Menhut Raja Juli Dikritik Aktivis Lingkungan Soal Hutan Bambu

Jurnalis: Iwa AS
Editor: Akhmad Sugriwa

1 Feb 2026 20:26

Thumbnail Menhut Raja Juli Dikritik Aktivis Lingkungan Soal Hutan Bambu
Aktivis lingkungan dari Yayasan Pengrajin Bambu Indonesia (YPBI), Toto Izul Fatah.(Foto:Dok pribadi)

KETIK, JAKARTA – Di tengah kegentingan ekologis yang kian nyata, sangat ironis jika Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tak paham tentang manfaat bambu. Salah satunya, dia tidak memiliki eco-concious untuk membuka lahan khusus hutan bambu.

"Ini benar-benar ironis. Regulasinya ada soal bambu, tapi programnya tak ada," ungkap aktivis lingkungan dari Yayasan Pengrajin Bambu Indonesia (YPBI), Toto Izul Fatah kepada pers di Jakarta, Minggu (1/2/2026). 

Diungkapkan Toto yang juga Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA ini, secara regulasi sudah ada Permenhut No 35/2007 yang menempatkan bambu sebagai komoditas Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) prioritas. 

"Ini artinya, untuk prosedur perijinan, mekanisme pemungutan, hingga dasar-dasar pengembangan industrinya sudah diatur lewat peraturan menteri. Kenapa tak jalan? Ada apa?," ungkapnya.

Baca Juga:
Ekoteologi dan Amanah Kekhalifahan, Raja Juli: Jaga Hutan Bagian dari Ibadah

Padahal menurut Toto, dalam kondisi alam yang makin tidak bersahabat seperti sekarang, harusnya bambu menjadi salah satu amunisi pertahanan ekologi andalan yang paling depan dan menjadi prioritas. Salah satunya, dengan membuka lahan luat untuk hutan bambu. 

Sementara, dalam sepengetahuannya, kata Toto, 100 hektar saja hutan bambu tak ada. Bandingkan dengan jutaan hektar hutan yang dimiliki kementerian kehutanan dan sebagiannya sudah terkena deforestasi. 

"Dari anggaran Rp9 triliun lebih, masa tak ada alokasi untuk hutan bambu yang manfaatnya jelas untuk ekologi. Pertama, mudah ditanam, dan sekali tanam bisa untuk seumur hidup, meskipun bisa dipanen untuk kepentingan ekonomi," bebernya.

Dalam kontek inilah, Toto berpendapat, Menhut Raja Juli sedang mempertontonkan sebuah ironisme. Ketika banyak negara menjadikan bambu sebagai “tanaman strategis abad 21”, Raja Juli tak peduli dengan manfaat bambu sebagai komoditas ekologis.

Baca Juga:
125 Juta Hektare Hutan Hanya Dijaga 4.800 Personel, Menhut Raja Juli Ingin Tambah Polisi Hutan dan Patroli Drone

Padahal, lanjut Toto, potensi bambu sebagai penyelamat ekologi sudah diakui global, dan regulasinya sudah lengkap sejak lama untuk dikembangkan di bawah kementerian.

Toto menegaskan, dalam banyak kajian ilmiah, bambu disebut sebagai tanaman super untuk pemulihan lingkungan. Daya serap karbon 2–4 kali lebih tinggi dari hutan tanaman biasa. Akar serabutnya pun membentuk “jaring biologis” anti-erosi.

Belum lagi, lanjut Toto,  bambu juga tanaman yang tumbuhnya cepat, bisa dipanen berulang tanpa menebang rumpun, dan adaptif di lahan kritis.

"Harusnya, Menteri Raja Juli tahu itu semua, bahwa bambu adalah senjata ekologis yang murah, cepat, dan efektif. Tetapi mengapa senjata itu tidak pernah benar-benar diangkat oleh Kementerian Kehutanan," tandasnya.

Toto juga menyesalkan respon Menteri Raja Juli saat YPBI berkirim surat kepadanya dalam rangka menindaklanjuti pesan Hashim Djojohadikusumo sebagai Utusan Presiden bidang Energi dan Lingkungan 
untuk menjadikan Indonesia sebagai Pusat Pelestarian Bambu Dunia.

"Bayangkan, sudah hampir 5 bulan surat dikirim, tak ada balasan sama sekali. Padahal, itu salah satu misi suci Pak Hashim untuk kepentingan pelestarian bambu, baik untuk ekologi maupun ekonomi. Ini bukti lemahnya eco-concious nya menteri kehutanan," ungkapnya.

Padahal, menurut Toto, bambu yang punya nilai historis, ekonomis, dan kultural ini, bisa menjadi legacy Presiden Prabowo Subianto yang akan dikenang oleh bukan cuma rakyat Indonesia, tapi juga dunia.

Toto menyarankan Raja Juli untuk sering berkomunikasi, kalau perlu berguru ke Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang sedang menyiapkan lahan untuk hutan bambu. Salah satunya, di sekitar Gunung Ceremai dan lahan korban banjir dan longsor di Bandung Barat.(*)

Baca Sebelumnya

Danang Arif Widodo Resmi Dilantik Jadi Kadus I Desa Muncang Pemalang, Kades Boni Umumkan Tak Maju Lagi

Baca Selanjutnya

Longsor Cisarua KBB, Total 74 Bodypack Dievakuasi Tim SAR Gabungan

Tags:

toto.toto lsi.toto izul fatah menhut Raja Juli kehutanan hutan bambu Bambu Menteri Kehutanan

Berita lainnya oleh Iwa AS

Dugaan Korupsi Rp128,5 Miliar di BUMD Kabupaten Bandung, Dirut PT BDS Ditahan Kejari

14 April 2026 17:44

Dugaan Korupsi Rp128,5 Miliar di BUMD Kabupaten Bandung, Dirut PT BDS Ditahan Kejari

Produksi Sampah 1.800 Ton per Hari, Waka DPRD Kabupaten Bandung Hailuki Dorong Terobosan Besar dan Kemitraan Swasta

14 April 2026 10:40

Produksi Sampah 1.800 Ton per Hari, Waka DPRD Kabupaten Bandung Hailuki Dorong Terobosan Besar dan Kemitraan Swasta

Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

14 April 2026 00:48

Bupati Bandung Sampaikan Keluhan Warga Soal SLIK, Menteri PKP Langsung Beri Solusi KUR Perumahan

Respons Cepat Bupati Bandung, Pastikan Warga Terdampak Banjir dan Puting Beliung Segera Dibantu

13 April 2026 18:18

Respons Cepat Bupati Bandung, Pastikan Warga Terdampak Banjir dan Puting Beliung Segera Dibantu

Farhan Apresiasi Bakat Penyandang Autisme, Ajak Warga Lebih Inklusif

13 April 2026 15:52

Farhan Apresiasi Bakat Penyandang Autisme, Ajak Warga Lebih Inklusif

Bupati Bandung Gercep  Perbaiki Enam Rumah Rusak Berat Akibat Angin Kencang Bojongsoang

11 April 2026 19:56

Bupati Bandung Gercep Perbaiki Enam Rumah Rusak Berat Akibat Angin Kencang Bojongsoang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar