Surat-Surat Kartini Ditetapkan UNESCO sebagai Memory of The World

Jurnalis: M. Rifat
Editor: Rahmat Rifadin

21 Agt 2025 08:30

Thumbnail Surat-Surat Kartini Ditetapkan UNESCO sebagai Memory of The World
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi (Foto: Kemenpppa)

KETIK, JAKARTA – Arsip dan Surat-Surat Kartini terkait Perjuangan Kesetaraan Gender tepah ditetapkan sebagai Memory of the World (MoW) oleh UNESCO. Atas capaian itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengapresiasi langkah Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) atas keberhasilan penetapan

Menteri PPPA menegaskan, surat-surat R.A Kartini bukan hanya mencerminkan keterbatasan struktural pada masa kolonial, tetapi juga menjadi saksi tekad perempuan dalam memperjuangkan hak pendidikan dan kesetaraan di ruang publik.

“Pemikiran progresif R.A Kartini tentang martabat, hak pendidikan, dan kesetaraan gender yang melampaui zamannya tetap relevan hingga kini. Penetapan arsip surat-surat Kartini sebagai Memory of the World bukan sekadar administratif, melainkan simbolik, strategis, dan praktis untuk menjaga warisan intelektual perempuan Indonesia yang visioner,” ujar Menteri PPPA saat membuka Seminar dan Pameran Arsip di Gedung ANRI, Jakarta, Selasa (19/8/2025) dilansir InfoPublik portal resmi Kemkodigi.

Gagasan Kartini, lanjutnya, memicu kesadaran bahwa kemerdekaan tidak akan lengkap tanpa keadilan bagi semua warga negara, termasuk perempuan.

Baca Juga:
Reyog Diakui UNESCO, Khofifah Perkuat Ekosistem dan Regenerasi Seniman Menuju Panggung Dunia

“Dampak perjuangan Kartini melampaui dirinya sendiri dan menginspirasi perubahan sosial yang masih kita rasakan hingga kini. Semangat ini semakin relevan saat Indonesia merayakan 80 tahun kemerdekaannya. Perempuan bukan sekadar penerima manfaat pembangunan, melainkan agen perubahan di berbagai bidang,” tambahnya.

Menteri PPPA menutup sambutan dengan komitmen Kementerian untuk terus mendukung pelestarian arsip dan pemajuan hak perempuan.

“Ini bukan hanya menjaga sejarah, tetapi juga menghidupkan semangat perjuangan kesetaraan gender. Mari kita bergandengan tangan memastikan perempuan Indonesia mendapat akses dan kesempatan yang sama,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala ANRI Mego Pinandito menjelaskan bahwa penetapan ini merupakan hasil kolaborasi antara ANRI, Arsip Nasional Belanda, dan Perpustakaan Universitas Leiden.

Baca Juga:
HUT ke-112, Kota Malang Siapkan Kado Tugu Kota Kreatif Dunia dan Busana Sejarah

Arsip Kartini, bersama tokoh perempuan lain seperti Dewi Sartika, Christina Martha Tiahahu, Cut Nyak Dien, dan Cut Mutia, dinilai penting untuk dilestarikan agar publik dapat memahami perjuangan kesetaraan gender di Indonesia.

“Ini pencapaian luar biasa. Tahun ini, lima usulan nominasi dari Indonesia disetujui UNESCO sebagai Memory of the World. Penetapan arsip Kartini juga menjadi bukti kerjasama erat Indonesia–Belanda dalam pelacakan surat, catatan, dan arsip sejarah,” ujar Mego.

Mego turut mengundang masyarakat, aktivis, peneliti, hingga komunitas perempuan untuk mengunjungi Pameran Arsip Kartini di Gedung C Lantai 1 ANRI.

Menurutnya, pameran ini menghadirkan materi sejarah yang membuktikan bagaimana coretan surat Kartini mampu memengaruhi peradaban dunia.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai penetapan ini sebagai pengakuan global atas kontribusi perempuan Indonesia.

“R.A Kartini, yang menulis 179 surat di usia muda, berhasil menginspirasi gerakan emansipasi. Dengan masuknya surat-surat Kartini ke Memory of the World, dunia mengakui warisan intelektual Indonesia bagi peradaban global,” ujarnya. (*)

Baca Sebelumnya

Ada Peringatan Hari Juang Polri, Hindari Jalan Polisi Istimewa Surabaya, Ini Pengalihan Arusnya

Baca Selanjutnya

Agus Agus Bersaudara Indonesia, Warna Baru Komunitas di Trenggalek

Tags:

KemenPPPA Arifah Fauzi Surat Kartini Unesco Memory of the World

Berita lainnya oleh M. Rifat

Diplomasi Maraton ala Prabowo, Tiba di Paris Temui Presiden Macron setelah 5 Jam Diskusi dengan Putin

14 April 2026 17:51

Diplomasi Maraton ala Prabowo, Tiba di Paris Temui Presiden Macron setelah 5 Jam Diskusi dengan Putin

Peta Geopolitik Tak Menentu, Prabowo dan Putin Perkuat Arah Kemitraan Indonesia-Rusia

14 April 2026 17:37

Peta Geopolitik Tak Menentu, Prabowo dan Putin Perkuat Arah Kemitraan Indonesia-Rusia

Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Wadah Santri dan Alumni Pesantren Se-Nusantara

14 April 2026 16:22

Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Wadah Santri dan Alumni Pesantren Se-Nusantara

MGPA Siapkan Opening Ceremony Megah untuk GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

13 April 2026 08:05

MGPA Siapkan Opening Ceremony Megah untuk GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

Prabowo ke Rusia, Dijadwalkan Bicara Empat Mata dengan Putin

13 April 2026 06:00

Prabowo ke Rusia, Dijadwalkan Bicara Empat Mata dengan Putin

Jadwal Salat Kota Surabaya 13 April 2026

13 April 2026 04:01

Jadwal Salat Kota Surabaya 13 April 2026

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar