Lawan Spanyol, Ronaldo Tak Mau Piala Dunia Terakhirnya Berakhir dengan Tangis

6 Juli 2026 20:08 6 Jul 2026 20:08

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Lawan Spanyol, Ronaldo Tak Mau Piala Dunia Terakhirnya Berakhir dengan Tangis

Penyerang Portugal Cristiano Ronaldo bereaksi setelah kehilangan peluang mencetak gol ke gawang Maroko pada pertandingan perempat final Piala Dunia 2022 kontra Maroko di Stadion Al-Thumama di Doha, Sabtu (9/12/2022). Kekalahan Portugal atas Maroko di perempat tampaknya telah membuat karir Ronaldo bagi timnas Portugal di turnamen empat tahun sekali itu habis. (Foto: AP Photo/Martin Meissner)

KETIK, JAKARTA – Cristiano Ronaldo dipastikan menjalani salah satu pertandingan paling emosional dalam kariernya saat Portugal menghadapi Spanyol pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Kapten Selecao itu mengakui turnamen di Amerika Serikat menjadi Piala Dunia terakhirnya dan berharap langkah Portugal belum berakhir pada laga bertajuk Derbi Iberia tersebut.

Pertandingan Portugal melawan Spanyol akan berlangsung di Dallas Stadium, Texas, Selasa dini hari, 7 Juli 2026 WIB.

Laga ini diprediksi menjadi salah satu partai terbesar di babak 16 besar karena mempertemukan dua rival abadi di Semenanjung Iberia.

"Mengingat ini akan menjadi Piala Dunia saya yang terakhir, saya harap esok tak akan menjadi laga terakhir saya," ujar Ronaldo dalam konferensi pers jelang pertandingan dikutip dari ESPN, Senin, 6 Juli 2026.

Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan tekad besar pemain berjuluk CR7 itu untuk memperpanjang kiprahnya di panggung sepak bola paling bergengsi dunia.

Empat tahun lalu, Ronaldo harus menelan kekecewaan mendalam setelah Portugal disingkirkan Maroko pada perempat final Piala Dunia 2022.

Kekalahan 0-1 di Stadion Al Thumama, Qatar, membuat sang megabintang berjalan meninggalkan lapangan sambil menitikkan air mata.

Momen tersebut menjadi salah satu potret paling emosional dalam perjalanan karier internasional Ronaldo dan kini ia bertekad tidak mengulang kisah serupa di Amerika Serikat.

Laga melawan Spanyol juga memiliki makna tersendiri bagi Ronaldo. Sepanjang kariernya bersama tim nasional Portugal, ia telah berkali-kali merasakan panasnya Derbi Iberia.

Sejak melakoni duel pertamanya pada Euro 2004, Ronaldo telah menghadapi Spanyol dalam berbagai turnamen besar, mulai Piala Dunia, Piala Eropa, hingga UEFA Nations League.

Dari sejumlah pertemuan kompetitif tersebut, Ronaldo merasakan kemenangan, hasil imbang, maupun kekalahan. Salah satu kenangan terbaiknya terjadi pada final UEFA Nations League 2025 ketika Portugal mengalahkan Spanyol melalui adu penalti setelah bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan.

Kini, pemain berusia 41 tahun itu berharap mampu kembali membawa Portugal mengatasi rival abadinya demi menjaga peluang meraih trofi Piala Dunia pertama dalam sejarah negaranya.

Namun, misi tersebut dipastikan tidak mudah.

Secara statistik, Spanyol tampil lebih meyakinkan sepanjang Piala Dunia 2026. Tim asuhan Luis de la Fuente belum sekalipun menelan kekalahan maupun kebobolan hingga babak 16 besar.

La Roja juga tampil lebih dominan dalam penguasaan permainan. Mereka mencatat 2.834 operan dengan 2.602 di antaranya tepat sasaran, jauh di atas Portugal yang membukukan 2.487 operan dengan 2.276 operan akurat.

Spanyol juga lebih agresif membangun serangan. Mereka menciptakan 78 peluang dengan tingkat akurasi tembakan mencapai 33 persen, sementara Portugal menghasilkan 52 peluang dengan akurasi sekitar 29 persen.

Dominasi permainan Spanyol juga terlihat dari intensitas penetrasi ke wilayah pertahanan lawan yang mencapai 842 kali, dibandingkan Portugal sebanyak 748 kali.

Meski demikian, Portugal memiliki keunggulan dari sisi efektivitas penyelesaian akhir.

Nilai expected goals (xG) Portugal mencapai 8,83, jauh lebih tinggi dibandingkan Spanyol yang berada di angka 5,26.

Statistik tersebut menunjukkan peluang-peluang yang diciptakan Selecao memiliki kualitas lebih baik sehingga lebih berpotensi menjadi gol.

Portugal sejauh ini telah mengoleksi delapan gol, dengan tiga di antaranya dicetak Ronaldo.

Sementara Spanyol juga mencetak delapan gol yang sebagian besar lahir melalui permainan kolektif, termasuk empat gol dari Mikel Oyarzabal yang menjadi mesin gol La Roja sepanjang turnamen.

Pertandingan nanti diprediksi menghadirkan duel menarik antara pengalaman Ronaldo dengan generasi baru Spanyol yang diperkuat Lamine Yamal, Pedri, Rodri, hingga Oyarzabal.

Selain itu, duel taktik antara Roberto Martinez dan Luis de la Fuente juga menjadi sorotan.

Portugal lebih mengandalkan keseimbangan lini tengah melalui skema poros ganda sebelum mengalirkan bola kepada Ronaldo sebagai penyelesai akhir.

Sebaliknya, Spanyol tetap mempertahankan filosofi penguasaan bola dengan mengoptimalkan permainan kedua sayap yang diisi pemain-pemain muda bertalenta.

Menariknya, sejarah menunjukkan Derbi Iberia selalu berlangsung ketat. Dalam pertandingan kompetitif sejak Piala Dunia 1934, tidak pernah ada kemenangan dengan selisih lebih dari satu gol.

Jika kembali berlanjut hingga adu penalti, Portugal tentu berharap dapat mengulang sukses pada final UEFA Nations League 2025 saat menaklukkan Spanyol melalui drama tos-tosan.(*)

Tombol Google News

Tags:

Cristiano Ronaldo Timnas Portugal Timnas Spanyol Roberto Martinez Luis De La Fuente Mikel Oyarzabal Lamine Yamal Piala Dunia 2026 Babak 16 Besar Derbi Iberia Dallas Stadium info piala dunia Berita Piala Dunia