Viva Yoga Dorong Generasi Muda Jadi Aktivis: Berorganisasi Mengasah Pikiran Out of the Box

Jurnalis: Surya Irawan
Editor: Rahmat Rifadin

28 Apr 2025 09:15

Thumbnail Viva Yoga Dorong Generasi Muda Jadi Aktivis: Berorganisasi Mengasah Pikiran Out of the Box
Wakil Menteri Transmigrasi (Mentras) RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi memberikan materi Latihan Kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Tingkat Nasional, Depok, Jawa Barat, Minggu 27 April 2025 (Foto: Surya Irawan/Ketik.co.id)

KETIK, JAKARTA – Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentras) RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi mendorong generasi muda untuk aktif berorganisasi baik organisasi dalam maupun luar sekolah.

"Hal demikian penting sebab pengetahuan kepemimpinan dan kemasyarakatan tidak diperoleh di bangku sekolah. Karena itu, saat kuliah, ikut organisasi juga sangat penting," kata Viva Yoga saat memberikan materi Latihan Kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Tingkat Nasional, Minggu 27 April 2025.

Dalam acara yang dikemas dalam Parlemen Pelajar 2025, yang digelar di Depok, Jawa Barat pada 24-27 April itu, Viva memberikan materi tentang kepemimpinan, keorganisasian, dan ilmu politik namun mereka juga mempraktekan sidang-sidang di DPR.

Kegiatan ini bekerja sama dengan DPR, diikuti oleh 100 peserta yang datang dari berbaga provinsi seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan hingga Papua dan lain-lain. 

Baca Juga:
Kasus Andrie Yunus Picu Aksi Mahasiswa di Malang, Dinilai Jadi Alarm Ancaman Demokrasi

Viva mengatakan, ilmu tentang kepemimpinan dan kemasyarakatan yang diperoleh dari organisasi tak bisa diserap dalam waktu yang singkat.

"Perlu waktu yang intensif, kesabaran, dan ketekunan”, ujarnya. Di sinilah menunjukan beroganisasi tak bisa dilakukan secara instan atau cepat," ujar Viva.

"Berbagai ilmu dari organisasi ini tidak kita dapatkan dari bangku sekolah," sambung pria asal Lamongan, Jawa Timur ini.

Menurut dia, bila aktif berorganisasi, generasi muda tak hanya memperoleh ilmu yang tidak ada di bangku sekolah atau kuliah, namun ia juga akan bertemu dengan berbagai tokoh politik maupun masyarakat.

Baca Juga:
Perkuat Sinergi! Bupati Paramitha Hadiri Halalbihalal LSM dan Pers: Kritik Adalah Navigasi Pembangunan

"Saat mengikuti Parlemen Pelajar, kalian bisa bertemu dengan anggota DPR secara langsung," katanya. 

Namun, Wakil Ketua Umum PAN ini mengingatkan, menjadi aktivis itu berat dan penuh tantangan. Sebab, di saat pelajar atau mahasiswa lain santai atau main media sosial, seorang aktivis harus berdiskusi, rapat dan membahas program kerja.

Tak hanya itu, para aktivis akan menjadi manusia yang asing di lingkungannya, karena pikirannya out of the box.  Pikiran out of the box inilah membuat pelajar atau mahasiswa kerap berdiskusi berbagai masalah mulai dari filsafat, politik, ideologi, ekonomi, dan agama.
 
Meski mendorong generasi muda aktif berorganisasi, namun dirinya juga mengingatkan agar mereka tetap tekun dan serius dalam belajar baik di sekolah maupun kuliah.

Bila kuliah di fakultas hukum maka harus mampu memahami ilmu-ilmu hukum. Demikian pula saat kuliah di fakultas ekonomi, kedokteran, teknik, maupun fakultas dan jurusan lainnya.

"Ilmu-ilmu yang bersifat fakultatif inilah yang akan meniadi dasar dalam kehidupan untuk mencari kerja," katanya.

Untuk menambah wawasan keilmuan, maka diharapkan pelajar dan mahasiswa juga berpikir holistik komprehensif. Caranya dengan membaca berbagai macam buku di luar fakultatifnya seperti buku tentang ideologi, politik, ekonomi, agama, dan lain sebagainya.

"Perpaduan inilah yang akan membuat wawasan kita menjadi luas," ujar mantan Ketua HMI Cabang Denpasar itu.

Modal yang didapat dari sekolah, kuliah, dan berorganisasi inilah yang menjadi bekal bila mau menjadi politisi dan masuk partai politik. 

"Meski selama ini orang masuk partai politik niatnya macam-macam. Ada yang niatnya pragmatis, tapi ada pula niatnya memperjuangkan kepentingan rakyat. Ini tujuan kita ikut berorganisasi, adalah memperjuangkan kepentingan rakyat," tegasnya.

Ia mengatakan, di DPR periode 2024-2029 ada delapan partai politik (parpol). yang lolos parliamentary threshold atau ambang batas parlemen. Yakni PDIP, Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Nasdem, PKB, PKS, PAN, dan Partai Demokrat. 

"Partai-partai itu yang lolos parliamentary threshold inilah yang saat memperjuangkan kepentingan rakyat di parlemen, yang dituangkan menajdi kebijakan pemerintah," paparnya.

Viva menegaskan, hadirnya parpol menjadi itu wujud di Indonesia ada demokrasi. Sebab. tidak ada negara demokrasi tanpa partai politik. Indonesia sebagai negara demokrasi, maka setiap orang dapat mendirikan parpol asalkan memenuhi syarat.

"Syarat untuk mendirikan partai, ia harus memiliki ideologi yang jelas, struktur organisasi sampai desa, ada kaderisasi, memiliki program kerja yang memberi manfaat bagi rakyat, pendanaan yang kuat, dan tumbuhnya demokrasi di internal partai," pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

HUT ke-77 Kalurahan Girikerto, Sleman: Semangat Menghidupkan Tradisi dan Budaya Lokal

Baca Selanjutnya

Ketua MPR RI Dorong Penguatan Warteg Secara Nasional, Bisa Jadi 'Jepangnya Indonesia'

Tags:

Aktivis Viva Yoga Mauladi LDK IPM Parlemen Remaja 2025

Berita lainnya oleh Surya Irawan

MAKI Kembali Tagih Janji KPK Tahan Dua Tersangka Korupsi CSR BI

15 April 2026 15:11

MAKI Kembali Tagih Janji KPK Tahan Dua Tersangka Korupsi CSR BI

Ramadan 2026, BMI Salurkan Bantuan ke Ribuan Orang

14 April 2026 07:40

Ramadan 2026, BMI Salurkan Bantuan ke Ribuan Orang

Mulai Pukul 18.00 WIB, Listrik Gedung DPR Dibatasi demi Efisiensi

28 Maret 2026 10:00

Mulai Pukul 18.00 WIB, Listrik Gedung DPR Dibatasi demi Efisiensi

Setjen DPR Targetkan Hemat Rp1,5 Miliar BBM, Wacana WFH Jumat Menguat

28 Maret 2026 08:40

Setjen DPR Targetkan Hemat Rp1,5 Miliar BBM, Wacana WFH Jumat Menguat

Setjen DPR Terapkan Efisiensi Anggaran di Tengah Kenaikan Harga BBM Global

28 Maret 2026 07:36

Setjen DPR Terapkan Efisiensi Anggaran di Tengah Kenaikan Harga BBM Global

Pengrajin Difabel di Ponorogo Kembangkan Batik Ciprat Lewat Program Pemberdayaan

28 Maret 2026 07:05

Pengrajin Difabel di Ponorogo Kembangkan Batik Ciprat Lewat Program Pemberdayaan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H