Prabowo Kritik BUMN Tidak Produktif, Sebut Pemerintah Tutup 290 Perusahaan Negara

14 Agustus 2026 13:34 14 Agt 2026 13:34

Hanifuddin Musa, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Prabowo Kritik BUMN Tidak Produktif, Sebut Pemerintah Tutup 290 Perusahaan Negara

Presiden Prabowo Subianto saat di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, dalam rangka Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI. Foto: (BPMI Setpres/Muchlis Jr)

KETIK, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai tidak produktif dan terus mengalami kerugian.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Dalam pidatonya, Prabowo mengaku prihatin masih terdapat BUMN yang dinilai tidak bertanggung jawab terhadap negara dan tidak memberikan kontribusi optimal bagi masyarakat.

“BUMN-BUMN ini kadang-kadang bekerja seenaknya, tidak bertanggung jawab kepada bangsa, kepada negara. Pemerintah tidak dianggap. Saya tidak paham bagaimana bisa terjadi seperti ini,” ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan, apabila seluruh persoalan di tubuh BUMN dibuka kepada publik, dikhawatirkan dapat memicu kemarahan masyarakat.

Oleh karena itu, ia menegaskan pemerintah akan terus melakukan pembenahan terhadap perusahaan-perusahaan negara yang tidak sehat.

“Kalau saya laporkan semuanya, saya takut rakyat marah. Saudara-saudara, terlalu banyak BUMN yang tidak produktif, rugi terus. Laporannya untung ngarang saja itu,” tegasnya.

Menurut Prabowo, kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan persoalan dalam kerja sama antara BUMN dengan perusahaan asing.

Ia menyebut, pemerintah perlu menghentikan praktik-praktik yang merugikan negara.

“Kita kena masalah karena banyak perusahaan-perusahaan asing juga kerja sama dengan BUMN kita. Jadi kita harus menghilangkan permainan-permainan ini,” katanya.

Prabowo kemudian menyampaikan bahwa pemerintah telah mengambil langkah tegas dengan melakukan penataan terhadap BUMN yang dinilai bermasalah.

“Dengan bangga hari ini saya melaporkan kepada MPR, hari ini kita telah menutup 290 BUMN,” ungkap Prabowo.

Ia menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperbaiki tata kelola perusahaan negara agar lebih sehat, efisien, dan benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat Indonesia. (*)

Tombol Google News

Tags:

Sidang Tahunan MPR RI DPR RI DPD RI BUMN Presiden Prabowo Subianto