KETIK, JAKARTA – Momen langka dan mengharukan terekam di hutan belantara Sumatera, Indonesia. Seorang biolog dari Universitas Oxford, Dr. Chris Thorogood, bersama timnya berhasil menemukan Rafflesia hasseltii, spesies bunga raksasa parasit yang sangat langka.
Penemuan ini menjadi puncak dari perjalanan panjang selama lebih dari satu dekade bagi Septian 'Deki' Andrikithat, seorang pemburu bunga asal Indonesia yang ikut dalam ekspedisi tersebut.
Video penemuan yang diunggah di Instagram Universitas Oxford menunjukkan momen emosional tersebut. Deki terlihat berlutut di dekat bunga, terisak haru, sementara Dr. Thorogood menenangkannya.
Baca Juga:
Tanam Black Thorn di Padepokan HM Arum Sabil Jember, Kepala BGN Dadan Indayana Tebarkan Semangat Kemandirian PanganRafflesia hasseltii, yang kerap disebut “bunga bangkai” karena aromanya mirip daging membusuk, merupakan spesies langka yang, menurut Dr. Thorogood, lebih sering dilihat harimau daripada manusia. Untuk menemukannya, Thorogood dan tim harus berjalan siang dan malam menembus hutan hujan Sumatera yang juga menjadi jalur perlintasan harimau.
Tangis haru Septian 'Deki' Andrikithat, seorang pemburu bunga asal Indonesia begitu menyaksikan bunga tersebut mekar. (Foto: tangakapan layar reels instagram @illustratingbotanist)
Video tersebut kemudian memperlihatkan bunga raksasa dengan kelopak berwarna merah dan bintik-bintik putih yang sedang mekar sempurna. Bunga ini tampak seperti keluar dari film 'Little Shop of Horrors'.
Baca Juga:
Kiai di Sampang Ajak Ulama Madura Dukung Perjuangan Habib Aboe Bakar Cegah Narkoba Masuk Pesantren"Ini sangat menakjubkan," kata Deki, yang telah mencari bunga ini selama 13 tahun.
"Saya orang paling beruntung di dunia," timpal Thorogood.
Melihat bunga itu mekar adalah momen langka, mengingat siklus mekarnya yang sangat singkat.
"Butuh waktu hingga 9 bulan bagi kuncup untuk berkembang, dan hanya mekar selama beberapa hari," kata Thorogood kepada New York Post.
"Yang ini mekar tepat di depan mata kami. Peluangnya sangat kecil, saya bahkan tidak tahu seberapa kecil. Seolah-olah bunga itu mekar khusus untuk kami," imbuhnya.
Menurut Oxford Botanic Garden Arboretum, Rafflesia adalah tanaman parasit yang menghabiskan hidupnya di dalam spesies tanaman merambat tropis dan hanya muncul di atas tanah untuk mekar.
Bunga ini mengeluarkan bau busuk untuk menarik lalat, kemudian bertelur di atasnya lalu secara tidak sengaja menyerbuki bunga.
Terdapat lebih dari 40 spesies bunga beraroma busuk ini. Salah satu spesiesnya, Rafflesia arnoldi dari Sumatera, Indonesia, adalah bunga terbesar di dunia. Namun sayangnya terancam punah akibat perusakan habitat.