Transisi La Nina ke El Nino! BMKG Peringatkan Ancaman Kemarau Ekstra Panas Datang Lebih Awal

Jurnalis: Surya Afriza
Editor: Fiqih Arfani

10 Mar 2026 14:22

Thumbnail Transisi La Nina ke El Nino! BMKG Peringatkan Ancaman Kemarau Ekstra Panas Datang Lebih Awal
Ilustrasi anomali suhu muka laut global bulan Februari 2026. Dominasi merah di Samudra Pasifik menjadi penanda kuat datangnya fase El Nino. (Foto: Arsip BMKG)

KETIK, JAKARTA – Hujan deras yang masih sering mengguyur berbagai wilayah nusantara akhir-akhir ini mungkin membuat anda berpikir bahwa musim kemarau masih sangat jauh. Padahal di balik cuaca basah tersebut ada ancaman kekeringan ekstrem yang sedang mengintai diam-diam. 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) baru saja merilis peringatan penting bahwa fenomena iklim La Nina telah resmi berakhir pada Februari lalu dan kini wilayah Indonesia tengah bersiap menyambut datangnya El Nino.

Transisi iklim global ini diprediksi akan membuat musim kemarau 2026 datang lebih cepat dari rerata normalnya dengan suhu yang dipastikan jauh lebih memanggang.

Berdasarkan data pantauan anomali cuaca global saat ini kondisi iklim di Samudra Pasifik sedang berada pada fase netral. Namun, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa peluang kemunculan El Nino kategori lemah hingga moderat akan semakin meningkat pada paruh kedua tahun ini. 

Baca Juga:
Kota Surabaya dan Sidoarjo Diprediksi Berawan Hari Rabu, 15 April 2026! Cek Daerahmu Sekarang

Hal ini terlihat sangat jelas dari peta anomali suhu muka laut global bulan Februari 2026 yang menunjukkan adanya pergerakan panas yang memicu awal musim kemarau lebih maju.

“Dengan kondisi ini, durasi musim kemarau di 57,2 persen wilayah Indonesia diprediksi lebih panjang dari normalnya,” ujar Faisal dalam sesi konferensi pers.

Ancaman hawa panas ini makin terkonfirmasi lewat data pergerakan angin. Peralihan aliran udara dari monsun Asia menuju monsun Australia menjadi penanda kuat dimulainya fase kemarau. BMKG mencatat sebanyak 114 Zona Musim atau ZOM yang setara dengan 16,3 persen wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada April dua ribu dua puluh enam. 

Area ini mencakup pesisir utara Jawa bagian barat sebagian besar wilayah Jawa Tengah hingga Jawa Timur Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur serta sebagian kecil daratan Kalimantan dan Sulawesi.

Baca Juga:
Prakiraan Cuaca Hari Ini, Selasa 14 April 2026: Jakarta dan Bandung Cerah

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan memaparkan bahwa gelombang hawa panas ini akan merambat secara bertahap. Beliau merinci bahwa 184 ZOM atau 26,3 persen wilayah akan menyusul masuk musim kemarau pada bulan Mei dan 163 ZOM atau 23,3 persen pada bulan Juni. 

Berdasarkan data komprehensif tersebut Ardhasena menegaskan bahwa awal kemarau di 325 ZOM atau 46,5 persen wilayah diprediksi maju atau terjadi lebih cepat dari biasanya. Sementara itu 24,7 persen wilayah diprediksi sama dengan siklus normal dan 10,3 persen sisanya diprediksi mundur.

“Wilayah yang diprediksi mengalami awal kemarau lebih maju meliputi sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga sebagian wilayah Papua,” ujar Ardhasena melengkapi pemetaan tersebut.

Berdasarkan analisis mendalam dari BMKG puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi terjadi pada bulan Agustus mendatang. Fase kritis ini akan mencakup 429 ZOM atau sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia. Sementara itu sisa wilayah lainnya akan mengalami puncak kemarau pada bulan Juli sebesar 12,6 persen dan bulan September sebesar 14,3 persen.

Menghadapi ancaman kemarau panjang yang kian merata ini kita tentu tidak boleh hanya berdiam diri. Pihak BMKG menyoroti urgensi kesiapan infrastruktur untuk menghadapi krisis kekeringan massal ini.

“Langkah ini harus dibarengi dengan penguatan sektor sumber daya air melalui revitalisasi waduk dan perbaikan jaringan distribusi demi menjamin ketersediaan air bersih bagi kebutuhan domestik maupun operasional PLTA di sektor energi,” papar Faisal menekankan solusi konkretnya.

Manajemen tata kelola air yang matang memang menjadi kunci pertahanan utama dalam menghadapi anomali cuaca ini. Pasalnya saat kemarau berkepanjangan melanda pasokan air baku untuk saluran irigasi pertanian dan kebutuhan harian warga dipastikan bakal menyusut drastis. 

Jika cadangan air di bendungan tidak diatur dengan cermat ancaman gagal panen hingga krisis pasokan listrik dari pembangkit tenaga air bisa menjadi masalah serius yang merugikan publik. Oleh karena itu koordinasi terpadu dari berbagai sektor sangat krusial untuk mencegah dampak terburuk sebelum puncak kemarau tiba.

“BMKG menegaskan bahwa seluruh informasi prediksi ini merupakan bentuk peringatan dini (Early Warning) yang harus segera diterjemahkan menjadi aksi nyata (Early Action) oleh para pemangku kepentingan demi meminimalkan risiko bencana kekeringan di Indonesia,” tutur Faisal menutup sesi penjelasan tersebut.

Pesan dari BMKG ini menjadi alarm bagi kita semua untuk mulai bijak menggunakan air bersih dalam keseharian rumah tangga. Selain itu masyarakat juga diimbau untuk selalu menjaga tingkat hidrasi tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih saat harus beraktivitas di bawah terik matahari yang menyengat. (*)

Baca Sebelumnya

99 GenZI Siap Sambut Jamaah Qiyamullail di Masjid Al-Akbar Surabaya

Baca Selanjutnya

Opor Ayam Selalu Hadir Saat Lebaran, Simbol “Pangapunten” atau Permohonan Maaf

Tags:

La Nina El Nino BMKG prediksi cuaca Musim kemarau 2026 cuaca ekstrem suhu panas Prakiraan cuaca Perubahan iklim

Berita lainnya oleh Surya Afriza

Bukan dari Arab, Istilah Halalbihalal Ternyata Asli Nusantara, Ini Sejarahnya

20 Maret 2026 04:17

Bukan dari Arab, Istilah Halalbihalal Ternyata Asli Nusantara, Ini Sejarahnya

Dari Teror Denah Rumah Misterius Hingga Teka-Teki Pelukis Berdarah Dingin, Ini 5 Novel Wajib Baca Buat Pecinta Teka-Teki

13 Maret 2026 06:20

Dari Teror Denah Rumah Misterius Hingga Teka-Teki Pelukis Berdarah Dingin, Ini 5 Novel Wajib Baca Buat Pecinta Teka-Teki

Menyelami Ketenangan Irama Retro, Alasan Musik Nostalgia Sukses Mencuri Hati Gen Z di Tengah Kebisingan Modern

10 Maret 2026 05:25

Menyelami Ketenangan Irama Retro, Alasan Musik Nostalgia Sukses Mencuri Hati Gen Z di Tengah Kebisingan Modern

Ingin Kuliah di Luar Negeri? Ini Tiga Persiapan Wajib Sebelum Daftar Beasiswa

9 Maret 2026 03:15

Ingin Kuliah di Luar Negeri? Ini Tiga Persiapan Wajib Sebelum Daftar Beasiswa

Persiapan Jelang Idul Fitri! Daftar Lima Kue Kering yang Wajib Dibeli

5 Maret 2026 07:45

Persiapan Jelang Idul Fitri! Daftar Lima Kue Kering yang Wajib Dibeli

Nostalgia Rental PS, Berikut Rekomendasi Empat Gim yang Cocok untuk Ngabuburit

4 Maret 2026 03:39

Nostalgia Rental PS, Berikut Rekomendasi Empat Gim yang Cocok untuk Ngabuburit

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar