Curhatan Mahasiswa Alor soal Beras Rp30 Ribu, Mentan Minta Bulog Segera Turun Tangan

9 Agustus 2026 11:11 9 Agt 2026 11:11

Hanifuddin Musa, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Curhatan Mahasiswa Alor soal Beras Rp30 Ribu, Mentan Minta Bulog Segera Turun Tangan

Foto saat Adriano Padama berkeluh kesah dihadapan Mentan Amran Sulaiman. (Foto: IG Amran Sulaiman)

KETIK, JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman merespons langsung curhatan mahasiswa asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Adriano Padama, terkait mahalnya harga beras di daerahnya.

Curhatan itu disampaikan Adriano saat kegiatan pertemuan Mentan Amran bersama 5.155 mahasiswa baru Universitas Diponegoro (Undip) dan viral di media sosial (Medsos).

Dalam kesempatan tersebut, Adriano menceritakan kondisi masyarakat di kampung halamannya yang kesulitan mendapatkan beras dengan harga terjangkau akibat kendala distribusi.

Menurut Adriano, ketika distribusi pangan terganggu, harga beras di Alor dapat melonjak hingga Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram.

Kondisi tersebut bahkan membuat sebagian masyarakat terpaksa mengganti konsumsi beras dengan umbi-umbian.

Mendengar hal itu, Mentan Amran tidak ingin persoalan tersebut hanya menjadi keluhan. Ia langsung mengambil langkah dengan menghubungi Direktur Utama Bulog dan meminta agar pasokan beras segera dikirim ke Alor.

"Saya tidak ingin cerita itu berhenti menjadi keluhan. Karena itu, saat itu juga saya menghubungi Direktur Utama Bulog dan memerintahkan agar beras segera dikirim ke Alor serta memastikan masyarakat bisa memperoleh beras sesuai arahan Bapak Presiden dengan harga Rp12.500 per kilogram," ujar Amran dikutip dari media sosial Instagramnya @a.amran_sulaiman pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Amran menegaskan, apabila kendala utama berada pada infrastruktur distribusi, maka pemerintah akan mendorong pembangunan fasilitas pendukung agar penyaluran pangan ke wilayah kepulauan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Menurutnya, pemerataan akses pangan merupakan bagian penting dari keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Wilayah kepulauan, terdepan, terluar, dan tertinggal harus mendapatkan perhatian yang sama dalam pemenuhan kebutuhan pangan.

"Keadilan pangan tidak boleh berhenti di kota-kota besar. Saudara-saudara kita di wilayah kepulauan, terdepan, terluar, dan tertinggal juga berhak mendapatkan akses pangan yang sama, dengan harga yang terjangkau," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Curhatan Mahasiswa Alor Harga Beras Mahal Menteri Pertanian Amran Sulaiman Adriano Padama Alor Ntt