Lingkungan Kemenag Kota Malang Ikuti Bimtek Layanan Publik

11 April 2026 13:38

Satpam di Lingkungan Kemenag Kota Malang Ikuti Bimtek Layanan Publik

Breaking News! Bupati Gatut Sunu Wibowo Terjaring OTT KPK di Tulungagung

10 April 2026 22:10

Breaking News! Bupati Gatut Sunu Wibowo Terjaring OTT KPK di Tulungagung

Danantara Indonesia Bentuk Denera untuk Kelola Proyek PSEL

10 April 2026 18:49

Danantara Indonesia Bentuk Denera untuk Kelola Proyek PSEL

Jangan Lampaui Batas: Peran Panti Rehabilitasi dalam Sistem Hukum Narkotika

8 April 2026 00:00

Jangan Lampaui Batas: Peran Panti Rehabilitasi dalam Sistem Hukum Narkotika

Napak Tilas Sejarah NU, Kota Surabaya Layak Jadi Tuan Rumah Muktamar NU Ke-35

7 April 2026 08:00

Napak Tilas Sejarah NU, Kota Surabaya Layak Jadi Tuan Rumah Muktamar NU Ke-35

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar