Mengenal Malvinas, yang Kerap Disebut Jelang Semifinal Piala Dunia 2026 Antara Inggris dan Argentina

13 Juli 2026 09:47 13 Jul 2026 09:47

Thumbnail Mengenal Malvinas, yang Kerap Disebut Jelang Semifinal Piala Dunia 2026 Antara Inggris dan Argentina

Pasukan Inggris mendarat di Pulau Falkland untuk merebut pulau ini dari Argentina. Peperangan di pulau yang juga disebut sebagai Malvinas ini memicu laga Semifinal Piala Dunia 2026, antara Inggris dan Argentina, disebut sebagai Derbi Malvinas. (Foto: The Royal British Legion)

KETIK, JAKARTA – Pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Argentina bukan sekadar duel dua raksasa sepak bola dunia. Di balik pertandingan ini, tersimpan sejarah panjang yang membuat setiap pertemuan kedua negara selalu dipenuhi tensi tinggi.

Tak heran jika banyak pihak menjuluki laga Inggris kontra Argentina sebagai Derbi Malvinas.

Julukan tersebut merujuk pada Perang Malvinas atau Perang Falklands yang terjadi pada 1982. Konflik bersenjata itu dipicu oleh sengketa kepemilikan Kepulauan Falkland, yang oleh Argentina disebut sebagai Kepulauan Malvinas.

Perang bermula pada 19 Maret 1982 ketika Argentina mengirim kapal ke Pulau Georgia Selatan dan mengibarkan bendera negaranya. Inggris kemudian merespons dengan mengirim kapal perang HMS Endurance beserta pasukan Marinir Kerajaan untuk mengamankan wilayah tersebut.

Situasi semakin memanas beberapa hari kemudian. Argentina mengirim tambahan pasukan ke Georgia Selatan sebelum akhirnya melancarkan invasi ke Pulau Falkland Timur pada 2 April 1982.

Dalam waktu kurang dari satu hari, lebih dari 4.000 tentara Argentina berhasil menguasai wilayah tersebut, termasuk Stanley yang menjadi ibu kota Kepulauan Falkland.

Invasi itu memicu respons besar dari Inggris. Pada 12 April 1982, pemerintah Inggris menetapkan Zona Eksklusif Maritim sejauh 200 mil di sekitar Falkland untuk memutus jalur logistik Argentina.

Tak hanya itu, Inggris juga mengerahkan armada besar yang terdiri dari puluhan kapal perang, kapal amfibi, kapal logistik, serta sekitar 15.000 personel militer untuk merebut kembali wilayah tersebut.

Operasi militer Inggris mulai membuahkan hasil pada 25 April setelah berhasil merebut kembali Georgia Selatan. Beberapa hari kemudian, armada utama Inggris tiba di perairan Falkland dan mulai melancarkan operasi laut serta udara.

Salah satu momen paling menentukan dalam perang terjadi saat kapal selam HMS Conqueror menenggelamkan kapal penjelajah Argentina ARA General Belgrano. Sebanyak 368 awak kapal tewas dalam insiden tersebut, sementara armada laut utama Argentina memilih mundur ke pangkalan hingga perang berakhir.

Meski demikian, Argentina tetap memberikan perlawanan sengit melalui serangan udara. Sejumlah pesawat tempurnya berhasil menghantam kapal-kapal Inggris menggunakan bom dan rudal Exocet.

Di sisi lain, Inggris mampu mempertahankan keunggulan melalui pesawat tempur Sea Harrier, sistem pertahanan udara, dan peperangan elektronik. Selama konflik berlangsung, lebih dari separuh pesawat tempur Argentina berhasil dihancurkan.

Perang Falklands akhirnya berakhir pada 14 Juni 1982 setelah pasukan Inggris berhasil menguasai kembali Pulau Falkland Timur. Argentina pun menyatakan menyerah dan Inggris kembali mengendalikan Kepulauan Falkland.

Meski perang telah usai lebih dari 40 tahun lalu, sengketa atas Kepulauan Falkland atau Malvinas masih menjadi isu diplomatik antara kedua negara.

Karena itulah, setiap pertemuan Inggris vs Argentina, termasuk di Piala Dunia 2026, selalu memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar pertandingan sepak bola. Rivalitas yang lahir dari sejarah tersebut membuat duel ini dikenal luas sebagai Derbi Malvinas, salah satu rivalitas paling panas dalam dunia olahraga.

Tombol Google News

Tags:

Piala Dunia 2026 Piala dunia Derbi Malvinas Perang Malvinas Perang Falklands Timnas Inggris Timnas Argentina