Daftar Mitos Gerhana Bulan dan Penjelasan Ilmiahnya, Jangan Salah Kaprah!

Jurnalis: Muhammad Dzikrullah Akbar
Editor: Fisca Tanjung

3 Mar 2026 01:00

Thumbnail Daftar Mitos Gerhana Bulan dan Penjelasan Ilmiahnya, Jangan Salah Kaprah!
Ilustrasi Gambar Gerhana Bulan (Desain: Muhammad Dzikrullah Akbar/Ketik.com)

KETIK, JAKARTA – Fenomena gerhana bulan selalu menarik perhatian banyak orang. Saat bulan perlahan menggelap hingga tampak kemerahan, tidak sedikit yang mengaitkannya dengan berbagai mitos turun-temurun.

Padahal secara ilmiah, gerhana bulan merupakan peristiwa astronomi yang dapat dijelaskan secara sederhana.

Menurut badan antariksa Amerika Serikat, NASA, gerhana bulan terjadi ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan sehingga bayangan Bumi menutupi Bulan.

Dalam penjelasan resminya, NASA menyebutkan:

Baca Juga:
Lansia Pacitan Ditemukan Tewas di Rumah Sendiri, Awalnya Warga Endus Bau Menyengat

“A lunar eclipse occurs when the Sun, Earth, and Moon align so that the Moon passes into Earth’s shadow.”

Artinya, gerhana bulan terjadi saat Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus sehingga Bulan masuk ke dalam bayangan Bumi.

Fenomena tersebut murni peristiwa alam dan sama sekali tidak berkaitan dengan tanda-tanda mistis, bencana, ataupun kejadian tertentu di Bumi.

Mitos-Mitos Gerhana Bulan yang Masih Dipercaya

Baca Juga:
Hendak Ambil Perkakas di Kebun, Warga Pacitan Tewas Tertimpa Pohon Sengon saat Hujan

Meski ilmu pengetahuan telah berkembang pesat, sejumlah mitos tentang gerhana bulan masih dipercaya di berbagai daerah.

1. Bulan Dimakan Makhluk Gaib

Di berbagai budaya kuno, gerhana dipercaya terjadi karena makhluk raksasa memakan bulan. Di Nusantara, dikenal kisah Batara Kala yang menelan bulan. Sementara dalam mitologi Tiongkok kuno, naga langit disebut sebagai penyebab gerhana.

Padahal, secara ilmiah, gerhana terjadi akibat bayangan Bumi yang menutupi Bulan.

2. Ibu Hamil Dilarang Keluar Rumah

Sebagian masyarakat masih percaya bahwa ibu hamil tidak boleh keluar rumah saat gerhana karena dikhawatirkan bayi lahir prematur, cacat, atau memiliki tanda tertentu.

Namun hingga kini, tidak ada bukti medis maupun penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa gerhana bulan berdampak pada kondisi janin.

3. Pertanda Kematian atau Musibah

Dalam sejarah Eropa dan sebagian wilayah Asia, gerhana kerap dikaitkan dengan kematian raja atau datangnya bencana besar.

Faktanya, tidak ada penelitian ilmiah yang membuktikan hubungan antara gerhana bulan dengan peristiwa musibah atau kematian seseorang.

4. Gerhana Bulan Membawa Energi Negatif

Sebagian orang modern mengaitkan gerhana dengan perubahan energi spiritual atau emosi manusia yang menjadi tidak stabil.

Namun, tidak ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa gerhana bulan memengaruhi kondisi psikologis manusia.

5. Harus Memukul Kentongan agar Bulan Kembali

Di beberapa budaya tradisional, masyarakat memukul kentongan, gong, atau alat musik keras untuk “mengusir” makhluk yang dianggap memakan bulan.

Tradisi ini pernah dilakukan di sejumlah wilayah Asia, termasuk Tiongkok dan Nusantara.

Mitos-mitos gerhana bulan lahir dari keterbatasan pengetahuan manusia pada masa lalu. Di era modern dengan kemajuan ilmu astronomi, fenomena ini bahkan dapat diprediksi secara akurat hingga hitungan detik.

Memahami gerhana secara ilmiah tidak berarti menghapus nilai budaya yang ada. Justru, hal ini membantu masyarakat membedakan antara tradisi dan fakta ilmiah, sehingga tidak lagi terjebak pada anggapan yang keliru.

Gerhana bulan bukan pertanda musibah, melainkan salah satu fenomena alam yang menunjukkan keteraturan sistem tata surya. (*)

Baca Sebelumnya

Pemkot Batu Percepat Program 1000 Sarjana, Bantuan Kuliah hingga Rp10 Juta per Semester

Baca Selanjutnya

Duka Mendalam, Balai Kota Malang Kibarkan Bendera Setengah Tiang untuk Try Sutrisno

Tags:

gerhana Bulan Gerhana bulan FENOMENA Peristiwa NASA Mitos

Berita lainnya oleh Muhammad Dzikrullah Akbar

Puluhan Wartawan Antusias Ikuti Workshop Laws of The Game yang Digelar PSSI di Unesa

19 April 2026 15:07

Puluhan Wartawan Antusias Ikuti Workshop Laws of The Game yang Digelar PSSI di Unesa

Kebakaran di Pabrik Margomulyo Surabaya, Puluhan Armada hingga Robot Pemadam Dikerahkan

17 April 2026 14:32

Kebakaran di Pabrik Margomulyo Surabaya, Puluhan Armada hingga Robot Pemadam Dikerahkan

Puncak HPN 2026 PWI Jatim! Cak Munir Luncurkan Buku Biografi, 24 Tokoh Raih Penghargaan

17 April 2026 10:34

Puncak HPN 2026 PWI Jatim! Cak Munir Luncurkan Buku Biografi, 24 Tokoh Raih Penghargaan

Dramatis! Real Madrid Tersingkir Usai Kartu Merah Camavinga, Bayern Munchen Lolos ke Semifinal

16 April 2026 12:09

Dramatis! Real Madrid Tersingkir Usai Kartu Merah Camavinga, Bayern Munchen Lolos ke Semifinal

Mengenal Arek Suroboyo Muhammad Alif Alfarisi Ma’ruf, Baru Kelas 12 Sudah Punya Bisnis Minuman “Livv of Matcha”

16 April 2026 03:05

Mengenal Arek Suroboyo Muhammad Alif Alfarisi Ma’ruf, Baru Kelas 12 Sudah Punya Bisnis Minuman “Livv of Matcha”

Penemuan Jenazah di Rusun Gunung Sari Surabaya, Tim Call 112 Evakuasi dari Lantai 4

15 April 2026 13:48

Penemuan Jenazah di Rusun Gunung Sari Surabaya, Tim Call 112 Evakuasi dari Lantai 4

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda