KETIK, JAKARTA – Kasus Marco Bezzecchi di Brno ternyata belum selesai jadi bahan pembicaraan di paddock. Setelah banyak pembalap memberi komentar soal skorsing yang dijatuhkan usai insiden dengan marshal, kini giliran Franco Morbidelli ikut angkat suara.
Tapi yang menarik, Morbidelli tidak hanya bicara soal Bezzecchi.
Ia justru membawa nama Aleix Espargaró ke dalam diskusi dan menyinggung insiden lama yang menurutnya juga layak mendapat perlakuan serupa.
Dilansir dari Motosan, Morbidelli mengatakan, “Aleix Espargaró juga seharusnya tidak balapan setelah melakukan tindakan itu.”
Pernyataan itu merujuk pada insiden MotoGP Qatar 2023, saat Aleix mendapat hukuman setelah melakukan kontak fisik kepada Morbidelli dalam sesi latihan dan tetap diizinkan menjalani akhir pekan balap.
Komentar Morbidelli cukup menarik karena nadanya bukan sepenuhnya membela Bezzecchi.
Justru ia mencoba mengangkat isu konsistensi penegakan aturan.
Menurut pembalap VR46 itu, baik rider maupun marshal sama-sama manusia dan seharusnya standar penilaiannya berlaku sama untuk semua kasus.
Di luar komentar soal sanksi, Morbidelli sendiri menutup akhir pekan Brno dengan hasil yang jauh dari ideal. Ia finis di luar persaingan depan dan mengaku menjalani salah satu balapan paling membingungkan musim ini.
Dilansir dari Motosan, Morbidelli mengatakan ia sudah mengendarai motor di batas maksimum, tetapi tidak memiliki grip, tidak punya kecepatan saat pengereman, dan merasa tidak bisa mendapatkan apa yang dibutuhkan untuk melaju cepat. Ia bahkan sempat bercanda bahwa mungkin dirinya “lupa cara mengendarai MotoGP”.
Morbidelli juga mengaku frustrasi karena performanya berubah sangat drastis dibanding seri-seri sebelumnya.
Ia mencontohkan bahwa di beberapa akhir pekan seperti Mugello dan Barcelona, dirinya sempat punya ritme yang bagus dan bahkan tampil kompetitif sejak awal sesi. Karena itu, hasil di Brno terasa sulit dijelaskan.
Kalau sebelumnya sorotan tertuju ke Bezzecchi dan keputusan steward, komentar Morbidelli ini membuka diskusi lain: apakah MotoGP sudah cukup konsisten saat menilai tindakan pembalap?
Karena di paddock, sering kali yang diperdebatkan bukan hanya hukumannya—tapi apakah kasus yang berbeda benar-benar diperlakukan dengan ukuran yang sama. (*)
.png)