Tegas! Wamenag Minta Tak Ada Sweeping Selama Bulan Suci Ramadan

Editor: Muhammad Faizin

18 Feb 2026 07:20

Headline

Thumbnail Tegas! Wamenag Minta Tak Ada Sweeping Selama Bulan Suci Ramadan
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo R. Muhammad Syafi’i (kanan) dalam jumpa pers bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar dan anggota DPR RI Marwan Dasopang usai sidang itsbat, Selasa, 17 Februari 2026. (Tangkapan layar Youtube)

KETIK, JAKARTA – Pemerintah meminta tidak ada lagi aksi sweeping selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kedua belah pihak, baik yang berpuasa maupun tidak berpuasa, harus sama-sama saling menghormati.

Pernyataan ini disampaikan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo R. Muhammad Syafi’i dalam jumpa pers pengumuman hasil sidang itsbat. Ia meminta seluruh elemen masyarakat menjaga suasana kondusif dengan mengedepankan sikap saling menghormati.

“Enggak ada sweeping-sweeping. Itulah bentuk penghormatan kita bahwa selain kita yang berpuasa, masih ada saudara kita yang tidak berpuasa,” tegasnya usai Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa malam, 17 Februari 2026. 

Ia menyampaikan, umat Islam perlu menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk tanpa mengganggu pihak lain. Di sisi lain, masyarakat yang tidak berpuasa juga diharapkan menghormati mereka yang sedang menjalankan ibadah.

Baca Juga:
Pemerintah Butuh Rp470 Triliun untuk MBG, Pesantren Dapat Jatah Melebihi 1.500 Dapur Umum

“Tadi imbauan cukup jelas, agar umat Islam menunaikan ibadah puasa dengan khusyuk. Mereka yang tidak berpuasa diharapkan menghormati orang yang berpuasa,” ujarnya.

Namun, ia menekankan bahwa sikap saling menghormati harus berjalan dua arah. Menurutnya, umat Islam yang berpuasa juga perlu memahami bahwa tidak semua warga menjalankan ibadah yang sama.

“Kita yang berpuasa ini harus menyadari juga, tidak semua orang berpuasa. Masih memungkinkan ada fasilitas yang bisa dinikmati oleh mereka yang tidak puasa,” tegas pria asal Sumatera Utara ini. 

Ia menilai tidak tepat jika sebagian masyarakat yang berpuasa memaksakan kondisi serupa kepada seluruh warga. Perbedaan keyakinan dan kondisi pribadi harus tetap dihargai dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga:
Idul Adha Arab dan Indonesia Beda, Kemenag dan MUI Beri Jawaban

“Enggak mungkin gara-gara kita puasa, semuanya harus merasakan puasa. Yang tidak puasa karena keyakinan berbeda tidak bisa makan dan minum. Ini harus dipertimbangkan dalam membangun kebersamaan,” jelasnya.

Wamenag juga mengingatkan pentingnya membangun koridor kebersamaan selama Ramadan. Ia meminta semua pihak menahan diri agar perbedaan tidak memicu gesekan sosial.

“Harus dibangun suasana saling menghormati, sehingga persatuan kita tidak terganggu karena perbedaan,” ujar politikus Partai Gerindra ini. 

Terkait kemungkinan penerbitan surat edaran khusus dari Kementerian Agama, ia menegaskan bahwa aspek keamanan bukan menjadi kewenangan lembaganya.

“Kalau wilayah keamanan, itu bukan wilayah Kementerian Agama. Ada institusi lain yang berwenang,” tandasnya.

Ia optimistis Ramadan tahun ini akan berlangsung aman dan damai. Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap toleransi dan kebersamaan terus meningkat dari waktu ke waktu.

“Kita melihat suasana hari ini semakin kondusif. Insyaallah seterusnya,” tutupnya. (*)

Baca Sebelumnya

Bupati Subandi Sayangi Rakyat, Hari Libur pun Rajin Sambangi Warga Tidak Mampu

Baca Selanjutnya

Imlek 2577 Kongzili di Stasiun Jember: KAI Daop 9 Suguhkan Barongsai dan 250 Dimsum Gratis untuk Penumpang

Tags:

Romo R. Muhammad Syafi’i Wakil Menteri Agama Wamenag Sweeping bulan Ramadan Razia bulan puasa

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Akses Pengobatan Hemofilia Belum Merata, Terapi Pencegahan Masih Terbatas

19 April 2026 09:40

Akses Pengobatan Hemofilia Belum Merata, Terapi Pencegahan Masih Terbatas

Gejala Hemofilia yang Sering Tak Disadari, dari Nyeri Sendi hingga Perdarahan Internal

19 April 2026 09:20

Gejala Hemofilia yang Sering Tak Disadari, dari Nyeri Sendi hingga Perdarahan Internal

Banyak Kasus Hemofilia Baru Terungkap Setelah Perdarahan, Dokter Soroti Minimnya Deteksi Dini

19 April 2026 09:00

Banyak Kasus Hemofilia Baru Terungkap Setelah Perdarahan, Dokter Soroti Minimnya Deteksi Dini

Mengenal Hemofilia: Penyebab, Jenis dan Bahaya Perdarahan Internal yang Kerap Tak Disadari

19 April 2026 08:40

Mengenal Hemofilia: Penyebab, Jenis dan Bahaya Perdarahan Internal yang Kerap Tak Disadari

Kasus Hemofilia di Indonesia Masih Minim Terdeteksi, Baru 13 Persen Terdiagnosis

19 April 2026 08:00

Kasus Hemofilia di Indonesia Masih Minim Terdeteksi, Baru 13 Persen Terdiagnosis

Mengapa Harga Plastik Naik Drastis Saat Konflik Timur Tengah? Ini Penjelasan Ekonom

19 April 2026 07:40

Mengapa Harga Plastik Naik Drastis Saat Konflik Timur Tengah? Ini Penjelasan Ekonom

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend