Ultraman Ditolak Masuk Gedung DPR, Jamaludin Malik Terpaksa Pakai Setelan Jas Hitam

Jurnalis: Surya Irawan
Editor: Mustopa

2 Okt 2024 13:10

Thumbnail Ultraman Ditolak Masuk Gedung DPR, Jamaludin Malik Terpaksa Pakai Setelan Jas Hitam
Jamaludin Malik, anggota DPR terpilih dari Partai Golkar menghadiri pelantikan sebagai anggota DPR menggunakan kostum Ultraman, tokoh fiksi pahlawan anak-anak yang berani memberantas kejahatan (Foto: Surya Irawan/Ketik.co.id)

KETIK, JAKARTA – Pada pelantikan anggota DPR/DPD/MPR pada Selasa, 1 Oktober 2024 kemarin, banyak momen unik dan menarik yang tidak boleh dilewatkan. Salah satunya aksi yang dilakukan Jamaludin Malik, anggota DPR dari Partai Golkar menjelang pelantikan.

Anggota DPR terpilih dari daerah pemilihan (dapil) meliputi Kabupaten Demak, Jepara dan Kudus ini mengenakan kostum ultraman ke gedung DPR menjelang dilantik sebagai anggota DPR 2024-2029.

Jamaludin pun menjadi sorotan orang-orang yang hadir di Senayan menjelang pelantikan karena memakai kostum ultraman. Mata topeng Ultraman yang dipakainya pun menyala.

Penampilan Jamaludin itu menarik perhatian karena berbeda dari kebanyakan para anggota DPR dan DPD yang akan dilantik. 

Baca Juga:
David Pajung: Ajakan Saiful Mujani Jatuhkan Prabowo Adalah Opini Jalanan, Bukan Gagasan Akademis

Sebagian besar anggota Dewan mengenakan setelan jas atau pakaian adat daerah masing-masing menjelang pelantikan.

Jamaludin bergegas menuju Gedung Nusantara atau Gedung Kura-Kura tempat menuju lokasi pelantikan. Namun, kehadirannya ditolak petugas pengamanan, meskipun dia mengaku sebagai anggota DPR terpilih yang akan dilantik.

Karena ditolak, Jamaludin kemudian berganti pakaian mengenakan jas karena tidak boleh ikut pelantikan menggunakan kostum ultraman.

Akhirnya, kostum tersebut, diserahkan kepada stafnya dan menggantikan dirinya mengenakan kostum ultraman.

Baca Juga:
Golkar Trenggalek Ubah Susunan Fraksi di DPRD, Begini Penjelasan Ketua DPD

"Saya sendiri pakai kostum ultraman. Tapi, karena tidak dibolehkan, saya mendelegasikan kepada salah satu timses saya untuk menggantikan saya," kata Jamaludin di gedung DPR RI, Jakarta, Selasa 1 Oktober 2024. 

Foto Jamaludin Malik, anggota DPR terpilih dari Partai Golkar berganti setelan jas usai ditolak menggunakan kostum Ultraman saat menghadiri acara pelantikan anggota DPR periode 2024-2029 (Foto: Surya Irawan)Jamaludin Malik, anggota DPR terpilih dari Partai Golkar berganti setelan jas usai ditolak menggunakan kostum Ultraman saat menghadiri acara pelantikan anggota DPR periode 2024-2029 (Foto: Surya Irawan/Ketik.co.id)

Jamaludin kemudian menjelaskan alasannya memilih kostum ultraman untuk dikenakan, bukan jas saat pelantikan, karena hal itu menjadi janji dia selama masa kampanye.

Menurutnya, memakai kostum ultraman merupakan cara yang murah agar bisa dikenal publik ketika kampanye Pileg 2024, termasuk saat pelantikan sebagai anggota DPR apabila terpilih. 

"Karena itu saya mencari cara yang murah, supaya nama saya gampang viral dan gampang terkenal, maka dari itu semua baliho saya gambarnya adalah gambar ultraman," sebutnya.

Dia menyebut Ultraman merupakan simbol pahlawan. Jamaludin mengumpamakan Ultraman sudah tidak membasmi monster, tapi mengayomi masyarakat.

"Tapi kita rindu dengan sosok ultraman yang sudah kehabisan monster. Jadi episodenya selesai. Jadi karena itu ultraman-nya gabut, terus nyaleg. Supaya dia dari memberantas monster, menjadi mengayomi masyarakat. Jadi ke situ arahnya," ujarnya.

Jamaludin menggunakan kostum tokoh fiksi ultraman itu, menjadi diksi atau simbol bahwa kehadiran akan membasmi berbagai kejahatan seperti yang dilakukan ultraman.

"Saya akan membasmi kejahatan seperti Ultraman. Karena Ultraman itu ya membasmi kejahatan. Ini ciri khas saya dari dulu," ujarnya. 

Oleh sebab, Jamaludin enggan menanggalkan ciri khasnya, meski terkadang rela apabila diminta untuk melepaskan kostum ultraman seperti ketika hendak pelantikan sebagai anggota DPR.(*)

Baca Sebelumnya

Sukses Juara di Berbagai Lomba Design Grafis, Alumni SMAN Bareng Jombang Ini Bangga Pernah Ikut Program Double Track

Baca Selanjutnya

Pembangunan Dinilai Stagnan, Pengamat Politik Sebut Pilkada Sumsel Jadi Momentum Perubahan

Tags:

Ultraman Jamaludin Malik DPR Golkar

Berita lainnya oleh Surya Irawan

Kadin Dukung Penanaman Kedelai oleh Pramuka dan HKTI, Dorong Kedaulatan Pangan Nasional

19 April 2026 10:00

Kadin Dukung Penanaman Kedelai oleh Pramuka dan HKTI, Dorong Kedaulatan Pangan Nasional

Fahri Hamzah Ungkap Ritme dan Strategi Prabowo Tingkatkan Kinerja Kabinet

18 April 2026 21:35

Fahri Hamzah Ungkap Ritme dan Strategi Prabowo Tingkatkan Kinerja Kabinet

HKTI Diskusi dengan Kementan Soal Hasil Panen Kedelai

18 April 2026 20:06

HKTI Diskusi dengan Kementan Soal Hasil Panen Kedelai

Panen Perdana, Kwarnas Pilih Kedelai untuk Kurangi Ketergantungan Impor

18 April 2026 19:14

Panen Perdana, Kwarnas Pilih Kedelai untuk Kurangi Ketergantungan Impor

Tekan Biaya dan Tenaga Kerja, Rumah Modular ini Cocok untuk Huntara Pasca Bencana

17 April 2026 16:29

Tekan Biaya dan Tenaga Kerja, Rumah Modular ini Cocok untuk Huntara Pasca Bencana

MAKI Kembali Tagih Janji KPK Tahan Dua Tersangka Korupsi CSR BI

15 April 2026 15:11

MAKI Kembali Tagih Janji KPK Tahan Dua Tersangka Korupsi CSR BI

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend