Yuk, Kenali Tanda Anak yang Menjadi Korban Kekerasan Seksual

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Irwansyah

10 Feb 2023 12:26

Thumbnail Yuk, Kenali Tanda Anak yang Menjadi Korban Kekerasan Seksual
Ilustrasi kekerasan pada anak. (Foto: Pexels )

KETIK, JAKARTA – Kasus kekerasan anak di Indonesia belakangan ini terus meningkat. Menurut data sepanjang tahun 2021 tercatat kasus kekerasan terhadap anak yang dilaporkan mencapai 11.952. Sebanyak 58,6 persen atau 7.004 di antaranya adalah kasus kekerasan seksual.

Kasus kekerasan ini tidak hanya dilakukan oleh laki-laki namun juga perempuan. Seperti yang baru saja terjadi dimana ibu muda tega melecehkan 17 anak di bawah umur.

Banyaknya kasus ini harus menjadi perhatian tidak hanya pemerintah tetapi juga para orang tua, agar lebih peka terhadap perubahan psikologis anaknya.

Seperti diketahui, terkadang anak yang menjadi korban kekerasan seksual seperti pelecehan sampai perkosaan tidak berani mengungkap atau melapor. Kondisi ini disebabkan anak yang menjadi korban kekerasan seksual mengalami rasa bersalah pada dirinya sendiri sampai tekanan mental yang cukup berat.

Oleh sebab itu, sebagai orang tua harus jeli dalam melihat perubahan perilaku yang terjadi pada anak yang menjadi korban kekerasan seksual.

Baca Juga:
Pemkot Terapkan Kebijakan Surabaya Tanpa Gawai di Malam Hari

Ketua Satgas Perlindungan Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Eva Devita Harmoniati, SpA(K) menjelaskan tiga tanda-tanda kekerasan seksual pada anak dapat dikenali dari:

1. Perubahan perilaku

Hal ini adalah tanda yang dapat langsung kita lihat. Dimana seorang anak korban kekerasan seksual biasanya mengalami perubahan perilaku secara drastis, seperti cemas, tertekan atau depresi, takut atau menghindar agar tidak bertemu orang.

Dalam kondisi yang berat, perubahan ini dapat memengaruhi kehidupan sosial tidak hanya dilingkungan keluarga tetapi juga sekolah, seperti penurunan prestasi belajar. bahkan tidak menutup kemungkinan anak akan berusaha bunuh diri.

Perlu diketahui, perubahan perilaku anak ini umumnya juga disertai masalah kesehatan lain yang khas dialami orang yang banyak tekanan, seperti sering sakit perut atau sakit kepala.

Baca Juga:
Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

2. Gangguan makan dan tidur

Setelah perubahan perilaku, anak korban kekerasan biasanya akan mengalami gangguan makan dan tidur. Gangguan yang terjadi adalah sering mimpi buruk dan susah tidur.

Selain itu korban umumnya juga mengalami gangguan makan anoreksia atau berat badan di bawah normal karena rasa takut berlebihan berat badan naik, serta bulimia atau kecenderungan memuntahkan makanan setelah makan.

3. Gangguan buang air

Gangguan buang air besar maupun kecil juga bisa jadi tanda-tanda kekerasan seksual pada anak. Anak korban kekerasan seksual terkadang mengeluhkan sering kecipirit, anus terasa sakit saat buang air besar, mengompol, nyeri saat buang air kecil.

Selain itu, terkadang korban juga mengalami vagina gatal, keputihan berlebihan, atau muncul luka di bagian kemaluan sampai anus.

“Waspadai jika muncul keluhan-keluhan tidak jelas dari anak, seperti menolak pergi sekolah, sakit kepala, sakit perut, dan sebagainya,” jelas Eva, seperti dilansir dari Antara.(*)

Baca Sebelumnya

Tahun 2023, PNM Targetkan 17 Juta Nasabah 

Baca Selanjutnya

Bakal Larang Ekspor Emas Secara Bertahap

Tags:

kekerasan anak perubahan psikologis perlindungan anak

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar