Kemenangan di Depan Mata Hilang, Acosta: Saya Mengacaukannya

20 September 2026 12:13 20 Sep 2026 12:13

Ika Setya Y., Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kemenangan di Depan Mata Hilang, Acosta: Saya Mengacaukannya

Rider KTM Pedro Acosta sesali kesempatan yang hilang begitu saja (Foto: MotoGP)

KETIK, JAKARTA – Pedro Acosta menjadi pembalap paling kecewa setelah Sprint MotoGP Austria, 19 September 2026. Di Red Bull Ring, rider KTM itu sebenarnya sedang menjalani salah satu race sprint terbaik sepanjang kariernya.

Acosta memimpin sebagian besar balapan, memiliki pace yang sangat kuat, dan sempat membangun keunggulan hingga 2,8 detik atas Jorge Martin. Namun ketika kemenangan sudah tinggal tiga lap lagi, semuanya berakhir di Tikungan 2.

Acosta kehilangan titik pengereman, melebar ke gravel, lalu terjatuh.

Kesempatan meraih kemenangan Sprint di kandang KTM pun lenyap begitu saja.

Sejak awal balapan, Acosta memang terlihat sangat nyaman. Ia berhasil mengambil alih posisi terdepan dan kemudian mulai meninggalkan rombongan di belakangnya. Martin, yang start dari pole, justru sempat terlempar ke posisi kedelapan setelah duel dengan Marc Marquez pada lap pertama.

Situasi tersebut membuat Acosta semakin leluasa.

Martin perlahan melakukan comeback, sementara Marc juga bertahan di barisan depan. Tetapi keduanya tidak mampu memberikan tekanan berarti kepada Acosta.

Dilansir dari Speedweek, Acosta sempat unggul hingga 2,8 detik dari Martin sebelum insiden terjadi. Dengan hanya tiga lap tersisa, kemenangan bahkan terlihat hampir pasti berada di tangan rider KTM tersebut.

Namun, Acosta kemudian melakukan kesalahan yang sangat sederhana.

Ia melihat dashboard untuk memeriksa informasi mengenai jumlah lap yang tersisa dan kondisi bahan bakar. Perhatiannya terpecah dan ia kehilangan titik pengereman menuju chicane.

"Pace saya sangat bagus. Saya melihat dashboard untuk melihat berapa lap yang tersisa dan bagaimana kondisi bahan bakarnya. Kemudian saya mengacaukannya karena melewatkan titik pengereman,” ujar Acosta seperti dilansir Speedweek.

Acosta bahkan mengakui bahwa secara normal ia seharusnya mulai mengurangi risiko ketika sudah unggul sekitar tiga detik dengan tiga lap tersisa.

"Saya sedikit kehilangan fokus. Kalau berada dalam situasi yang sama pada hari Minggu, saya tidak akan mengurangi kecepatan.”»

MotoGP.com juga mengonfirmasi bahwa Acosta terjatuh ketika masih memimpin Sprint dengan nyaman, tepat tiga lap sebelum finis.

Yang menarik, Acosta tidak mencoba mencari alasan.

Ia langsung mengambil tanggung jawab penuh atas kesalahan tersebut.

Bahkan setelah balapan, Acosta masih menilai Sprint tersebut sebagai salah satu penampilan terbaiknya sejak berada di kelas MotoGP.

Dilansir dari AS, Acosta mengatakan bahwa ia merasa memiliki kecepatan, ritme, dan kemampuan mengelola balapan terbaik selama tiga tahun kariernya di MotoGP.

"Ini adalah balapan di mana saya merasa paling cepat, dengan ritme terbaik dan pengelolaan balapan terbaik selama tiga tahun saya di kategori ini," ucapnya.

Pernyataan tersebut membuat hasil Sprint terasa semakin pahit.

Sebab, Acosta bukan kehilangan kemenangan karena KTM-nya bermasalah atau karena kalah dalam pertarungan dengan Martin. Ia justru sedang mengendalikan balapan ketika kesalahan kecil membuat semuanya berubah.

Setelah terjatuh, Acosta sebenarnya masih bisa kembali ke lintasan. Namun posisinya sudah berada di luar zona poin dan motor tidak lagi memberikan kecepatan yang dibutuhkan. Ia akhirnya memilih tidak melanjutkan balapan.

Menariknya, Acosta tidak ingin kegagalan tersebut mengubah pendekatannya untuk balapan utama.

"Saya tidak punya apa-apa untuk kehilangan. Kita lihat saja posisi saya nanti," terangnya.

Dan ada alasan untuk tetap optimistis.

Acosta akan kembali start dari baris depan pada balapan utama setelah lolos P3, hanya 0,067 detik dari pole position Jorge Martin. Ia juga sudah menunjukkan bahwa KTM memiliki pace yang sangat kuat di Red Bull Ring.

Bahkan sebelum Sprint, Martin dan Marc sudah melihat Acosta sebagai salah satu rival utama di Austria.

Kini, rider KTM itu punya satu kesempatan lagi. Bukan lagi Sprint 14 lap, tetapi balapan utama dengan jarak jauh lebih panjang dan tuntutan berbeda terhadap ban serta konsumsi bahan bakar. 

Acosta sendiri mengatakan karakter Red Bull Ring biasanya berubah cukup banyak antara Sprint dan race. Jadi, apa yang terjadi pada Sabtu belum tentu menentukan cerita pada Minggu.

Satu hal yang jelas, Acosta sudah menunjukkan bahwa kecepatannya cukup untuk menang. Yang tersisa sekarang adalah menyelesaikan pekerjaannya sampai garis finis.(*)

Tombol Google News

Tags:

pedro acosta ktm MotoGP GP Austria