KETIK, JAKARTA – Prestasi membanggakan ditorehkan UB dan MAN 2 Kota Malang dalam Indonesia Sharia Forum Olympiad (ISFO) 2026 digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kompetisi mempertemukan ribuan peserta dari berbagai daerah itu, dua wakil Malang sukses raih juara.
Universitas Brawijaya (UB) Malang keluar sebagai juara pertama kategori mahasiswa dalam Kompetisi Cerdas Cermat Keuangan Syariah (CCKS). Sementara MAN 2 Kota Malang, berhasil membawa pulang juara ketiga untuk kategori pelajar.
Keberhasilan dua wakil Malang itu menjadi bagian dari kompetisi yang tahun ini berlangsung dengan skala cukup besar. ISFO 2026 sendiri diikuti 11.952 peserta yang tergabung dalam 4.030 tim dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, pada Kamis, 24 September 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, mengatakan ajang tersebut dirancang sebagai ruang bagi generasi muda untuk memperluas wawasan sekaligus memahami penerapan keuangan syariah dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kompetisi Wirausaha Muda Syariah, pemahaman tersebut diterapkan menjadi gagasan, inovasi dan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Dicky.
Sementaraitu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Muti, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki modal sosial yang sangat besar berupa generasi muda muslim yang berpendidikan, kreatif, serta produktif.
"Potensi inilah yang akan menjadi penggerak utama perkembangan ekonomi syariah Indonesia di masa depan," kata Abdul Mu'ti
Karena, lanjut Mu'ti, ekonomi syariah bukanlah tentang akumulasi kekayaan pada segelintir orang, melainkan tentang distribusi manfaat ekonomi yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Oleh karena itu ia mengajak, generasi muda untuk terus belajar, berkreasi, serta mengembangkan diri.
"Saya berharap generasi muda mampu mengelola keuangan dengan bijak, membangun usaha yang produktif, dan menjadi generasi yang mampu menciptakan nilai tambah bagi bangsa dan negara," katanya.
Sementara itu, Menteri Koperasi Republik Indonesia selaku Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ferry Juliantono mengatakan, koperasi menjadi alternatif badan usaha yang sangat relevan bagi generasi muda. Ia meyakini bahwa, peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah harus dilkuti dengan penguatan akses pembiayaan serta penyediaan wadah ekonomi yang memadai.
"Koperasi dapat menjadi salah satu alternatif badan usaha yang sangat relevan bagi generasi muda. Koperasi tidak hanya menjadi sarana berkumpul dan bekerja sama, tetapi juga menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan," ujar Ferry.
Ferry mendorong, generasi muda untuk lebih kreatif tidak hanya menjadi pengguna teknologi dan layanan yang ada, tetapi mampu menjadi generasi yang mampu menciptakan produk, membangun usaha, dan menghasilkan inovasi yang bernilai tambah. (*)
