Diskusi Bareng SAJID, Menkop Usul Wartawan Punya Wadah Koperasi Jurnalis

25 Juli 2026 11:26 25 Jul 2026 11:26

Niesky Hafur, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Diskusi Bareng SAJID, Menkop Usul Wartawan Punya Wadah Koperasi Jurnalis

Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Ketua Umum SAJID Bachtiar Nasirdalam usai diskusi dengan wartawan di AQL Center , Jakarta , 24 Juli 2026 (Foto: Niesky/Ketik.com )

KETIK, JAKARTA – Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong lahirnya koperasi lintas profesi. Hal tersebut nmenurutnya sebagai solusi memperkuat permodalan, manajemen, dan akses pasar bagi berbagai kelompok pekerja.

Profesi tersebut lanjutnya, mulai dari konten kreator, animator, pekerja migran bahkan wartawan.

Hal itu disampaikan Ferry dalam diksusi dalam forum bersama Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (SAJID).

"Konten kreator, animator, dan berbagai komunitas profesi bisa membentuk koperasi. Dengan begitu mereka bisa mendapatkan dukungan permodalan, penguatan manajemen, dan pendampingan," ujarnya di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan , Jumat 24 Juli 2026 .

Dalam forum yang dipandu Ketua Umum SAJID Bachtiar Nasir dan dihadiri puluhan jurnalis dari berbagai media ini.

Ferry melihat, banyak profesi yang memiliki kemampuan dan potensi besar, tetapi terkendala akses pembiayaan, pendampingan usaha, serta hubungan langsung dengan pemberi kerja. Persoalan tersebut, kata dia, dapat diatasi melalui wadah koperasi.

"Konten kreator, animator, jurnalis dan berbagai komunitas profesi bisa membentuk koperasi. Dengan begitu mereka bisa mendapatkan dukungan permodalan, penguatan manajemen, dan pendampingan," ujarnya.

Selanjutnya,  pria yang pernah menjabat Sekjen Syarikat Islam ini memberikan contoh pembentukan koperasi profesi bagi pekerja migran.  Saat ini , sambungnya , bersama kementrian terkait Kementrian Koperasi sedang melakukan penjajakan tersebut.

"Kami bersama Kementerian Pekerja Migran sedang mendorong lahirnya koperasi-koperasi profesi pekerja migran," ujarnya

Pasalnya, selama ini banyak calon pekerja migran harus menjual aset atau berutang untuk membiayai pelatihan, pengurusan dokumen, hingga keberangkatan ke negara tujuan.

Menurut dia, apabila pekerja migran berhimpun dalam koperasi, pemerintah dapat memberikan dukungan pembiayaan sejak awal sehingga beban ekonomi mereka berkurang.

Setelah kembali ke Indonesia, koperasi tersebut juga dapat menjadi wadah untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

Ferry menegaskan, pemerintah terbuka mendukung pembentukan koperasi profesi di berbagai sektor, termasuk kalangan jurnalis. Ia menyebut Kementerian Koperasi memiliki skema pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat koperasi.

"Kalau ada koperasi profesi jurnalis, kita siap dukung. Kita punya LPDB yang bisa membantu pembiayaan," pungkas politisi Partai Gerindra ini.(*)

Tombol Google News

Tags:

Menkop Ferry SAJID Bachtiar Nasir